Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 11 MDMK


__ADS_3

Setelah sholat,, aku duduk di samping Nichol,,, aku memandangi dia yang sedang bermain handphone.


"Kenapa liatin gw ?" Ucap Nichol mengagetkanku. "Gak laper ? Gak mau dimakan tuh makanannya ?" Lanjutnya.


"Iya iya... nih gw makan..." Ucapku sambil mengambil makanannya. "Nic.... lo habis darimana ?" Tanyaku sambil makan.


"Penting emang buat gw jawab ?" Ucap Nichol.


"Gak sih,,, kan gw nanya..." Ucapku.


"Atau... lu belum puas tidur bareng gw ?" Tanya Nichol,, membuat wajahku memanas.


"Apaan sih ? Ya... ng... gak.. lah..." Jawabku gugup.


"Nih,,, tadi tuh gw kebangun karena ada telepon,,, eh pas liat kesamping malah ada lo,,, alamat gw bangun beneran,, trus keluar buat ngangkat telepon and jalan-jalan sebentar..." Jelas Nichol.


"Owh..."


"Kenapa lo tiba-tiba nanya gitu ? Takut gw tinggal ya..." Ucap Nichol.


"Siapa juga... orang nanya doank..." Ucapku.


"Masaa... atau jangan-jangan..." Ledek Nichol,,, membuatku tersipu malu.


"Apaan sih... nggak..." Ucapku sambil memalingkan wajah.


"Hahahaa... nggak apa coba ? Mikir apa lo..." Ucap Nichol tertawa kecil.


"Gak mikirin apa-apa..." Jawabku memalingkan wajah.

__ADS_1


"Terserah..." Ucap Nichol. "Barangnya  udah lu beresin kan ?" Tanya Nichol.


"Iya..."


"Abis makan bawa barang-barangnya,,," Ucap Nichol 


"Emang kita mau kemana ?" Tanyaku.


"Gw gak bisa lama-lama liburnya,,, kerjaan gw dah numpuk di meja..." Ucap Nichol 


"Kita mau pulang ? Bukannya jalan nya di tutup ya karena banjir ?" Tanyaku lagi 


"Iya tau,,, nah oleh karena itu,,, gw gak bakal ngajak lu..." Ucap Nichol membuatku kaget. "Udahlah ntar gw jelasin,,, sekarang ayo pergi dulu..." Ucap Nichol.


Kami pun pergi meninggalkan hotel,,, di perjalanan,, Nichol samasekali tidak mengatakan apapun,,, aku pun tidak tau dia membawaku kemana,,, aku hanya menurut saja.


"Nic,,, ini rumah siapa ?" Tanyaku.


"Rumah gw lah,,, dah yuk masuk..." Ucap Nichol.


Kami pun masuk ke dalam,,, rumah nya sangat luas namun sepi. Dia menunjukkanku sebuah kamar yang berada di lantai dua.


"Ini kamar lu,,, sebelahnya kamar gw,,, dan ruangan bawah itu ruang kerja gw,,, gw bakal lembur... jadi jangan ganggu gw..." Jelas Nichol.


"Owh... maksud lu ini toh,,, yayaya... gw paham,, kalo gitu sana... lu kerja aja, gw mau nyantai di sini..." Ucapku.


"Yee... ngusir nih..." Ucap Nichol.


"Iya... emang kenapa ?!"

__ADS_1


"Huh... awas aja,,, ntar kalo ada apa-apa gw gak mau bantu..." Ucap Nichol beranjak pergi.


"Eh.. Nic,,," panggilku mdmbuat ia menghentikan langkahnya. "Gak jadi deh,,, orang gw mau bilang baju gw abis..." Ucapku.


"Di lemari kamar ada baju,,, tapi maaf aja kalo kecil atau bukan selera lu..." Jawab Nichol lalu turun ke bawah.


Akupun mengambil salah satu baju yang ada di lemari dan memakainya. Namun,, kok bajunya minim sih,,, argh... bodo,, yang penting nyaman buat di pake.


Aku bermain di kamar,,, apa saja aku lakukan tanpa membuat bising rumah,,, lalu aku pun tidur setelah sholat isya.


Rasanya panas,,, tegang,,, badanku berkeringat,,, aku terbangun "Argh..." Teriakku membuat Nichol ke kamarku dengan buru-buru.


"Kenapa?" Tanya nya duduk di sampingku.


Aku pun langsung memeluknya. "Gw takut... hiks.. hiks..." Aku menangis di pelukkannya.


"Takut kenapa ? Lo mimpi buruk ya.. " Tanya Nichol sambil membelai rambutku.


Aku pun mengangguk. "Gw takut... takut..." Ucapku. Mimpi buruk itu mengingatkanku pada kejadian dulu.


"Udah... kan ada gw..." Ucap Nichol membuatku terasa tenang. "Sekarang tidur lagi ya..." Ucap Nichol.


"Tapi lo jangan ninggalin gw..." Ucapku.


"Iya... gw anteng di sini kok..." Ucap Nichol.


Aku berbaring,,, menjadikan paha Nichol sebagai bantal sambil merasakan setiap sentuhan tangannya saat mengusap-usap rambutku.


"Sekarang lo tidur... udah gak ada apa-apa kok..." Ucap Nichol,, akupun mulai terpejam kembali.

__ADS_1


__ADS_2