
Setelah selesai mengajar di madrasah pesantren Ilzam tak langsung pulang,melainkan ikut sholat magrib berjamaah dulu di masjid pesantren.
'' Paman Ilzam mau izin sama Paman '' ujar pria 25 tahhn itu.
Tadi setelah menunaikan sholat berjamaah Ilzam menemui Pamannya terlebih dahulu sebelum pulang.
Dan sekerang Ilzam dan Kiyai Abdullah berada di ruang keluarga di kediaman rumah Kiyai Abdullah,dan kebetulan istri serta putri sulung Kiyai Abdullah juga berada di sana.
'' Mau izin apa Zam ?'' tanya Kiyai Abdullah setelah menyesap kopi pahit kesukaannya.
'' Besok Ilzam mau ke Malasya untuk perjalanan bisnis,dan mungkin di sana selama dua minggu,jadi untuk itu Ilzam izin tidak masuk ke madrasah dulu '' terang Ilzam.
'' Oh,, iya tidak apa,kamu pergilah itu juga tanggung jawab kamu '' ucap Kiyai Abdullah. '' Nanti biar Paman minta Hamdan untuk mencari pengganti sementara untuk di kelas kelas kamu '' sambung Kiyai Abdullah.
'' Tidak usah Paman,nanti Faaz yang akan gantiin Ilzam ''
'' Loh,, Faaz sudah kembali ? kok kami gak tahu ? '' kini Umi Jamila yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan keponakan dan suaminya mulai bersuara.
'' Iya dek,kok kami gak tahu kalau Faaz sudah kembali dari Kairo '' sambung Zahra putri sulung Kiyai Abdullah.
Kiyai Abdullah dan Umi Jamila memiliki tiga anak,yang pertama Zahra yang usianya dua tahun lebih muda dari Ilzam dan sudah bersuami dengan Hamdan juga sudah di karuniai satu putri yang di beri nama Zahira yang usianya baru dua tahun,dan putra yang kedua namanya Fatan yang usianya sama dengan Faaz yaitu 20 tahun dan yang ke tiga Aisyah yang usianya 17 tahun.
Meski usia Ilzam lebih tua dari putra dan putri dari Kiyai Abdullah tetapi keluarga itu tetap memakai kebiasaan orang Jawa dulu untuk memanggil saudara saudara dari kedua orang tuanya.
Dan kebetulan Kiyai Abdullah merupakan Kakak dari Umi Hana maka Ilzam akan memanggil putra dan putri Kiayi Abdullah dengan panggilan Abang atau Mbak.
'' Faaz masih perjalanan pulang kok, ini Ilzam juga baru mau jemput ke bandara '' ujar Ilzam.
'' Oh kirain udah ada di mansion Farizi,makanya Bibi tadi mikir kok tumben Faaz sudah ada di Indo tapi kok gak ke sini '' timpal Umi Jamilah tersenyum.
'' Belum Bi '' sahut Ilzam juga tersenyum.
Ilzam sesekali melihat jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya.Dan saat jarum jam itu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh Ilzam segera berpamitan untuk menjemput sang adik dan sekalian langsung pulang.
'' Hati hati di jalan '' ucap Kiyai Abdullah yang mengantarkan Ilzam ke teras rumah yang juga di ikuti oleh Umi Jamila sedangkan Zahra tidak ikut karna putrinya terbangun dari tidurnya.
'' Iya Paman,kalau begitu Ilzam pamit dulu,Assalamualaikum '' ucap Ilzam.
'' Waalaikumsalam '' balas Kiyai Abdullah dan Umi Jamila bersamaan.
__ADS_1
Ilzam memasuki mobilnya dan segera meninggalkan kediaman Kiyai Abdullah.
Saat Ilzam baru tiba di bandara ternyata adik semata wangnya itu sudah standbay di kursi tunggu dengan satu koper berukuran sedang di sampingnya.lalu Ilzam segara mengahampiri sang adik.
Faaz langsung beranjak dari tempat duduknya saat melihat Ilzam berjalan ke arahnya.
'' Assalamualaikum Bang '' ucap Faaz saat Ilzam sudah berada di depannya.
'' Waalaikumsalam '' balas Ilzam.
Faaz juga tak lupa mencium punggung tangan sang Abang karna yang lebih tua.
'' Sudah dari tadi ?''
'' Sepuluh menit yang lalau ,Abang sendirian ? Bang Akmal gak ikut ? '' tanya Faaz.
'' Tidak,Abang dari pesantren langsung ke sini '' jawab Ilzam yang berjalan sembari membantu membawa koper milik Faaz.
Meski Ilzam dan Faaz saudara kandung tetapi keduanya memiliki pebedaan yang sangat kentara dalam segi sifat,jika Ilzam menuruni sifat Abinya yang pendiam dan tak mudah tersenyum pada orang lain maka Faaz lebih menuruni sifat Umi Hana yang terlihat lebih ceria dan ramah.
Tetapi keduanya memiliki kesamaan dalam kecerdasaan,bahkan saat ini Faaz juga mengikuti jejak sang kakak yang sudah menyelesaikan study S2 nya di Kairo saat baru usia 20 tahun.
Abi dan Umi Hana juga Akmal segera keluar ke depan teras mansion saat mendengar deru mobil yang berhenti di depan mansion.
'' Assalamualaikum '' ucap Ilzam dan Faaz bersamaan.
'' Waalikumsalam '' jawab Abi,Umi dan Akmal kompak.
Faaz langsung melangkah mendahului sang Abang untuk menyalami kedua orang tuanya dan juga Akmal secara bergantian.
'' Umi kangen banget sama kamu Az '' ujar Umi.
'' Faaz juga sama Umi,Faaz juga kangen semuanya ''
'' Lebih baik kita masuk ke dalam aja '' ucap Abi.
Kemudian semuanya berjalan masuk ke dalam mansion,sedangkan Ilzam sebelum ikut masuk ke dalam mansion dirinya meminta bantuan sama salah satu pekerja pria untuk membawakan barang barang milik Faaz yang ada di bagasi ke dalam mansion.
Kini semua keluarga Farizi berkumpul di meja makan karna jam sudah menunjukkan waktunya makan malam.
__ADS_1
'' Az,besok Abang mau ke Malasiya '' kata Ilzam setelah menyelesaikan makan malamnya.
Sebelum berbicara Faaz terlebih dahulu menyelesaikan makan malamnya yang kebetulan tinggal sesuap dan setelah itu meneguk segelas air putih.
'' Terus apa hubungannya sama Faaz Bang ?'' tanya Faaz tak paham.
'' Kamu besok gantiin Abang di madrasah sampai Abang pulang '' jawab Ilzam.
'' Oh gitu ''
'' Hem ''
'' Baiklah Faaz akan menggantikan Abang besok ''
Ilzam hanya mengangguk lalu berpamitan pada semuanya untuk istirahat lebih awal karna besok dirinya dan Akmal harus berangkat pagi pagi sekali karna jam penerbangannya tepat pukul enam pagi.
'' Mal kamu juga cepat istirahat '' ujar Ilzam saat kakinya akan menaiki anak tanngga.
'' Iya '' balas Akaml yang juga ikut berpamitan untuk istirahat.
Sedangkan Faaz masih meneruskan obrolannya untuk melepas rindu dengan kedua orang tuanya di ruang tengah.
Pukul setengah enam pagi Ilzam maupun Akmal sudah berangkat ke bandara,Abi dan Umi Hana yang mengantarkan keduanya ke bandara sedangkan Faaz setelah sholat subuh tadi kembali melanjutkan tidurnya.
'' Abi,Umi Kami pergi dulu '' pamit Ilzam saat sudah berada di dalam bandara.
'' Iya hati hati di sana nak '' balas Umi Hana Ilzam dan Akmal mengangguk
Ilzam maupun Akmal segera mencium punggung tangan Abi dan Umi secara bergantian.
'' Assalamualaikum '' ucap Ilzam dan Akmal bersamaan.
'' Waalaikumsalam '' balas Abi dan Umi.
Ilzam dan Akmal segera berjalan ke tempat take of pesawat yang akan mengantarkannya ke Malasiya.
Begitupun Abi dan Umi segera kembali pulang setelah pesawat yang di naiki oleh kedua putranya itu sudah lepas landas.
Karna hari ini hari Minggu yang berarrti libur kerja,Umi mengajak Abi untuk pergi ke rumahnya Pak Danu seperti yang Umi katakan semlam pada Abi waktu sebelum beristirahat tidur.
__ADS_1