
Sesampainya di rumah, aku langsung membereskan barang-barang. Nichol sedang menerima telepon, ntah dari siapa akupun tak tau. Tak lama ia datang menghampiri ku dengan sebuah kotak ditangannya.
"Angel, lu yang kasih ini buat gw?" Tanya Nichol.
"Apaan?" Tanya ku melihat kotak yang dipegang Nichol. "Gw nggak paketin apa-apa buat lu..."
"Trus ini? Dari siapa.."
Aku melihat-lihat isi yang ada di dalam kotak, aku menemukan sebuah foto. Aku melihatnya. "Ini..." foto kak Sherry dan Nichol.
Nichol mengambil foto itu. "Sherry?!" Ucapnya. "Dia..."
"Sorry... sebenarnya.. dia ada di tempat gw..." Ucapku ragu.
"Makanya lo nggak mau ke tempat ibu, karena lo nggak mau gw ketemu sama sherry?!" Ucap Nichol.
"Maaf..." Ucapku.
"Jessica Angelyn.. ke tempat ibu yuk.." Ucap Nichol dan aku menggeleng. "Ayo.."
"Nggak mau.." Ucapku.
"Kenapa?! kenapa lo nggak mau?!" Ucap Nichol.
"Nggak,, Nanti kak Sherry bikin drama... Ntar gw dibuang lagi..." Ucapku.
"Dia kan bukan siapa-siapa gw..."
"Tapi dia mmm..." Ucapku lalu terdiam. "Udah lah lupain..." Ucapku.
"Mmm... ke rumah ibu..." Ucap Nichol.
__ADS_1
"Ngapain?!"
"Balikin ini.." Ucap Nichol. "Yuk... abis gitu kita pergi makan..." Ucap Nichol.
"Mmmm... oke.." Akupun mengiyakan.
Kami pergi ke tempat ibu, ngembaliin barang kak Sherry, trus pergi makan. Trus nggak tau kebetulan atau sengaja, ada kak Sherry di sana.
"Eh... Angel... makan disini juga?" Tanya kak Sherry sambil duduk di sebelah Nichol.
"Iya kak..." Ucapku sambil tersenyum.
"Eh... Nichol..." Ucap nya namun Nichol tak menanggapinya. "Kenapa barangnya dibalikin?" Tanya nya dan Nichol hanya fokus pada makanannya.
"Aih... maaf ya kak dicuekin ama dia..." Ucap ku merasa canggung.
"Iya nggak apa..." Ucap nya. "Nanti pulang bareng, gimana?" Tanya kak Sherry.
"Nggak apa... nanti sekalian aja..." Ucap nya sambil minum jus nya.
Aku tersenyum canggung, lalu setelah Nichol selesai makan, ia berdiri dan menggandengku. "Lo pulang sendiri aja, gw nggak punya waktu buat nganter lo balik..." Ucap Nichol, lalu kami pergi meninggalkan caffe.
"Iihh... Nggak sopan..." Ucapku.
"Lagian basa-basi banget sih lu..." Ucap nya lalu kami pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, kami langsung berbaring di tempat tidur.
"Angel... ambilin kotak yang ada di koper gw..." Ucap Nichol.
Aku pun mengambilkannya dan memberikan nya pada Nichol.
__ADS_1
"Lu dah cek ke dokter, lu sakit apa?" Tanya Nichol.
"Belom... males ah.. orang cuman nggak enak badan..." Ucapku.
"Dih... nak aneh lu..." Ucap Nichol lalu duduk dan membuka isi kotaknya. "Lu duduk deh..." Pintanya.
"Apa itu?" Tanya ku.
Nichol memakaikan sebuah kalung dengan liontin sepasan angsa. "Cantik..." Ucap nya.
"Eh... gw kan nggak minta..." Ucapku.
"Gw tau... lu nggak bakal minta beginian sama gw, gw beliin ini, khusus buat lu..." Ucap Nichol sambil membelai rambutku.
"Buat gw?" Tanya ku.
"Iya... Maaf ya... waktu lu sidang gw nggak bisa dateng..." Ucap Nichol.
Aku menangis mendengarnya, dan membuat nya bingung. "Kenapa? kok malah nangis?" Tanya Nichol.
"Nggak suka?"
"Masih marah?"
"Bukan itu... hiks.. hiks..."
"Trus apa?" Tanya Nichol
"Sidang nya dah lama... kenapa lu baru minta maaf... hiks.. hiks..." Ucapku.
"Owh... itu... mmm... Kalungnya baru jadi, makanya gw baru sempet minta maaf..." Ucap Nichol memelukku.
__ADS_1
"Hiks... hiks... makasih buat kalungnya..." Ucapku mengeratkan pelukan.