Menikah Dengan Musuh Kesayangan

Menikah Dengan Musuh Kesayangan
eps. 10 MDMK


__ADS_3

Setelah itu kami berkeliling kota dieng,,, mengunjungi satu persatu tempat wisata,, toko,,, dan makanan yang ada di sana.


"Hmmm.... ini enak banget..." Ucapku saat mencicipi salah satu makanan. "Bu... satu lagi ya..." Ucapku.


"Siap neng..." Ucap si ibu penjual.


"Rakus banget lu,,, nih seporsi aja dah banyak, nambah lagi..." Protes Nichol.


"Ya terserah gw lah..." Ucapku sambil menikmati makanan.


"Eh... gw mau ngomong sesuatu,,, dengerin ya..." Ucap Nichol seperti serius.


"Iya apa..." Ucapku.


"Gw... sebenernya... suka... sama... lll" Ucap Nichol terpotong saat makanan datang.


"Makasih bu..." Ucapku. "Tadi gimana-gimana... lu suka sama ?" Tanyaku pada Nichol.


"Udah lupain aja..." Ucap Nichol kesal.


"Bener nih..." Ucapku meyakinkan, namun tak mendapat respon dari Nichol.


*Ddrrttzz... (HP ku bergetar)


Aku menghentikan makan dan mengangkat telepon. Telepon itu dari Bella..


'Assalamualaikum,, kk'


"Wa'alaikusallam,,, Ya.. bel ada apa ?" Tanyaku


'Kk,,, Aku balik ke Turki tadi malam,,, soalnya kalau gak aku gak dapat penerbangan,, jadi tolong sampein ke Bude ya...' Jelas Bella dari seberang.


"Oke bel,,, Jaga diri ya..." Ucap ku.


'Iya,, kak... udah dulu ya... Wassalamu'alaikum...' Ucap Bella sebelum mematikan telepon.

__ADS_1


"Wa'alaikumsallam..." Jawabku.


Aku pun langsung menelpon ibu.


"Assalamu'alaikum..."


'Wa'alaikumsallam,,,'


"Mam,,, Bella udah balik ke turki, dan Jessi juga minta maaf gak bisa ngerayain tahun baru bareng ibu sama kakak..." Ucapku.


'Gak apa, nak... Oiya, kamu dimana sekarang ? Trus sama siapa ? Kapan pulangnya ?'


''Sama Nichol, Ma... lagi keliling..." Jawabku. "Nanti sore baru balik..." Lanjutku.


'Jangan, nak...'


"Kenapa, Ma ?" Tanyaku.


'Jalannya di tutup semua, soalnya banjir...'


'Alhamdulillah,, gak apa sih,, cuman ya gitu... lantai satu kebanjiran...'


"Syukur lah kalau gitu..." Ucapku lega.


'Jadi kamu undur kepulanganmu ya,,, kamu jaga diri... jaga jarak sama Nichol, inget belum mukhrim....' Jelas ibuku.


"Iya, ma... Jessi tau kok..." Ucapku.


'Udah dulu ya nak,,, mama mau masak...'


"Kan dapurnya ke rendem..." Ucapku.


'Dapur gak cuman ada di lantai satu doank kali,, kan masih ada di lantai dua..."


"Oiya.. lupa... hehehee" Ucapku terkekeh.

__ADS_1


'Hmm... kamu ya,, ya udah... Wassalamu'alaikum...'


"Waalaikumsallam..." Jawab ku menutup telepon.


Akupun melanjutkan makan. "Nic,, kita gak bisa pulang sekarang,, jakarta banjir..." Ucapku.


"Hmmm... habisin makanan lu,, abis itu kita langsung balik..." Ucap Nichol.


"Ok..."


Aku menghabiskan makanan, lalu membayarnya, setelah itu balik ke hotel.


Sesampainya di hotel, Nichol mandi sedangkan aku beres-beres barang. Nichol selesai mandi dan istirahat, aku mandi.


30 menit untuk ritual mandiku,, aku keluar menggunakan sweater warna putih dan kulot warna hitam.


Lalu aku duduk bersender di ranjang sebelah Nichol sambil membaca Novel, tanpa ku sadari aku tertidur pulas di samping Nichol.


.


.


.


Aku meraba kesebelahku,,, rasanya kosong tak ada apapun. Akupun terbangun dan melihat kelilingku,, hari sudah sore,, tapi kenapa kosong ya... kemana Nichol ?


Aku terduduk dan bengong sebentar,,, tak lama pintu hotel terbuka,,, nampak Nichol masuk dengan membawa kantong plastik berisi makanan.


"Kalo mau tidur diranjang tuh bilang,,, atau gak bangunin gw... ini malah asal tidur aja,,, belom mukhrim tau gak..." Ucap Nichol kesal.


"Iya iya... maap,, kan gw ketiduran..." Ucapku sambil menunduk.


"Kalau gitu bangun,, mandi,, sholat ashar dulu abis itu makan..." Ucap Nichol.


Tanpa menjawabnya,, aku bergegas bangun dan melakukan apa yang di suruh Nichol.

__ADS_1


__ADS_2