Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 18


__ADS_3

Suasana pesantren kembali di hebohkan dengan undangan pernikahan Gus Ilzam yang sudah tersebar,di tambah saat santriwati tahu jika calon istri Gus Ilzam adalah Ana murid madrasah kelas satu aliyah benar benar tak terfikirkan oleh mereka selam ini.


Mereka semua tak pernah menyangka jika Ana lah sosok tunangan Gus Ilzam yang membuat para fans fanatik Gus Ilzam iri juga patah hati berjamaah.


Ana yang sudah ketahuan menjadi gugup sendiri jika akan berangkat ke madrasah karna tatapan aneh dari para fans fanatik Gus Ilzam.


" kenapa mengerikan sekali sih tatapan mereka " batin Ana saat akan masuk ke dalam kelasnya.


Tiga hari lagi adalah acara pernikahannya tapi meski begitu Ana tetap masuk ke madrasah karna dua hari setelah acara pernikahannya adalah hari wisuda nadzom seribu bait alfiyah ibnu malik yang akan di ikuti oleh Ana.Ana harus tetap menyetor Nadzhom itu dan kebetulan tinggal lima puluh bait lagi.


Saat Ana memasuki kelasnya semua teman teman Ana berteriak histris yang mana membuat Ana terkejut.


'' Ya Allah,,, calon pengantin wanitanya datang '' teriak salah satu teman Ana.Dan masih banyak lagi ledekan dari teman temannya termasuk Neng Aisyah sendiri.


Ana hanya tersenyum menanggapi ledekan dari teman temannya.


'' Kalian tahu darimana ?'' tanya Ana padahal dirinya tidak memberi tahu mereka apa mungkin Neng Aisyah yang membocorkannya.


'' Ini '' jawab salah satu teman Ana sembari menaruh kertas undangan di atas meja.


'' Undangan ini sudah tersebar di seluruh penjuru pesantren '' sambungnya.


'' Kamu dapat darimana undangan ini ?'' tanya Ana sembari melihat undangan pernikahannya dari pihak laki laki.


'' Semua wali santri dapat undangannya,apa lagi Ayahku rekan bisnisnya Gus Ilzam jadi pasti sudah dapat '' jawabnya dengan tersenyum.


'' Ana kamu beruntung banget sih dapat calon suami kayak Gus Ilzam,udah ganteng,Ustadzd masih jadi wakil direktur pula '' ungkap salah satu teman Ana.


'' Ya do'akan saja dia yang terbaik buat aku '' ujar Ana.


'' Aminnn '' balas semua teman Ana serempak.



Meski teman sekelas Ana adalah pengagum Gus Ilzam tapi sama sekali tak membuat mereka memusuhi Ana,mungkin mereka hanya merasa iri saja dengan Ana tidak lebih.


Mereka juga menyadari jika Ana sangatlah pantas bersanding dengan Gus Ilzam selain memiliki paras yang cantik dan tinggi tubuh ideal Ana juga sangat cerdas bahkan melebihi Neng Aisyah yang sebagai bintang kelas berturut turut.


Hari ini adalah waktunya Gus Ilzam yang mengajar yang mana mebuat santriwati ingin melihat bagaimana sikap kedua mempelai ini.

__ADS_1


Saat baru masuk ke dalam kelas Gus Ilzam wajah sudah seperti biasanya yang datar dan cuwek.Gus Ilzam setelah selesai mengabsen para santriwati segera menyuruh santriwati yang ingin setor nadzhom alfiyah.


'' Silahkan yang mau setor '' tukas Gus Ilzam.


Jika biasanya Ana lah yang pertama kali maju untuk setor tapi kini Neng Aisyah yang maju lebih dulu yang mana membuat Gus Ilzam heran dengan calon istrinya.


" tumben calon bini gak maju duluan " batin Gus Ilzam heran.


Bahkan setelah Neng Aisyah selesai hingga berganti dengan beberapa teman yang lainnya, Ana masih setia duduk di bangkunya seperti belum ada niatan untuk setor.


Hingga tinggal lima santriwati yang belum setor ,Ana baru beranjak dari tempat duduknya dan maju ke depan.Semua mata para santriwati kini fokus pada pemandangan pasangan calon pengantin di depannya,mereka ingin tahu apa yang akan terjadi bahkan mereka juga berharap ada adegan seperti di drama drama korea aneh aneh saja mereka.


'' Tumben ?'' tanya Gus Ilzam tanpa menatap Ana yang bediri di depannya.


'' Masih menghafal '' jawab Ana.Gus Ilzam mengangguk.


Ana langsung memulai membaca setoran hafalannya dengan lancar.Sedangkan para santriwati yang berharap ada adegan romantis harus kecewa karna apa yang mereka harpkan tidak terjadi sama sekali.


...****************...


Hari yang di tunggu tunggu pun tiba acara pernikahan Gus Ilzam dan Ana yang akan di gelar di dua tempat,di masjid pesantren untuk ijab qobulnya dan resepsinya di adakan di gedung hotel bintang lima milik keluarga Farizi.


Para santriwan maupun santriwati untuk sementara di liburkan selama pernikahan di gelar begitu juga di perusahaan para pegawai hanya masuk sampai jam dua belas siang,bahkan di setiap ruangan di perusahaan di beri layar untuk melihat live acara pernikahan Gus Ilzam dan Ana.


Setelah sholat subuh tadi Ana sudah mulai di rias oleh WO yang di pilih oleh Umi Hana di rumahnya,begitu juga dengan Gus Ilzam yang juga sedang bersiap siap di mansionnya.


Karna acara ijab qobulnya di lakukan jam sembilan Gus Ilzam melaksanakan sholat duha terlebih dahulu sebelum berangkat ke lokasi masjid pesantren.


'' Abang sudah siap ?'' tanya Umi Hana saat melihat Gus Ilzam baru turun dari tangga.


'' Insyaallah Umi '' jawab Gus Ilzam lalu menarik nafasnya dalam dalam.


'' Ayo berangkat '' ujar Abi Umar.


Jam setengah sembilan Ana yang baru selesai di rias langsung berangkat ke kediaman Kiyai Abdullah.Dengan di dampingi oleh Paman Danu dan Bibi Fida dan mobil pengiring lainnya.


'' Sayang,kamu gugup ?'' tanya Bibi Fida sembari memegang telapak tangan Ana yang sedikit terasa dingin.


'' Lumayan Bi '' jawab Ana tersenyum.

__ADS_1


Ana semakin gugup saat mobil yang di naikinya sudah sampai di halaman kiyai Abdullah yang luas.Di tambah dengan mobil pengantin pria yang juga sudah terparkir di depan halaman Kiyai Abdullah.


'' Masyaallah cantiknya '' puji Neng Aisyah yang membantu Ana turun dari dalam mobil.


Ana hanya menanggapinya dengan tersenyum karna yang berada di tempat itu buka hanya Neng Aisyah melainkan Umi Jamila,Umi Hana juga Neng Zahra dan putrinya juga keluarga Kiyai Abdullah yang lainnya.


Sedangkan Paman Danu dan para pengiring pria sudah pergi ke masjid pesantren untuk menyaksikan ijab qobul.


'' Ayo masuk,sebentar lagi akad nikahnya akan segera di mulai '' ujar Umi Hana.


Deghh


Tiba tiba jantung Ana berdetak lebih kencang dari biasanya,dirinya masih tidak percaya jika beberapa menit lagi setatusnya akan berubah menjadi gadis bersuami.


" Ya Allah semoga Gus Ilzam benar benar jodoh terbaikku " batin Ana berdoa.


Ana segera masuk ke dalam rumah Kiyai Abdullah dengan di dampingi oleh Umi Hana dan Bibi Fida di kanan dan kirinya sedangkan Neng Aisyah dan Neng Zahra membantu memegangi ekor gaunnya,Umi Jamila juga berjalan di samping Umi Hana sembari menggendong Neng Zahira putri Neng Zahra.


Selama akada nikah akan di mulai Ana duduk di ruang keluarga di kediaman Kiyai Abdullah,bahkan Ana juga bisa melihat jelas di layar putih yang berada di ruang keluarga bagaimana sesi pembacaan ijab qobul di masjid pesantren



(Riasan wajah Ana )



(Gaun saat akad nikah)



(Gaun resepsi 1)(



( Gaun resepsi 2 )



(Gaun resepsi 3)

__ADS_1


__ADS_2