
Keesokan harinya...
Dengan malas aku bangun dan bersiap-siap untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Nichol bangun dan turun menghampiri ku yang sedang menyiapkan sarapan.
"Morning.." Sapanya sambil memelukku dari belakang dan mengecup keningku.
"Too.." Jawabku.
"Umm..."
"Kenapa?" Tanya ku.
"Temenin kerja.." Ucapnya.
"Tapi... gw..."
"Nggak boleh cari alasan... ikut..." Ucap Nichol.
"Iya.. ikut ya ikut ah..." Ucapku.
Setelah sarapan, kami pergi ke perusahaan bersama.
Aku menemani Nichol bekerja.
"Nic... gw mau ke caffe bentar ya..." Ucapku.
"Iya... jangan lama-lama..."
Setelah itu aku pergi meninggalkan perusahaan dan pergi ke caffe.
Sesampainya di caffe aku langsung masuk ke dalam.
"What's the matter?" Tanya ku.
"Mrs, I took the time to go home, and I got word that my mother was having seizures..." Ucap Chika salah satu pelayan caffe ku. "But my work is not finished...."
"Mmm... You go home, I'll take care of your job.." Ucapku.
"But..."
__ADS_1
"Your mother is more important..." Ucapku.
"Thank you, mrs..." Ucapnya lalu pergi.
Aku menggantikan posisi chika, aku melayani pelanggan satu per satu, hingga seorang wanita yang ingin ku layani angkat bicara.
"What's you name?" Tanya nya.
"Angel..." Jawabku.
"Eit's... bukannya ini gadis yang mengaku istri tuan Nicholas?" Ucapnya sambil mengangkat daguku
"Hmm?" Aku menatap nya.
"Yang merasa hebat tapi nyatanya hanya seorang pelayan caffe..." Ucapnya. "Pasti kau sangat kesusahan melamar di caffe ternama ini..." Ucapnya. "Sekarang layani aku dengan baik, nona angel..." Ucapnya.
"Ada yang ingin anda pesan?" Tanya ku dengan sopan.
"Aku ingin minum ini..." Ucapnya sambil menunjuk salah satu minuman yang ada di menu.
"Ada lagi?" Tanya ku sambil mencatatnya.
Aku mengambil pesanannya...
"Mrs... biar saya saja yang mengantarkannya..." Ucap Lola.
"Tidak perlu,, kamu urus saja pelanggan yang lain.." Jawabku sambil membawakan minum ke meja Emely
Emely meminumnya lalu menyemburkan nya kepadaku.
"What?! Apa yang kau lakukan?!" Ucapku sambil membersihkan bajuku.
"Tentu saja mengeluarkan air yang ku minum,, jus ini sangat aneh.. apa yang kau masukkan ke dalam nya..." Ucapnya.
"Aku tidak memasukkan apa-apa..."
"Coba kau cicipi sendiri..." Ucapnya.
Aku meminum jus-nya, tetapi dia sengaja menyenggol gelasnya, membuat semua isinya tumpah ke bajuku.
__ADS_1
"Ups.. aku tidak sengaja..." Ucapnya lalu pergi.
"Nona emely yang terhormat... yang terkenal dengan keanggunan nya... artis papan atas yang membintangi film ternama..." Ucapku dengan lantang membuatnya berbalik melihatku, aku tak perduli pengunjung caffeku memandangi ku. "Anda mendapat penggasilan yang besar dengan menjadi seorang bintang, tetapi anda memiliki sifat dan pemikiran yang rendahan..." Ucapnya.
"Apa masalahmu?" Tanya nya.
"Anda belum membayar minumannya?"
"Aku tidak meminumnya..."
"Heh... tapi kau memesannya... jadi kau harus membayarnya... atau... kau ke caffe ini tetapi tidak memiliki uang?" Ucapku sambil duduk. "Akhir-akhir ini kau kan sepi kontrak..." Ucap ku lalu menghampiri nya. "Jangan membuat dirimu malu sendiri..." Bisikku.
"Baik lah akan ku bayar..." Ucapnya mengambil uang di dompetnya.
Aku mengambil uangnya. "Thank you... and... jaga sikapmu yang amat sangat minus ini..." Ucapku lalu kembali.
Aku mengganti pakaianku lalu menelpon Nichol untuk menjemputku di caffe. Tak lama ia datang, kami pulang.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Nichol.
"Hanya sedikit memberi pelajaran kepada seekor serangga kecil..." Jawabku.
"Hah?"
"Sstt... istrimu ini akan terkenal nanti..." Ucapku. "Jadi jaga aku ya, takutnya nanti aku terculik oleh serangga..." Ucapku berbisik padanya.
"Terserah padamu..." Ucap Nichol.
"Ppfft... udah ah... yuk pulang, ku masakkan makan siang..." Ucapku
"Kebetulan gw dah laper..." Ucap Nichol.
"Mau makan apa?" Tanya ku
"Aku menginginkan tubuhmu ini sayang..." Ucap Nichol sambil merabaku.
"Ini di mobil..."
"Iya iya..." Ucapnya lalu kita pulang.
__ADS_1