
Liburan para santri At-Taufiq sudah berlalu dan kini para santriwan maupun santriwati mulai aktif kembali di pesantren maupun di madrasah.Begitu juga dengan Ana yang kini sudah mulai aktif lagi di madrsah , untuk melanjutkan ke kelas dua aliyah.
Sabtu ini adalah awala bagi para murid madrasah untuk mulai aktif belajar kembali . Gus Ilzam yang masih berada di perusahaan buru buru pulang ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul satu , karna sebentar lagi dirinya harus segera mengantarkan sang istri ke pesantren.
'' Mal aku tinggal dulu ya '' pamitnya berdiri di ambang pintu ruangan Akmal.
'' Ok '' sahut Akmal.
'' Assalamualaikum '' ucap Gus Ilzam .
'' Waalaikumsalam '' balas Akmal.
Setelah kepergian Gus Ilzam dari ruangannya , Akmal segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ruangan Gus Ilzam . Dan kini Akmal sudah duduk di kursi kebesaran milik Gus Ilzam , karna saat Gus Ilzam pergi ke madrasah maka dirinyalah yang menggantikan pekerjaan Gus Ilzam sebagai pemimpin perusahaan hingga jam pulang kantor dan itu sudah di lakukannya sedari Gus Ilzam masih menjadi Wakil Direktur.
*
*
*
*
__ADS_1
Gus Ilzam mengantarkan Ana ke madrasah masih dengan pakaian kantornya , hanya saja Gus Ilzam melepas jasnya dan hanya memakai kemejany.Setelah mengantarkan Ana ke madrsah Gus Ilzam mampir sebentar ke rumah sang paman.
'' Loh gak ngajar Zam ?'' tanya Gus Hamdan karna melihat Gus Ilzam yang masih memakai pakaian kantornya.
'' Enggak Bang , Oh Ya Bang , ada yang ingin aku bicarakan '' ujar Gus Ilzam.
Gus Hamdan yang sudah bersiap menuju madrsah ia urungkan , dan lebih memilih duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Gus Ilzam.
'' Mau bicara apa ?'' tanya Gus Hamdan.
'' Aku mau izin berhenti mengajar di kelas santriwati '' jawab Gus Ilzam.
''Karna,,,,''
'' Ya sudah jelas , karna gak ada istrinya '' sambar seseorang yang baru masuk di ruang tamu , dan orang itu adalah Gus Fathan yang berjalan menghampiri keduanya dengan kekehan kecil.
'' Sok tahu '' ketus Gus Ilzam ketika Gus Fathan sudah duduk bersebelahan dengan Gus Hamdan.
'' Aku gak sok tahu dek , tapi emang kenyataannya begitu bukan '' goda Gus Fathan.
'' Iya ya '' sahut Gus Ilzam akhirnya mengaku yang mana membuat kedua pria di hadapannya menertawakannya.
__ADS_1
'' Iya , nanti aku akan bicarakan pada kepala madrasah santriwati '' kata Gus Hamdan.
'' Terima kasih Bang '' ucap Gus Ilzam tersenyum.
'' Oh ya gimana kandungan Ana ?'' tanya Gus Fathan.
'' Alhamdulillah sehat , dan ibunya juga sehat '' jawab Gus Ilzam.
'' Alhamdulillah kalau begitu '' ucap Gus Fathan ikut senang mendengarnya.
Di dalam kelas dua aliyah Ana sudah duduk di bangkunya bersama dengan Neng Aisyah , Gus Ilzam sengaja meminta bantuan pada Neng Aisyah agar selalu menjaga Ana yang sedang tengah mengandung , dan tentunya Neng Aisyah dengan senang hati untuk menjaga Ana dan calon keponakan barunya.
'' Ana hati hati , nanti kalau kamu merasa lelah cepat bilang ya sama aku '' ujar Neng Aisyah ke sekian kalinya dengan penuh perhatian.
'' Iya Neng Ais yang cantik jelita '' sahut Ana tersenyum.
'' Kamu ini , aku serius '' timpal Neng Ais cemberut.
'' Iya ya , terima kasih kamu sudah memberi perhatian padaku '' ucap Ana tulus.
'' itu sudah jadi tugasku , selain kita sudah jadi saudara karna kini di perut kamu ada calon keponakan aku , jadi aku gak mau kamu sama calon baby kenapa napa '' tukas Neng Aisyah tersenyum sembari mengelus perut Ana yang masih terlihat rata , mungkin karna janin di perut Ana masih baru berusia tiga bulan , jadi belum menonjol.
__ADS_1