Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 21 MDMK


__ADS_3

"Eh... kemana?" Tanyaku sambil menyamakan langkah Nichol.


"Temenin gw jalan-jalan..." Ucap nichol.


Kamipun jalan bersama mengelilingi mall. Tak sengaja aku melihat kalung yang indah, ingin sekali aku membelinya, tapi aku mengurungkan niatku untuk tidak membelinya.


Tiba-tiba Nichol berhenti, "Tunggu sini..." Ucap Nichol lalu pergi.


"Lah masa gw sendiri.." Gerutuku.


Tak lama Nichol kembali.


"Dah yuk..." Nichol mengajakku jalan lagi.


"Lu abis darimana?" Tanyaku sambil jalan.


"Abis dari toilet..." Jawabnya. "Mau beli apa?" Tanya Nichol.


"Thai tea..." Jawabku.


"Rasa?"


"Macha..." jawabku, setelah itu Nichol membelikan thai tea pesananku. Saat Nichol sedang membelikanku thai tea, Tiba-tiba ibuku menelponku.


"Wa'alaikumsalam, iya kenapa, ma?" Jawabku.


"..."


"Kok dadakan sih? Jessi kan jadinya gak bisa nganter mama ke bandara...." Ucapku.


"..."


"Hmm... Kak Alnard gak ikut kan?"


"..."


"Owh... berapa hari mama dibali...?"


"..."


"Mm... oke... Mama hati-hati ya..."


"..."

__ADS_1


"Iya mah,, Jessi bakal jaga diri dan semoga sih... gak bikin masalah...'' Jawabku.


"..."


"Owh... oke, Wa'alaikumsalam, dah mah..." Ucapku sebelum mematikan telepon. Jadi tuh ibuku telepon ngabarin, kalau dia pergi ke bali buat persiapan pernikahanku, biasalah... anaknya yang mau nikah, orang tua yang ribet. Nah, jadi aku di Jakarta cuman sama kak Alnard, aku bakal tinggal di apartement, gak mau bareng kak Alnard, alasannya gak mau jadi nyamuk pas kak Alnard bawa cewenya ke rumah.


Nah, abis telepon aku menghampiri Nichol.


"Siapa?" Tanya Nichol memberikanku thai tea.


"Kepo..." Ucapku, mengambil thai tea yang ada ditangan Nichol.


"Dih... gw tanya baik-baik, jawabnya malah gitu..." Ucapnya.


"Mau tau tadi telepon dari siapa?" Ucapku.


"Hmmm..."


"Gw kasih tau nih... tadi tuh telepon dari orang yang paling gw sayang..." Jawabku.


"Mama?" Ucapnya dan aku hanya mengangguk. "Kalo gw?" Ucap Nichol.


"Ummm.... sayang gak ya..." Ucapku sambil berfikir. "Eh... Nichol... beli crepes yuk..." Ajakku mengalihkan pembicaraan. "Abis gitu temenin bikin skipsi..." Lanjutku.


Sesampainya di apartemen, aku bingung kenapa pintunya tidak terkunci, aku masuk dan mengeceknya, dan ternyata...


"Kak Alnard?!" Pekikku. "Kok disini sih?? nama bawa cewe lu lagi..." Ucapku kesal, karena kak alnard bersama pacarnya ada di apartemen.


"Nah lu sendiri mau ngapain emang, bawa-bawa nichol?" Tanya kakakku.


"Ngerjain skripsi... Gw minta tolong buat dibantuin..." Jawabku.


"Yakin kalian gak bakal macem-macem?" Tanya nya kepadaku dan Nichol.


"Enggak..." Jawabku dan Nichol bersamaan.


"Nah kan..." Ucap kak alnard.


"Dih... harusnya lu bilang iya..." Ucapku pada Nichol.


"Lah kok gw yang salah..." Ucap Nichol.


"Ya emang elu..." Jawabku.

__ADS_1


"Hmm... Yain..."


"Udah-udah... kok malah berantem..." Ucap kak alnard.


"Siapa yang berantem..." Jawab aku.


"Nah tadi?" Ucap kak Alnad


"Cuman bilangin pake nada tinggi...'' Jawabku.


"Yaudah... gini aja, kita bikin kesepakatan..." Ucap kak alnard.


"Apa?" Tanyaku.


"Kan mama lagi ke bali, kita bikin kesepakatan... Gw tinggal di apartemen dan Lo tinggal di rumah... Gw gak bakal ganggu lu dan lu gak boleh ganggu gw... setuju gak?" Ucap kakakku.


"Oke, gw setuju..." Jawabku.


"Dan buat lu nichol..." Ucap kak Alnard pada Nichol.


"Gw?"


"Iya elu,,, masa tembok..." Ucap kakakku.


"Owh... kesepakatannya gini, gw tinggal bareng adek lu, lu tinggal bareng pacar lu... apapun yang lu lakuin ke pacar lu, gw lakuin ke adek lu, gw anter jemput dia, apapun kesalahan yang dia buat itu jadi urusan gw... Deal?" Jelas Nichol. "Oke, kita deal..." Belum kak alnard menjawab Nichol sudah terlebih dulu menjawabnya.


"Et... tunggu... keenakan lu donk? gw ngelakuin apa ke pacar gw lu ikut juga..." Bantah kak alnard.


"Yap... jadi lu harus berperilaku yang baik sama cewek lu, karena itu berpengaruh sama adek lu..." Ucap Nichol.


"Lah... lu tinggal serumah belum mukhrim oy..." Ucap kak alnard.


"Lu berhubungan sama pacar lu aja belum mukhrim, lah gw? mau dia bunting duluan besok gw nikah..." Balas Nichol. Mendengar itu aku memukul kepala Nichol. "Aww... napa sih mukul mukul..." Tanyanya mengelus bagian yang aku pukul.


"Kalo ngomong asal ceplos..." Pekikku.


"Lah... terserah gw lah... mending lu pikirin nasib lu yang ada ditangan kakakku..." Jawabnya.


"Kak..." Aku memelas pada kakakku.


"Oke... oke... Gw gak bakal aneh-aneh sama Qyla..." Ucap kak Alnard.


"Oke, makasih kak,,, kalo gitu aku pulang dulu... selamat menikmati hari..." Ucapku lalu keluar dari apartemen bersama Nichol.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk pulang ke rumah bersama Nichol.


__ADS_2