Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 38 MDMK


__ADS_3

Jam berapa ini? Aku melihat jam tanganku, terlihat pukul 10.00


Aku tak bisa istirahat...


Ini masih terlalu pagi untukku tidur lagi...


Aku menghampiri Nichol yang sedang beberes rumah menggantikanku.


"Kenapa turun? Perlu sesuatu? Kenapa nggak panggil gw aja?" Tanya Nichol.


"Nggak betah di kamar..." Jawabku.


"Owh... ya udah lu duduk aja di sofa sambil nonton tv..." Ucap Nichol.


Aku duduk di sofa sambil menonton tv dan melihat Nichol bekerja membersihkan rumah. Ia melakukan semua pekerjaan ku, sampai ia juga memasak untuk makan siang.


"Makan siang nya..." Ucap Nichol sambil duduk di sebelahku dengan nampan yang berisi nasi, sup, dan ayam rica-rica.


"Huwaaaa... kapan kau belanja?" Tanya ku.


"Hah? Ini kan bahan makanan yang ada di kulkas..." Jawab Nichol.


"Jadi kapan aku belanja?" Tanyaku.


"Aduhh... bodo... sudah lah.. cepat makan" Ucap Nichol dan aku menurut.


Aku makan sambil menyuapi Nichol, sampai makanannya habis, setelah itu dia pergi untuk mencuci piring.


Ddrrtt... (HP Nichol bergetar)


Aku mengambilnya dan mengangkat telpon nya.


"Hallo..."


"Iya... hallo?" Tanya ku


"Nichol nya ada?" Tanya nya dari telpon.


"Dia sedang bekerja... ada yang bisa saya bantu?" Ucapku

__ADS_1


"Saya Dika teman lama nya, tolong sampaikan pada Nichol, saya mengajaknya makan malam di "xxx".." Jelasnya.


"Um... oke, nanti saya sampaikan..." Ucapku lalu mematikan telepon.


"Siapa?" Tanya Nichol.


"Dika..."


"Kenapa?" Tanya Nichol


"Ngajak makan malam..." Ucapku


"Kenapa nggak di tolak aja?" Tanya Nichol


"Aist... dika kan teman lama mu,, jadi ngapain juga ku tolak..." Ucapku.


"Owh... Oke..." Ucap Nichol. "Mau digendong?" Tanya Nichol sambil mengulurkan tangannya.


Aku menerima tangannya, ia lalu menggendong ku. "Ayok kita nonton ..." Ucapku bersemangat.


Kami ke kamar dan kita menonton film bersama.


.


.


.


"Nanti nggak usah ditungguin sampe pulang,, lu istirahat aja..." Ucapnya.


"Siapa yang mau nungguin lu pulang, wle.." Ucapku.


"Hmm.." Nichol lalu pergi.


(pukul 01.00 a.m)


Aku merasa cemas, dikarenakan tidak ada kabar darinya, awalnya aku memahami kalau dia mungkin sedang asik bersama temannya, tapi ia tak pernah menolak panggilan dari ku, apalagi aku sudah menyepam panggilan.


Aku mengambil jaket dan kunci mobil lalu menyusulnya. untung saja jalanannya sepi, jadi aku bisa cepat sampai di tujuan.

__ADS_1


Aku melihat seorang wanita yang tidak lain emely (wanita tadi pagi) ia berusaha membujuk Nichol yang sedang mabuk, namun Nichol terus menolaknya. Di situ juga ada seorang lelaki (dika).


Aku langsung menghampirinya.


"Ada apa ini?" Tanyaku.


"Wanita ini bilang, dia istri Nichol dan ia ingin membawa Nichol pulang, tapi Nichol selalu menolaknya..." Jelas Dika.


Aku melepas jaketku dan memakaikannya pada Nichol. "Berapa banyak kau minum?" Tanyaku.


"Sayang kenapa kau datang ke sini?" Tanya Nichol.


"Kebetulan..." Jawab ku bohong.


"Jadi mana yang benar-benar istrimu Nichol..." Tanya Dika.


"Tentu saja aku.." Ucap Emely.


"Jadi Nona ini siapa?" Tanya Dika yang lumayan mabuk.


"Nichol... ayo pulang..." Ajak emely yang berusaha melepas pelukkan Nichol padaku.


"Jangan sentuh gw..." Ucap Nichol. "Jessi... ayo pulang..." Rengek Nichol.


"Sekarang kau tau siapa istri Nichol yang sesungguhnya..." Ucapku pada Dika.


"Hmm... Iya... Jes..." Dika tersadar. "Hah... Jessi?!" Ucapnya merasa kaget.


Aku memapah Nichol. "Ayo pulang, Nic..."


"Hey... Nichol milikku..." Ucap Emely menahanku.


Aku mengacuhkan nya,, aku melewati Emely,, dan membawa Nichol pulang.


-----------------------------▪︎□▪︎----------------------------


Nøtə :


Aku cuman mau bilang...

__ADS_1


Maaf episode ini nggak jelas,, jujur aku tuh nggak bisa bikin episode yang konflik gitu,, apa lagi ada pelakor...


Bingung sama kata²nya aku tuh🤐


__ADS_2