Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 41


__ADS_3

Gus Ilzam tidak bisa konsentrasi saat menyimak bawahannya yang sedang menjelaskan mengenai proyek yang akan di kerjakan oleh Farizi Corps.


Sejak tadi Gus Ilzam terus kepikiran dengan istrinya yang kandungannya sudah sembilan bulan . Dokter kandungan yang menangani Ana juga mengatakan jika hplnya satu minggu lagi. Dan tiba tiba Gus Ilzam beranjak berdiri saat mengangkat sambungan telfonnya yang ternyata Uminya mengatakan jika Ana sudah mau melahirkan dan kini sudah perjalanan ke rumah sakit dengan kedua orang tuanya.


Gus Ilzam buru buru keluar dari ruang meting , bahkan Gus Ilzam juga sampai lupa untuk mengucapkan salam seperti biasanya yang selalu ia lakukan ketika datang ataupun mau pergi , mungkin karna sangking paniknya.


Gus Ilzam mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh , karna jalanan juga lumayan senggang mungkin karna sudah pukul sembilan siang , banyak yang masih sibuk bekerja.


Lima belas menit Gus Ilzam sudah tiba di rumah sakit yang sudah menjadi tempat istrinya cek kandungan . Gus Ilzam langsung bergegas ke ruang bersalin , dan melihat Abinya berdiri di depan pintu ruangan bersalin. Abi Umar mengatakan jika Uminya di dalam menemani istrinya.


'' Masukklah , Ana membutuhkannmu '' Umi Hana berkata saat baru keluar dari ruang bersalin.

__ADS_1


Gus Ilzam menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke dalam . Gus Ilzam bergegas menghampiri istrinya yang terlihat ke sakitan.


'' Assalamualaikum Humaira '' Gus Ilzam berucap di telinga istrinya karna melihat Ana yang menahan sakit dengan memejamkan kedua matanya.


Ana membuka kedua matanya dan tersenyum melihat suaminya sudah berdiri di sampingnya . '' Waalaikumsalam Kak '' Ana membalasnya dengan menahan nyeri yang semakin terus berdatang.


Gus Ilzam benar benar tidak tega melihat keadaan istrinya yang kesakitan . awalnya Gus Ilzam meminta agar istrinya cesar saja , tapi Ana menolaknya mentah mentah karna dirinya ingin merasakan perjuangan seorang Ibu yang ingin melahirkan anaknya.


Semua orang yang berada di depan ruang bersalin juga saling mengucapkan rasa syukur mereka setelah berjam jam mereka menunggu dengan perasaan gelisah , akhirnya anak pertama Gus Ilzam dan Ana lahir juga.


Setelah Ana di pindahkan ke kamar inap , semua keluarga bergegas masuk untuk melihat kondisi Ibu muda dan putranya. Umi Hana dan Bibi Fida bergantian menggendong cucu pertama mereka , sedangkan Abi Umar , Paman Danu , Akmal dan juga Faaz duduk di sofa yang berada di kamar inap , sedangkan Gus Ilzam sendiri duduk di samping istrinya sembari melihat putranya yang kini di gendong oleh Bibi Fida.

__ADS_1


'' Siapa namanya ?'' Umi Hana bertanya pada putra dan menantunya.


'' MUHAMMAD RAKA AL FARIZI '' Gus Ilzam menjawabnya dengan tersenyum begitu juga dengan Ana yang juga ikut tersenyum.


*


*


*


*

__ADS_1


Dua tahun berlalu putra Gus Ilzam yang bernama Rakha sudah bisa berjalan dengan benar , bahkan bicaranya juga sudah terlihat lancar.selam dua tahun ini setelah sholat duhur Rakha akan selalu di bawa oleh kedua neneknya dengan bergantian , karna Ana yang masih sekolah di madrsah membuatnya tidak memungkinkan membawa Rakha ke madrasah , tapi kadang Umi Hana juga membawanya ke pesantren , karna Rakha memiliki wajah yang tampan dan kulit putih serta sifatnya yang menggemaskan membuat para santriwati ingin mengajaknya bermain berasama.


__ADS_2