Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 30 MDMK


__ADS_3

Bali, 04.00 PM


Awalnya ku kira akan diajak kemana,, gak taunya ke bali. Ist... ini mah ngurus pernikahan,, bukan liburan... Tau ah kesel.


Aku berjalan menelusuri pantai dekat hotel.


"Jessi...." Panggil seseorang dari belakang.


Aku menengok ke belakang,, seorang pria menghampiriku. "Dony?" Ucapku merasa kaget.


"Masih inget lu sama gw? Gw kira kita nggak akan ketemu lagi..." Ucapnya.


"Ngapain lu disini?" Tanyaku.


"Gw... lagi liburan... lo sendiri ngapain disini?" Ucapnya.


"Ada acara penting yang harus gw datengin..." Jawabku. "Bareng siapa lu disini?" Tanyaku.


"Manusia..." Jawabnya.


"Iya lh manusia... masa setan..." Ucapku.


"Lo sendiri?" Tanya Dony.


"Bareng orang..." Jawabku.


"Owh..."


"Mmm... Jess..." Panggil Dony ragu.


"Ya?"


"Gw.. gw masih suka sama lo..." Ucapnya.


"Gw kira lo udah move on dari gw..." Ucapku.


"Jadi?"


"Jadi apaan?" Tanyaku.


"Apa jawaban lu?"


"Masih sama jawaban gw sama kayak yg dulu... nggak.." Jawabku lalu mendahuluinya.


"Kenapa?" Tanyanya, menyusulku.

__ADS_1


"Gw... nolak lu, mending gak usah ngarepin gw lagi..." Ucapku.


Tak lama Nichol sambil menggendong bayi,, aku langsung menghampirinya... mengambil alih gendongan bayinya.


Seperti dugaanku, dony menghampiriku dan bertanya....


"Nichol? Bayi siapa?" Tanya Dony.


"Dony? Oh.. ini bayi..." Aku membungkam mulut Nichol.


"Ini anak gw,, kenapa?" Ucapku.


"Kalian..."


"Iyah... kenapa?"


"Owh... Kalo gitu gw duluan ya,, istri gw dah nunggu nieh..." Ucap Dony langsung pergi.


"Dasar kadal,, udah tau punya istri masih nyari cewe..." Umpatku,, lalu berjalan sambil menimang bayinya.


Tiba-tiba Nichol menarikku hingga aku jatuh kepelukannya.


"Apaan sih?! Klo bayinya kenapa-napa gimana?" Ucapku dengan nada tinggi.


"Lo bilang ini siapa?" Tanyanya.


Nichol mengambil alih gendongan bayi dariku. "Ponakan gw,, lu anggap anak sendiri..." Ucapnya.


"Tapikan..." Aku bingung harus jawab apa. "Tapikan gw belom punya anak..." Ucapku. "Minjem doank..." Lanjutkan.


"Minjem-minjem... lo kira barang?!" Ucap Nichol.


Aku menundukkan kepala.


"Yo dah lupain..." Ucap Nichol.


"Mm.. boleh gak... kalo.. gw gendong bayinya..." Ucapku.


"Nih..." Nichol menyerahkan bayinya padaku.


"Uwaaa... imut banget..." Ucapku sambil menimangnya. "Namanya siapa?" Tanyaku.


"Gabriel..." Jawab Nichol.


"Aaa... jadi pengen..." Ucapku.

__ADS_1


"Nanti malem ajah..." Bisik Nichol.


"Iyah... eh.. nggak-nggak..." Ucapku.


"Hahahaaa... kirain mau gitu..." Ucap Nichol sambil tertawa.


"Nggak mau..." Ucapku.


"Mau makan?" Ucap Nichol.


"Bentar… lu ngajak gw makan,, ujungnya bakal lama.." Ucapku.


"Nah trus?"


"Nah nanti emang gabriel gak dicariin?" Tanyaku.


"Nggak..."


"Jaketnya gabriel mana?"


"Ini..." Nichol memberikan jaket bayi yang cukup tebal, aku mengambilnya dan memakaikannya pada gabriel. "Trus sekarang masalahnya apa lagi?" Tanya Nichol.


"Kalo nangis minta susu gimana?" Tanyaku lagi.


"Kan lu punya,, pake aja punya lu..." Jawab Nichol.


Aku mencubit lengan Nichol, sampai ia merintih kesakitan. "Hist... tuh ngomongnya enak banget ya? Punya gw mana keluar ASI-nya..." Omelku.


"Boong ah..." Ucap Nichol.


"Gak percaya banget sih lu..."


"Sini gw coba..." Ucap Nichol.


"Enak aja..."


"Dasar pelit..." Ucap Nichol.


"Gosah aneh-aneh deh lu..." Ucapku.


"Iya iya... gw gak bakal lama kok,, cuman ngajak lu makan..." Ucap Nichol.


"Oke... ayo makan..." Ucapku.


Kamipun makan sambil membawa bayi gabriel, seperti sebuah keluarga yang lengkap kalo dilihat dari sisi mata orang yang melihat kami.

__ADS_1


Setelah makan, kami langsung kembali ke hotel. Karena tidak baik pulang malam. apalagi membawa seorang bayi.


__ADS_2