
Jakarta, 18.30 WIB
Aku berkumpul dengan teman-temanku, setelah sholat maghrib.
"Oi... jess..." Seseorang meneriaki ku. Aku menghentikan latihanku, "Udah dulu lah,, mending makan dulu nih..." Lanjutnya.
Aku menghampiri teman-temanku setelah memarkirkan motorku.
"Tambah jago lu... diajarin sama siapa? Nichol ya?" Ucapnya.
"Apaan sih... gak juga kali..." Jawabku.
"Yee... ngomong aja iya,, susah banget perasaan..." Ucap Ryan.
"Iya... iya... ist... gw kira tahun 2020 lo semua berubah tapi ternyata nggak..." Ucapku kesal.
"Walau ngeselin tapi asikkan..." Ucap Christyn.
"Iya sih..." Ucapku sambil meringis. "Dah yuk makan..." Tawarku.
"Loh kok..." Kami semua melirik kepiring yang kosong. "Makanannya mana?" Ucapku, lalu kami melirik ke depan. "Anne?" Ucap kami kaget, ia menatap kami sambil tersenyum dengan keadaan masih mengunyah.
"Hai..." Sapanya sambil melambaikan tangan yang memegang gorengan.
"Hmmm..." Kami menatapnya tajam.
"Maaf..." Ucapnya sambil tersenyum.
"Udah... udah... nih gw ganti..." Ucap Jack memberikan banyak kantong makanan.
"Wih... kesambet apa lo ngasih kek gini? Jarang-jarang loh..."Ucap Ryan.
"Kesambet cintanya Anne..." Jawabku dan Christyn bersama, lalu kami tertawa.
"Apaan sih?!" Ucapnya kesal.
__ADS_1
"Makasih loh..." Ucap semua.
"Yoi..."
"Gw mana?" Ucap Anne memelas.
"Gak usah masang muka kek gitu..." Ucap Jack sambil memberikan Anne sekantong makanan.
"Oke..." Anne mengambil kantong makanannya lalu duduk dekatku.
Aku mengintip makanan Anne. "Sayuran? Buah-buahan?" Ucapku bingung saat melihat makanan yang diberikan Jack pada Anne. "Lu sejak kapan makan ini?" Tanyaku.
"Sejak ikut dia..." Jawab Anne.
"Lu terima aja gitu?" Tanyaku lagi.
"Iya,, kalo nggak gw bisa jadi anak ilang di luar negeri..." Jawabnya.
"Owh..."
Tiba-tiba handphone ku bergetar, nama 'My Husband' (Nichol) terpampang di layar hpku.
Aku menjauh dari kerumunan dan menjawab teleponnya.
"Ya... Hallo..."
"...."
"Kok bisa? Sekarang kalian dimana?"
"..."
"Oke... saya kesana..." Ucapku mematikan telepon.
Aku mendekat teman-temanku, "Gw cabut dulu ya..." Ucapku.
__ADS_1
"Loh kenapa?" Tanya mereka.
"Ada urusan... Dah semua..." Ucapku lalu aku langsung pergi ke tempat yang sudah dikirimkan.
.
.
.
Club, pukul 21.00
Sebelum masuk ke dalam aku mengabari ibuku terlebih dulu.
"Assalamu'alaikum, Ma... Malam ini aku menginap di apartemenku, jadi mama tidak perlu menungguku..." Ucapku.
"Wa'alaikumsalam... Oh gitu ya,, Oke..." Jawab ibuku.
"Ya udah ya,, aku masih banyak kerjaan..." Ucapku, Aku mengucapkan salam lalu mematikan sambungan telepon ibuku.
Aku masuk ke dalam, berisik banget, aku masuk ke ruangan tempat Nichol berkumpul. Aku melihat Nichol dengan keadaan mabuk dan memegang botol.
Aku menghampiri dia, aku merebut botol yang ia pegang, "Nichol!!!" Bentakku.
Ia menatapku kaget, "Kok lu bisa disini?" Tanyanya. Lalu ia menatap teman-temannya, "Siapa yang manggil dia?" Tanya Nichol kepada teman-temannya dengan nada tinggi.
"Maaf, bro... gw khawatur sama lo yang gak berhenti minum, jadi gw manggil dia.
"Bego lo..." Umpatnya kesal.
"Udah selesai ngomelnya?" Tanyaku, aku menarik Nichol keluar dari club dan membawanya pulang ke apartemen dia.
Aku menidurkannya di ranjang, "Nyusahin lu... Pake acara ngumpul..." Omelku sambil melepas sepatunya. "Besok kalo lu nyalahin temen lu lagi kayak tadi, gw tampol lu..." Omelku lagi sambil membenarkan tidurnya.
Tiba-tiba Nichol menarikku membuatku jatuh di atas tubuhnya, "Ngomel-ngomel mulu, nanti cepet tua loh..." Ucapnya, aku menatap nya. "Jess... tau gak?" Tanyanya sambil merapikan rambutku.
__ADS_1
"A... apa...?" Tanyaku gagu.
"Lo..."