
Keesokkan harinya...
Aku bangun lebih awal. Aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, Aku mandi dan bersiap-siap, Mmm... peke baju apa ya aku hari ini? Pakai yg ini aja dehπππ
Yap, baju udah, tinggal beresin rumah, bikin sarapan, sama ngurus Nichol trus langsung berangkat deh.
"Lalalalaaa..."Aku bernyanyi sambil membuat sarapan, untuk sarapan aku hanya membuat sandwich dan susu. Setelah itu aku ke kamar Nichol untuk membangunkannya.
Aku membuka jendela kamar, "Nic, bangun... dah pagi..." Ucapku.
"Humph... kepagian ini..." Lirihnya dengan suara serak.
"Ya udah si gak papa..." Jawabku sambil menyiapkan baju untuk dia. "Lu ngantor kagak?" Tanyaku.
"Gak ah, pengen lanjut tidur gw..." Ucapnya lalu memeluk guling dan tertidur lagi.
"Kok gitu sih..." Aku meletakkan bajunya lagi dilemari dan menghampirinya, aku duduk dipinggir kasur. "Bangun lu... Nichol... Bangun...." Ucapku sambil menepuk-nepuk pipi Nichol.
"Uumm... bentar... lima menit lagi..." Ucapnya, aku mengusili dia hingga dia merasa risih, "Diem... Jessi lima menit doank..." Ucapnya.
"Bangun makanya..." Ucapku sambil mengunyel-unyel pipinya. "Oke... kalo lu gak mau bangun..." Aku berhenti dan beranjak dari tempatku.
Tiba-tiba tanganku ditarik, hingga aku jatuh ke atasnya. "Marah nih?" Tanyanya.
"Gak kok..." Jawabku sambil memendamkan wajahku yang merah karena malu di dada Nichol.
"Masaa..." Ucapnya memutar posisi, sekarang aku berada di bawahnya.
"Iya... bener..." Jawabku.
"Kasur ini sangat lebar, mudah untukku melahapmu..." Bisiknya.
"Apaan sih..." Pekikku.
__ADS_1
" Lihat lah kelakuan abangmu ini, padahal baru hsri pertama..." Ucapnya sambil memperlihatkan rekaman CCTV,
"Kok,.." Aku bingung, bagaimana dia bisa memasang kamera dikamar apartement, trus ini... ya ampun... abang gw kok tega, jahat emang dia mah...
"Jadi apakah kau ingin membalas dendam?" Tanyanya dan aku mengangguk. "Lu telpon abang lu sekarang, trus pura-pura ngelakuin kayak dia..." Lanjutnya.
"Ngelakuinnya apa?" Tanyaku.
"Lu tinggal ngedesah aja... lu bisa gak?" Ucapnya.
"Ya gimana gw ngedesah, ogeb...?" Tanyaku.
"Cepet telpon abang lu..." Perintahnya, lalu dia beraksi.
"Aaarrg... apa yang lo... lakuin? ugh..." Tanyaku kaget.
"Lagian lu lama sih,,, udah kesambung belum?" Ucapnya.
"Inih... ud.. daah... ugh..." Jawabku.
"Nah bagus..." Ucap Nichol.
"Kakh... ugh... ud... dah... Jessih... nih yang ter.. siksa..." Ucapku terbata-bata.
"Tapi nanggung Jess, Dikit lagi..." Ucapnya.
"Demi... jessih.. kak..." Ucapku.
"Oke.. oke... kak berhenti.."
"Bener... yah... awash... kalok... boong..."
"Iya..." Setelah itu aku mematikan telepon.
"Bagus, sayang, aku suka aktingmu..." Ucap Nichol sambil tersenyum smirk.
__ADS_1
"Udah... soal itu ntar aja mujinya, obatin dulu tangan gw, sakit tau..." Ucapku menahan perih.
"Maaf... gak niat tapi sengaja..." Ucap Nichol langsung mengobati tanganku.
Gila sih, ini sakit banget luka yang dia buat.
"Nah... udah nih..." Ucapnya, dia memperban lukaku dengan rapih. "Masih sakit?" Tanyanya.
"Lumayan dah mendingan, gak kayak tadi sakit banget..." Jawabku.
"Ya lagian... kakak lu ada-ada aja, udah dibilang jangan aneh-aneh, tapi dia gak bisa jaga nafsu nya..." Ucap Nichol.
"Ya udah... sono mandi, siap-siap lu ke kantor..." Ucapku.
"Lu ikut ke kantor gw kan?" Tanyanya.
"Kan gw mau ke kampus..." Jawabku.
"Pulang jam?" Tanya Nichol.
"Mmm... paling... 11.30..." Jawabku.
"Owh..."
"Udah gih... sono mandi,," Ucapku sambil memukul Nichol menggunakan bantal.
"Iya... iya..." Ucapnya, beranjak dari tempatnya lalu pergi ke kamar mandi.
"Ist... penampilan gw jadi acak-acakan gegara tingkah dia..." Aku membereskan penampilanku. Aku membereskan tempat tidur, menyiapkan baju untuk nichol, lalu aku turun menunggu Nichol, dan aku membuat bekal makan.
.
.
.
__ADS_1
*Author:
Hayooo... siapa yang ambigu? wkwkwk...