
Ana Humaira gadis 18 tahun yang baru lulus SMA itu harus merasakan kenyataan pahit saat kedua orang tuanya meninggal saat kecalakaan mobil tunggal.
Ana yang kini hanya sebatang kara ikut tinggal dengan Paman dan Bibinya di Jakarta karan hanya merekalah keluarga yang dia miliki saat ini.
Paman Danu yang merupakan adik mendiang Ayah Ana segera membawa Ana untuk ikut tinggal dengannya di Jakarta,Paman Danu tidak ingin Ana hidup sebatang kara,dirinya ingin memberitahu Ana jika tidak sendiri Ana masih punya dirinya dan Bibi Fida yang siap untuk menggantikan posisi kedua orang tuanya.
Bahkan Paman Danu segera memasukkan Ana dalam kartu keluarga Paman Danu.Dan menjadikan Ana sebagai putrinya.
Bibi Fida yang merupakan istri Danu sangat menyetujui keinginan suaminya di tambah lagi dirinya juga tidak akan pernah bisa memiliki anak karna beberapa tahun yang lalu dokter memvonis dirinya jika mandul, jadi apa salahnya mereka membesarkan dan merawat Ana yang kini bersetatus yatim piatu.
'' Gimana dek ?''
Bibi Fida yang baru keluar dari kamar Ana hanya menghela nafas pasrah saat suaminya menanyakan keadaan Ana.
Setelah tujuh harinya kedua orang tua Ana Paman Danu dan Bibi Fida membawa Ana untuk tinggal di Jakarta dimana kini mereka tinggal,sedangkan Ana dan mendiang kedua orang tuanya tinggal di Jogja.
Selama tiba di Jakarta Ana lebih sering melamun dan juga mengurung diri di dalam kamar.
Selama ini Danu maupun Fida tahu betul bagaimana sifat dan tingkah laku Ana,bahkan mendiang kedua orang tuanya sering mengeluh pada keduanya tentang sifat Ana yang bar bar bahkan mereka juga sempat kefikiran untuk memasukkan Ana ke dalam pesantren saja.Agar lebih paham dengan agama dan tatakrama.
Tapi kini seakan akan Ana yang bar bar sudah tidak mereka lihat lagi semenjak kepergian kedua orang tuanya.
'' Mas,aku kasihan kalau Ana begini terus '' ungkap Bibi Fida sedih.
Paman Danu menarik istrinya kedalam pelukannya,dirinya sebenarnya juga tak kalah sedih dari sang istrinya,karna selama ini Danu akan memanjakan Ana jika dirinya berkunjung ke Jogja.
'' Kita berdoa saja,semoga Ana bisa kembali lagi seperti dulu '' ujar Paman Danu Bibi Fida mengangguk.
Lalu mereka berdua pergi ke kamar mereka untuk tidur,karna kini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Karna besok pagi masih banyak yang harus di lakukan oleh mereka berdua, Paman Danu harus bekerja ke kantor sedangakan Bibi Fida harus menjaga toko bunganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu bulan telah berlalu Ana sudah mulai kembali seperti Ana biasanya,Bibi Fida maupun Paman Danu sangat bersyukur melihat Ana yang sudah kembali ceria.
__ADS_1
'' Bibi ''
'' Iya sayang '' Bibi Fida menatap sekilas pada Ana yang duduk di depannya,lalu kembali fokus merangkai bunga pesanan pelanggannya.
Saat ini Ana sedang berada di toko bunga milik Bibi Fida,karna dirinya merasa bosan di rumah sendirian.
'' Aku gak mau kuliah '' ujarnya yang seketika menghentikan aktifitas Bibi Fida yang sedang merangkai bunga.Lalu menaruh beberapa potong bunga yang ia pegang ke atas meja.
'' Kenapa hem ?'' tanya Bibi Fida lembut.
Beberapa hari yang lalu Paman Danu menawarkan Ana untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas yang ada di Jakarta.Ana tak langsung menyetujuinya dan mengatakan akan berfikir dahulu sebelum memutuskannya.
'' Ana ingin memperdalam ilmu agama '' jawab Ana yakin.
Bibi Fida tersenyum pada Ana yang sudah ia anggap seperti putrinya itu. '' Kamu yakin sayang ?'' tanya Bibi Fida memastikan.Ana langsung menganggukkan kepalanya yakin.
'' Kamu mau masuk ke pesantren ?'' tanya Bibi Fida lagi.
Ana menggelengkan kepalanya membuat Bibi Fida mengrinyit heran.
'' Kalau ada yang bisa pulang pergi, kayak di Jogja ada yang kayak gitu ''
Bibi Fida hanya manggut manggut paham dengan apa yang di maksud Ana. '' Ya sudah nanti Bibi bilang ke Paman kamu ya '' ujar Bibi Fida.
'' Iya Bi makasih ''
Ana beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk Bibi Fida yang juga di balas oleh Bibi Fida,bagi Ana sekarang Bibi Fida adalah pengganti Bundanya dan Paman Danu adalah Ayahnya.
'' Kalau begitu Bibi boleh minta tolong sama kamu nggak ?'' tanya Bibi Fida setelah Ana melepaskan pelukannya.
'' Bibi mau minta tolong apa ?''
'' Bibi minta tolong kamu antarkan bunga yang Bibi rangakai ini,soalnya Bibi mau merangkai pesanan lagi sedangkan yang ini minta segera di antar '' terang Bibi.
'' Ok dah Bi,Bibi selesaikan dulu nanti Ana yang akan mengantarkannya '' timpal Ana.
__ADS_1
'' Terima kasih sayang '' ujar Bibi Fida lalu segera menyelesaikan rangkaian bunganya.
Sepuluh menit kemudian Bibi Fida sudah menyelesaikan rangkaian bunganya,lalu memberikannya pada Ana beserta alamat pemilik si pemesan bunganya.
'' Bibi kalau begitu Ana antar pesanan ini dulu ya Assalamualaikum '' pamit Ana
'' Walaikumsalam hati hati sayang '' jawab Bibi yang di jawabi dengan acungan jempol oleh Ana.
Ana pergi mengantarkan pesanan bunga dengan mengendarai sepeda metic milik Bibi Fida,meski Paman Danu sanggup membeli mobil satu lagi tetapi Bibi Fida menolaknya karna bagi Bibi Fida uang kerja kerasa mereka berdua untuk masa depan Ana yang masih panjang.
Lima belas menit kemudian Ana sudah tiba di alamat tujuannya,Ana sempat terbengong bengong melihat rumah di depannya,meski rumah Paman Danu juga terbilang mewah tetap saja masih kalah mewah dengan rumah di depannya, bahkan rumah di depannya tiga kali lipatnya rumah Paman Danu pikir Ana.
'' Subhanallah...ini rumah apa istana sih besar banget kayak malioboro '' gumam Ana yang mengingat mall besar di kota kelahirannya.
Sangking kagumnya Ana sampi lupa dengan tujuannya datang ke mansion itu,dan untung saja satpam yang sedang berjaga di dekat gerbang mansion itu menghampirinya yang seketika membuat Ana mengingat tujuannya datang ke mansion itu.Jika tidak mungkin Ana akan terus berdiri dengan rasa kagumnya di depan gerbang mansion itu tanpa mengingat tujuan kedatangannya.
'' Maaf ada perlu apa dek ?'' tanya satpam penjaga gerbang dari pintu gerbang sebelahnya yang cukup untuk di masuki motor saja.
'' Eh anu pak,apa benar ini kediaman Ibu Hana ?'' tanya Ana sopan.
'' Iya dek benar,ada perlu apa ya ?''
'' Ini pak,saya mau mengantarkan pesanan bunga milik Ibu Hana dari FIDA FLOWERS '' ucap Ana sembari menunjukkan rangakaian bunga yang ia pegang sejak tadi.
'' Oh mari dek saya antarkan ke dalam '' ajak petugas satpam.
Ana mengangguk lalu mengikuti langkah petugas satpam yang mengantarkannya masuk ke dalam mansion.
Saat baru masuk ke dalam mansion Ana semakin di buat takjub saat tak sengaja matanya melihat furnitur yang di letakkan tepat di sebelah pintu masuk mansion itu yang sangat mewah dan berkelas menurut Ana pasti mahal pikirnya.
'' Adek tunggu di sini saja,saya mau panggilkan Ibu Hana dulu '' ucap satpam yang di angguki oleh Ana.
Setelah kepergian pegawai satpam Ana segera mendudukkan bokongnya di atas sofa ruang tamu.
'' Benar benar sultan ini '' gumam Ana sembari melihat bunga yang ia pegang.
__ADS_1
Menurut yang di ketahui Ana melihat lihat isi dalam rumah yang belum di beri izin oleh pemiliknya itu tidak sopan.