
Seharian penuh kami bertiga bersenang-senang, kami bermain di time zone, berbelanja di mall, jalan jalan mengelilingi kota yang terik sambil mencicipi berbagai makanan yang kami lihat di jalan.
"Tau ga sih, katanya kalo ada dua orang yang musuhan pasti nantinya jodoh.." Ucap Anne menyinggungku.
Aku tersenyum geram menatap tajam Anne, "Tau kok, kan udah ada testi" Jawab ku dan Christyn sambil menunjukku. "Setelah gue, tinggal lo deh" Lanjut kami membuat Anne bingung.
"Kok gue?" Tanya Anne sambil berpikir dan mengunyah makanannya.
"Ya.. kan." Aku dan Christyn saling menatap lalu menatap Anne penuh arti. "Lo ana Jack kek perangko, kagak pernah jauh hahaha" Lanjut kami menertawakan Anne yang tersedak karena mendengarnya.
Anne terbatuk-batuk, ia mengambil minumannya lalu meneguknya. "Uhuk uhuk.. Apa-apaan! itu sih gak-" Ucap Anne dengan sisa-sisa batuknya, lalu terhenti saat melihat ke arah belakang ku dan Cristyn.
"Lo kenapa?" Tanya Christyn kepada Anne.
"Eh.. Kita balik yuk! Tadi gue liat toko kue disana, gue mau beli!" Ucap Anne menunjuk ke arah kanannya.
"Lah, srius lu mau beli kue?" Tanyaku memastikan.
"Iya, kalian pasti juga gak mungkin balik bawa barang doang kan? pasti mau bawain oleh-oleh" ucap Anne masuk akal bagiku dan Christyn.
"Bener juga, yaudah yuk" Ucap Christyn menyetujui ucapan Anne.
Ntah kenapa aku merasa ada yang janggal dengan Anne. Ia seperti menyembunyikan sesuatu dan selalu berdalih saat Aku dan Christyn membahas soal Jack. Tapi aku tidak bisa memaksa Anne untuk menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi kepadanya dan Jack, Dan memaksanya untuk mengatakan apa perjanjian mereka, karena aku yakin suatu saat ia akan menjelaskannya tanpa kami minta.
.
.
__ADS_1
.
Aku pulang cukup malam, dengan sisa tenagaku aku membawa barang belanjaanku masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum, Jessi pulangg" Ucapku menaruh paperbag di lantai dan aku duduk bersender di sofa.
"Wa'alaikumsalam" Jawab Ibu, Abang dan Nichol.
"Astaghfirullah Jessi.. beli apa kamu sampai sebanyak ini? dan kenapa baru pulang?" Tanya Ibuku sambil menggelengkan kepala.
"Dugem tuh, Bun" Ucap Abang dan Nichol.
"Heh! Sembarangan! Jangan percaya, Bu! Jessi cuman main ke kota sebelah bareng Anne sama Christyn.. trus Jessi kalap beli oleh-oleh buat kalian" Jelasku sedikit ketus kepada Nichol dan Kakakku. Aku mendudukan ibu di sofa yang tadi aku duduki lalu aku duduk di bawah Ibu, dan mengambil salah satu paperbag yang ada. "Jessi beliin kue kesukaan ibu, trus ada baju batik juga.. lucu nih bu" Ucapku mengeluarkan baju corak batik yang menurutku bagus dan lucu.
"Kamu ini, bikin khawatir ibu!" Omel Ibuku.
"Maaff, tadi hp Jessi lowbat lupa di cash jadi ngga ngabarin ibu.. Maaf ya.." Jelasku memeluk Ibu sambil memanyunkan bibirku. "Nda ngga jadi panggil Om Gesha kan?" Tanyaku sambil mendongak menatap Ibuku.
"Lain kali kabarin dulu, kan ibu udah bilang berkali-kali sama kamu" Ucap Ibuku mengusap puncak kepalaku dengan lembut. "Bunda telfon Om kamu tuh buat nyampein undangan pernikahan kamu, bukan ngaduin kamu ilang" Lanjutnya membuatku lega sekaligus terkejut.
"Huft.. syukurlah.. Eh?! Bunda kok bilang Om Gesha duluuu??? Huwaaa.. Om bilang apa, Nda?"
"Katanya dia bakal dateng nanti, trus bawain kamu hadiah" Jawab Ibuku sambil membuka bingkisan yang aku bawa.
"Nda, request ke Om ga?" Tanyaku bak anak kecil yang akan merayakan ulang tahun sebentar lagi. Ibuku menggelengkan kepalanya, ia sibuk dengan bingkisan yang aku bawakan untuknya. "Besok kalo Nda calling Om Gesha bilangin, Angel mau pesawat tempur hadiah buat Angel dari Om, kalo gak kasih nanti Angel musuhan sama Om Gesha.."
"Eh buset, buat apaan pesawat tempur dek?" Tanya Bang Kevin. "Minta ae ama Nichol, dia kan kaya"
__ADS_1
"Buat nyerang Nichol kalo macem-macem, Bang" Jawabku kepada Bang Kevin. "Eh iya yak, Nichol kan banyak duid"
"Nah, minta ae ke cowo mu. mayan dek" Hasut Bang Kevin.
"Vin, Jess, Gue denger ini loh" Sahut Nichol dari arah dapur.
"Yah denger bang" Bisikku pada Kevin.
"Denger apa emang lo?" Jawab Kevin kepada Nichol.
Nichol keluar dari dapur membawa piring makanannya dan gelas minuman miliknya, "Jessi sayang gue kan" Jawab Nichol menggoda Jessi.
"Ist, apaan sih lo! Gak nyambung!" Ucapku dan Kevin secara bersamaan.
"Kok malah pada ribut?" Tanya Ibuku melerai perkelahian ku dengan Nichol.
"Tau nih, Bun. Masa mantu ibu mau di bom pale pesawat tempur.." Adu Nichol kepada Ibuku.
"Hih. Pulang gek loe!" Ucapku kesal dengan tingkah Nichol.
"Kagak, gue mo nge game ama kevin dih" Jawab Nichol membantah.
"Cowo gak boleh bantah cewe! Emang Ibu ngizinin?" Ucapku kesal sambil bertanya pada Ibuku.
"Mereka mau lembur, mending kamu beresin ini semua, balik ke kamar, kunci pintu, bersih-bersih tdus istirahat" Ucap Ibuku mengelus puncak kepalaku.
Aku menuruti apa yang ibuku perintahkan, sebelum naik ke atas, aku mengambil suapan terakhir daei Nichol, meledeknya lalu naik ke atas menuju kamarku dan menguncinya.
__ADS_1