Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 4 MDMK


__ADS_3

Nichol membukakan pintu mobil milikku. "Turun" Ucapnya dan aku hanya diam menatapnya bingung.


"Kita mau ngapain kesini?" Tanyaku


"Makan lah, emang mau ngapain lagi?" Jawab Nichol.


"Disini?" Tanyaku sambil menunjuk ke BAR.


"Noh gw laper pengen makan.." Jawab Nichol menunjuk sebuah resto seafood yang berada disamping bar. "Buruan mau turun ngga, kalo ngga gw tinggal dimobil" Lanjut Nichol ingin menutup pintu mobil.


"eh.. iya iya" Aku turun dari mobilnya dan mengikuti Nichol dari samping. Kami duduk di salah satu meja kosong di pojok kanan. "Rame banget.." Ucapku saat melihat sekeliling.


"Mau makan apa?" Tanya Nichol sambil melambaikan tangan untuk memanggil pelayan.


"Apa aja.." Ucapku terserah tak tau ingin memakan apa.


"Hm.." Nichol memesan makanan dan minuman.


"Lu serius ngelamar gw?" Tanyaku lagi pada Nichol.


"menurut lo gw bakal main-main gitu sama pernikahan?"


"Gw ngga percaya aja" Ucapku yang masih merasa tak percaya apa yang sudah terjadi.


"Gw cuman mau nurutin kata ibu aja, karena dia mau gw nikah secepatnya.."


"Tapi umur lu masih 20 tahun, gw juga baru 19 tahun lebih dikit masih muda bet buat nikah.."


"Gw ngga permasalahin hal sepele kayak gitu, lagian lu terserah mau ngapain gw bebasin, yang penting ibuku dan ibumu punya mantu idaman.." Jawab Nichol sambil membantu pelayan menaruh makanan.


"Dih, menantu idaman lagi.. lagian emang ibuku mau punya menantu kayak lo?" Ucapku mengambil piring berisi udah dan mengupas kulit udang dan memisahkannya.


"Keliatan jelas, ibumu dan ibuku sering ngobrol.. lagian gw juga dah mapan toh ngga bakal nelantarin putri mereka.." Jawab Nichol dengan percaya diri. "Ngga perlu ada rasa dari lo ataupun persetujuan lo, asal ortu yang minta gw bakal nurutin semuanya.." Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Kalo mereka pengin cucu gimana?! Lu bakal turutin gitu tanpa minta persetujuan dari gw?" Ucapku tanpa sadar menyuapi Nichol udang yang sudah ku kupas.


"iya" Jawab Nichol sambil mengunyah dan tanpa rasa ragu.


Aku menendang nya dari bawah dan menatapnya kesal. "Gw ngga mau!"


"Ck. lu mikir kejauhan sih, lagian siapa juga yang mau buntingin lo.." Ucap Nichol dengan tatapan malas dan meledek.


"Kan gw cuman nanya!" Ucapku sambil memakan.


"Pertanyaan lo aneh, kayak lo"


"Lo bilang gw aneh?! Lo yang aneh!!" Ucapku ketus.


Kami berdiaman sangat lama dan tak ada satu kata, menikmati makanan ditengah keramaian, tak ada satupun percakapan lagi setelah percakapan terakhir tadi. Setelah selesai makan dan Nichol membayar tagihan pesanan, kami memasuki mobil.


"Mau kemana?" Tanya Nichol memecahkan keheningan.


"Terserah" Jawabku singkat.


Aku menatap jalanan yang sepi kendaraan, mungkin dikarenakan waktu yang sudah larut malam. Hingga tiba-tiba aku teringat sesuatu.


"Nic! Berhenti deh!" Ucapku membuat Nichol menghentikan mobilnya mendadak. "Ada yang kelupaan astaghfirullah!"


"Kenapa?!" Tanya Nichol yang terlihat sangat kesal.


"Toko buku yang lengkap masih buka ngga sih? Gw mau cari buku" Ucapku karena aku mengingat bahwa seharusnya malam ini aku mencari buku untuk tugas tugasku bukan malah bersantai.


"Nyusahin lu!" Umpat Nichol padaku, ia melajukan mobilnya lagi dan berbelok arah untuk mencari toko buku.


"Ya kan nama nya lupa!" Ucapku.


"Besok aja sih! Lagian sekarang dah malem mana ada yang buka" Jelas Nichol.

__ADS_1


"Ngga bisa! ngga boleh nyerah dulu sebelum usaha!" Ucapku.


Nichol terus menyetir mencari toko buku yang buka, sudah beberapa toko yang kami datangi tetapi semuanya sudah tutup dan jika ada yang buka, aku tak mendapatkan buku yang aku cari.


"Nyari buku apa sih lo? susah bener keliatannya.." Tanya Nichol.


Aku mengeluarkan hp ku dan menunjukkan sebuah foto buku yang sedang aku cari "Yang ini loh.."


"Pulang aja lah, buku kayak gini mana ada di toko buku biasa, lagian dah malem" Ucap Nichol memijat pelipisnya.


"Tapi gw butuh buat besok" Ucapku lagi membuat Nichol semakin pusing. "Kalo lu ngga mau bantu nyari gw bisa sendiri" Ucapku lalu membuka pintu mobil dan berjalan keluar.


"Heh! Balik!" Ucap Nichol dengan nada keras namun tak ku tanggapi.


Aku berdiri di samping jalan dan mencoba memberhentikan taxi, saat sudah ada taxi yang berhenti Nichol mencegahku untuk masuk.


"Maaf pak, ngga jadi" Ucapnya membuatku kesal.


"Lu apa-apaan sih!" Ucapku kesal.


"Dah gede kan lu?" Tanya Nichol membuatku semakin malas. "Masuk mobil, gw anterin balik.." Ucapnya. "Masalah buku besok gw bawain" Lanjutnya lalu aku mematuhi perintahnya.


"Cepet jalan!" Ucapku ketus.


Nichol melajukan mobilnya dan mengantarkanku untuk pulang kerumah.


"Makasih buat malam ini, hati hati" Ucapku sebelum keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah.


Aku mengintip mobil Nichol dari jendela, apakah sudah pergi atau masih ada didepan.


"Baru pulang dek?" Tanya Abangku membuatku langsung menutup gorden.


"Iya bang, ngga tidur?" Jawabku.

__ADS_1


"Ngga, mau gadang" Jawab abangku sambil meminum soda kaleng yang ia bawa. "Lu mau berdiri disitu sampe kapan? sampe Nichol telpon ngabarin usah sampe rumah ke lu?" Ledek abangku karena aku tak beranjak dari tempat.


"Apaan sih! Ini mau tidur kok gw" Ucapku lalu pergi ke kamarku.


__ADS_2