Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 17


__ADS_3

Paman Danu yang baru keluar dari kamar rawat Ana langsung tersenyum melihat kedatangan istri beserta anak bosnya.


'' Assalamualaikum Pak Danu '' ucap Umi Hana.


'' Waalaikumsalam Bu '' balas Paman Danu.


'' Paman bagimana keadaan Ana ?'' tanya Gus Ilzam.


'' Alhamdulillah Ana sudah baikan '' jawab Paman Danu.


'' Boleh kami masuk Pak ?'' tanya Umi Hana sopan.


'' Iya silahkan,di dalam juga ada istri saya '' timpal Paman Danu.


'' Baik kalau begitu saya permisi ''


Umi Hana berserta kedua putranya langsung masuk ke dalam kamar rawat Ana.Sedangkan Paman Danu keluar menuju kantin rumah sakit untuk membelikan minuman serta cemilan untuk ketiga tamunya.


Cklekkk


'' Assalamualikum '' ucap Umi Hana saat baru masuk kedalam kamar rawat Ana yang di ikuti oleh Gus Ilzam dan Gus Faaz di belakangnya.


'' Waalaikumsalam '' balas Bibi Fida menoleh ke samping sembari tangannya memijat pelipis Ana dengan pelan.


'' Eh,, Mbak Hana,silahkan duduk '' ujar Bibi Fida mempersilahkan saat melihat Umu Hana dan kedua putranya yang bertamu.


Umi Hana dan kedua putranya segera duduk di sofa yang tersediakan di kamar rawat Ana.Umi Hana yang melihat Ana hanya memejamkan matanya dirinya mengurungkan niatnya yang ingin mendekati ranjang pasien karna tak ingin mengganggu istirahat Ana.


'' Sayang ada Umi Hana,Bibi temenin Umi Hana dulu ya '' bisik Bibi Fida pelan,Ana hanya mengangguk lemah bahkan matanya masih terpejam.


Bibi Fida sengaja tidak mengatakan jika Umi Hana datang tidak sendirian melainkan bersama dengan kedua putranya.


Bibi Fida merapikan selimut Ana lalu segera beranjak duduk di sofa yang sama dengan Umi Hana.


'' Sejak kapan Ana sakit Fid ?'' tanya Umi Hana.


'' Tadi malam mbak '' jawab Bibi Fida.


'' Kata dokter gimana Bi ?'' kini giliran Gus Ilzam yang bertanya karna sejak tadi kedua matanya hanya fokus pada gadis yang terbaring lemah di ranjang pasien.


perasaan Gus Ilzam benar benar sakit ketika melihat calon istrinya yang biasanya selalu ceria kini terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di punggung tangannya.

__ADS_1


'' Dokter mengatakan jika tubuh Ana sangat rentan dengan air hujan,jadi kemungkinan demam tinggi Ana di sebabkan karna kehujanan kemarin '' jawab Bibi Fida sedih.


Gus Ilzam langsung teringat jika kemarin sore hujannya sangat deras,pasti calon istrinya pulang dari madrasah dengan hujan hujanan.


Sedangkan Ana yang mendengar suara laki laki di kamar dimana dirinya di rawat berusaha membuka kedua matanya yang terasa berat bahkan kepalanya tersa amat sangat pusing,membuat Ana kembali memjamkan kedua matanya.


'' Bibi '' panggil Ana lirih.


Bibi Fida menoleh kebelakang saat mendengar Ana yang seperrmti memanggil dirinya,dan ternyata benar Ana memanggilnya.Bibi Fida segera beranjak menghampiri Ana yang di ikuti oleh Umi Hana dan Gus Ilzam.


'' Iya sayang,Bibi di sini,Ana mau apa?'' tanya Bibi Fida.


'' Pusing Bi '' keluh Ana,Bibi Fida tanpa bertanya segera duduk di samping Ana dan memijat pelipis Ana dengan sangat pelan.


Sedangkan Gus Ilzam yang melihat dengan jelas wajah Ana yang pucat semakin merasa sedih,dirinya benar benar tak tega melihat keadaan Ana yang seperti ini.


Gus Ilzam sangat ingin menggantikan Bibi Fida untuk merwat dan memijit Ana tapi apalah daya dirinya dan Ana masih bersetatus tunangan yang artinya masih belum muhrim, Gus Ilzam juga berjanji pada dirinya sendiri jika sudah menikah nanti dirinya tidak akan membiarkan Ana sampai kehujanan lagi.


'' Sayang ini Umi '' ujar Umi Hana yang berdiri di samping brangkar.


Ana kembali membuka kedua matanya,dan seketika Ana langsung terkejut pasalanya yang berdiri di depannya bukan hanya Umi Hana melainkan juga Gus Ilzam.


'' Umi '' Ana mengangkat tangannya untuk bersalaman dengan Umi Hana sembari berusaha mendudukkan tubuhnya yang masih lemah.


'' Bagaimana kabar kamu sayang ?'' tanya Umi Hana lembut.


Ana tersenyum. '' Ana baik baik saja Umi,ini sudah mendingan '' jawab Ana.


Gus Ilzam hanya menatap Ana tanpa mengeluarkan sepatah katapun,sedangkan Ana yang di tatap oleh Gus Ilzam merasa salting ,apa lagi keadaannya yang memakai jilbab asal asalan pasti terlihat jelek.


'' Zam,kamu gak ingin berbicara dengan calon istrimu ?'' tanya Umi Hana sembari menyenggol lengan kekar putranya.Ana seketika menundukkan kepalanya karna malu di tatap terus oleh Gus Ilzam apa lagi mendengar perkataan Umi Hana.


'' Kalian kalau mau berbicara silahkan,kami berdua akan kembal duduk di sofa '' ujar Bibi Fida lalu segera beranjak dari tempat duduknya yang juga di ikuti oleh Umi Hana.


Setelah para orang tua meninggalkan brangkar pasien Gus Ilzam menarik kursi untuk ia duduki.Ana semakin tak berani mengangkat kepalanya ketika Gus Ilzam duduk di depannya benar benar canggung pikirnya.


'' Apa masih pusing ?'' tanya Gus Ilzam lembut.Ana hanya mengangguk tanpa mengangkat kepalanya.


'' Lain kali jangan hujan hujanan ,Kaka gak mau liat Humaira sakit kayak gini '' ujar Gus Ilzam lembut yang mana membuat Ana bersemu.


" Apa ! dia panggil aku Humaira dan aku manggil dia kaka,hemm kayaknya bagus juga " batin Ana mengulum senyum.

__ADS_1


Cklekkk


Paman Danu sudah kembali ke kamar rawat Ana dengan membawa dua kantung kresek.Sedangkan Gus Ilzam yang melihat Paman Danu sudah kembali segera beranjak dari tempat dimana dirinya duduk.


'' Kaka kesana dulu ya '' pamit Gus Ilzam.


'' Iya '' sahut Ana.


Ana kembali membaringkan badannya di atas berangkar karna sesungguhnya sejak tadi Ana sudah menahan rasa pusing yang teramat sangat.


🌺🌺🌺🌺


Lima hari telah berlalu Ana juga sudah pulang dari rumah sakit dua hari yang lalu dan keadaannya juga sudah pulih.sedangakn Gus Ilzam semenjak Ana sakit kemarin Gua Ilzam mulai sering mengirim chat pada Ana melalui nomer WAnya.


Seprti saat ini Gus Faaz yang menemani Gus Ilzam makan siang di ruangannya di buat heran pasalnya Gus Ilzam terus melihat ponselnya dengan terus tersenyum.Tapi tidak dengan Akmal yang sudah tahu penyebab bosnya seperti adalah Ana.


'' Bang,, chatingan sama siapa sih ? '' tanya Gus Faaz kepo.


'' Anak kecil gak usah kepo '' sahut Gus Ilzam datar tanpa menatap lawan bicaranya.


'' Bukan kepo,aku takut saja Abang kerasukan soalnya dari tadi senyam senyum gak jelas '' cetus Gus Faaz.


Bughhh


Bantal sofa yang di lempar oleh Gus Ilzam tepat mengenai bahu Gus Faaz yang tak sakit sama sekali.


'' Sembarangan aja kalo nyeplos '' ketus Gus Ilzam.


'' Abangmu chatingan dengan calon bini '' cletuk Akmal tib tiba karna tak tahan melihat perdebatan kedua saudar angkatnya.


'' Apa,,!! yang benar saja Bang ?'' tanya Gus Faaz terkejut.


'' Kalau gak percaya kamu tanya saja '' tukas Akmal.


'' Bang,beneran Abang sering chatan dengan Ana ?'' tanya Gus Faaz kepo.


'' Mau tau aja '' ketus Gus Ilzam lalu kembi ke kursi kebesarannya.


Gus Ilzam duduk di kursi kebesarannya dengan mengulum senyum.dirinya juga tidak menyangka jika pada akhirnya dirinya jatuh sejatuh jatuhnya dengan pesona calon istrinya.


" Haisss,,,, di sini sepertinya aku yang paling bucin " batin Gus Ilzam terkekeh.

__ADS_1


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜


__ADS_2