Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 40 MDMK


__ADS_3

*Satu minggu kemudian...


"Jadi... ada urusan apa ngajak ketemuan?" Tanyaku sambil meminum minuman yang sudah ku pesan.


Jadi, setelah kejadian seminggu yang lalu...


Berita soal emely tuh jadi viral, karena dia yang terkenal anggunnya bisa bersikap nggak baik sama orang.


"Mmm... gw pengen lo jangan ganggu hidup gw..." Ucapnya.


"Oke... gw nggak bakal ganggu hidup lo, asal lo nggak ganggu rumah tangga gw..." Ucapnya. "Atau..."


"Iya... gw nggak ganggu kalian lagi kok... beneran deh..." Ucapnya.


"Gw tau lo anak baik..." Ucapku sambil senyum. "Duluan ya..." Ucapku kepadanya sambil meninggalkan caffe itu.


"Udah?" Tanya Nichol yang sudah menungguku di mobil.


"Iya..." Ucapku. "Yuk langsung ke bandara..."


"Oke..."


Kami langsung ke bandara untuk melakukan penerbangan ke singapore, seharusnya ini nichol lakukan 3 hari yang lalu, namun ia undur hingga masalahku selesai.


Kata Nichol, "Gw nggak mau pergi, sebelum msalah lu selesai..." Ucapnya 4 hari yang lalu.


*** *


*Singapore...


Setelah melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu, kami akhirnya sampai di hotel. Aku langsung menjatuhkan tubuhku ke kasur.


"Siapa yang mau beresin barang-barangnya?" Tanya Nichol.


"Nichol..." Ucapku sambil tertawa kecil. "Aaaa... aku capek pen bobo..." Rengekku.


"Mandi dulu, nanti gw beresin barang-barangnya..." Ucapnya.


"Oke... baik deh..." Akupun langsung beranjak dari posisiku menuju kamar mandi.

__ADS_1


.


.


.


30 menit kemudian...


Setelah mandi, semua barang bawaannya tertata rapi, giliran Nichol yang mandi dan aku membaca buku.


Tak lama Nichol keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan baju dan celana. Lalu ia merangkak ke atas kasur dan tidur dengan pahaku menjadi bantalannya.


Nichol terus menatapiku.


"Kenapa?" Tanyaku sambil menaruh buku


"Nggak kebayang, lu secantik ini.. trus nanti bakal punya anak, bakal kayak apa nanti anak gw?" Ucap Nichol.


"Bakal kayak ibu nya..." Ucapku.


"Ntar lu jadi kayak apa yak kalo jadi mak-emak..." Ucap Nichol.


"Masa..."


"Bodo..." Jawabku.


"Nic... besok abis meeting bareng client, temenin ke dokter ya..." Ucapku.


"Ngapain? Lu sakit apa? Parah nggak?"


"Hmm.. nggak... gw cuman mau beli obat lu, dah abis..." Ucapku.


"Owh... nanti bilang aja ke bunda, soalnya kan..."


"Iyaa... nanti ku minta bunda buat pesenin obat mu ya... asal kau tak kambuh, aku tak apa..." Ucapku..


"Iyyaaa... nggak kambuh kok..." Ucap Nichol.


"Kalo misalnya gw hamil, terus ditengah kehamilan gw, lu dapet proyek yang menguntungkan... lu pilih mana?" Ucapku.

__ADS_1


"Pilih lu ..." Tanpa ragu, ia langsung menjawab.


"Kenapa?"


"Karena gw nggak bakal bangkrut kalau gw nggak dapet proyek itu..." Ucap Nichol.


"Kalau misalnya lu harus pilih antara gw sama anak.. lu pilih mana?"


"Pilih lu..." Jawab Nichol dengan cepat. "Alasannya karena lo lebih penting dari apapun" Lanjut Nichol dengan lirih. "Gw nggak mau kehilangan lo lagi..."


"Lagi?"


"Hu'um..."


"Utututuu..." Aku membelai rambut Nichol.


"Intinya lu harus dalam pengawasan gw selama 24 jam... kalo perlu gw kirim lu ke pulang yang udah gw beli, yang penghuninya cuman lu" Ucap Nichol.


"Mm... nggak gitu juga kali..." Ucapku.


Jadi ini alasannya, kenapa Nichol nggak mau pergi duluan tanpa ku.


"Budu mamad..." Ucap Nichol.


"Nic..."


"Hmm...?"


"Gw pengen anak..." Sebelum ku melanjutkan ucapanku, Nichol sudah menyelaknya.


"Ayuk kita bikin..." Ucapnya sambil tersenyum tipis.


"Hah?" Aku bingung dengan ucapan Nichol. Ia menggunakan kode tangan. "Emang bisa?"


"Bisa lah... aku dan kamu kan satu..."


"Kelainan lu yak?" Tanyaku. "Orang gw pen anak kucing..." Ucapku.


"Owh... nggak boleh, itu tuh membahayakan... jangan mempelihara apapun.. karena hewan itu akan mati...."

__ADS_1


"Hmmm... iya deh... nggak jadi..." Ucapku.


__ADS_2