
"Karena apa?" Tanya Nichol lagi.
"Karena... mm..."
"Perasaan?" Tanya Nichol dan aku mengangguk. "Jalanin aja dulu... Biar tau jawabannya..." Ucap Nichol.
"Nggak mau..." Bantahku.
"Nggak ada penolakan..." Ucap Nichol.
"Lo nggak ngasih gw kepastian,,, gw gak mau..." Ucapku.
"Kan gw dah ngajak lu nikah... gw turutin kemauan lo... mau apa lagi..." Ucap Nichol.
"Rasa... Lo nggak ngasih tau perasaan lo ke gw,, gimana gw mau yakinin diri sendiri..." Jawabku.
"Lo kenapa sih? Coba cerita kalo lu tau sesuatu..." Ucap Nichol.
"Adel siapa?" Tanyaku.
"Adel? Adel mana?"
"Yang tadi malem hubungin lo..."
"Emang kenapa? lo gak suka?" Ucap Nichol.
"Ya nggak lah... tadi malem pas lu tidur di telpon..."
"Trus lu yang jawab?" Tanya Nichol dan aku hanya mengangguk. "Lancang kamu ya..." Ucap Nichol terlihat marah,, sepertinya ia akan memukulku.
"Maaf nggak sengaja..." Ucapku.
"Bilang apa dia?" Tanya Nichol.
"Sayang,, kirimin aku uang..." Gitu katanya.
"Hummm..."
"Dia cewe lu kan?" Tanyaku.
"Nih..." Nichol menyerahkan handphonenya padaku.
"Cemburu kan lu? terserah lu mau apain nomornya..." Ucap Nichol.
"Hmm?? boleh?" Tanyaku dan Nichol mengangguk. Aku memblokir dan menghapus nomornya. "Ini..."
"Gaji terakhir buat dia..." Bisik Nichol sambil mengecup keningku.
"Hah? gaji terakhir?" Tanyaku. "Dia..."
"Anak magang..."
"Humm... trus kalo anak magang kenapa manggil lu sayang trus minta uang lagi?" Tanyaku.
"Maksud gw anak magang di bar gw,,, dia minta gaji lebih awal..." Jawab Nichol.
"Bar? Lo..."
__ADS_1
"Sstt... kapan-kapan gw ajak lu...'' Ucap Nichol. "Ngajak doank,,, gak nyuruh lu kerja kok disana..." Ucap Nichol.
Aku menatap Nichol penuh tanda tanya.
"Hmmm... Lupain... Mending jalan lagi..." Ucap Nichol pasrah.
"Lu sering ke bar?" Tanyaku sambil jalan.
"Dulu sering..." Jawab Nichol.
"Sekarang?" Tanyaku.
"Jarang..."
"Kenapa?" Tanyaku.
"Males..."
"Owh... Nic..."
"Hmmm...."
"Laper..."
"Mau makan apa?" Tanya Nichol.
"Umm... Apa aja..."
Nichol membawaku ke restoran,,, kami memesan makanan...
"Nic... lu punya tempat tinggal di bali?" Tanyaku.
"Owh..."
Tak lama pesanan kami datang,, kami makan terlebih dahulu sebelu melanjutkan perjalanan lagi.
Setelah makan kami lanjut berkeliling lagi...
"Nic..."
"Hmmm..."
"Lu pernah hamilin anak orang?" Tanyaku ngelantur membuat Nichol tersedak.
"Nggak... tapi mau coba..." Ucap Nichol.
''Hah???"
"Pengen nyoba hamilin anak orang gw..." Ucap Nichol.
"Ist... Dah mau nikah malah mau nyoba..." Ucapku kesal.
"Lah... lagian aneh-aneh aja lu nanya..." Ucapnya.
"Hist... kan gw cuman ngasal nanya..." Ucapku.
*Dddrrrtttzz...
__ADS_1
''Bentar gw ngangkat telpon dulu..." Ucap Nichol.
Aku menunggu Nichol dengan melihat-lihat sekitar. Tak lama Nichol kembali.
"Udah?" Tanyaku.
"Iya..." Jawab Nichol. "Mau balik atau..."
"Umm... gw pen liat rumah lu..." Ucapku.
"Bener mau liat??" Tanyanya.
"Iya..."
"Mmm..."
"Gak boleh ya? tau ada sesuatu..." Tanyaku.
"Boleh..." Ucap Nichol.
"Yo dah yuk..."
Nichol membawaku kesebuah rumah megah... suasana sejuk, halaman luas, nyaman dipandang.
"Suka?" Tanya Nichol dan aku mengangguk. "Mau liat kedalam?"
"Iya.."
Nichol mengajakku berkeliling rumahnya,,
"Ruang musik?"
"Iya..."
"Lu suka musik?"
"Iya,,, cuman jarang gw mainin,, semenjak masuk kuliah dan punya perusahaan..." Ucap Nichol.
"Mainin donk..." Pintaku.
"Oke..." Nichol mengambil gitar,, lalu kami duduk di sofa.
Ia mulai memetik senar gitar hingga mengeluarkan nada sebuah lagu.
Aku menikmati lagu yang dinyanyikan Nichol,, Ia bernyanyi sampai selesai. Selesai dari ruang musik kami lanjut menelusuri kamar.
"Ini kamar gw..." Ucap Nichol.
"Wow..." Aku tertegun melihatnya.
Nichol berbaring di kasur sedangkan ku melihat-lihat perabotan yang ada dikamarnya.
"Gimana kalo gw ngerjain skripsinya disini???" Ucapku sambil menghampiri Nichol dan duduk disebelahnya.
"Terserah lu..."
"Beneran?" Tanyaku meyakinkan.
__ADS_1
"Ya... mending sekarang lu istirahat,, gw tau lu pasti capek...." Ucap Nichol
Aku pun menurut pada Nichol,, aku tidur di sebelah Nichol sambil memeluk guling.