
Ilzam Al Farizi pria berusia 25 tahun selain memilik wajah yang tampan pria yang di panggil Ilzam itu sudah menyelesaikan studynya sebagai sarjan S2 di Kairo saat usianya baru 20 tahun.Dan kini sosok Ilzam itu membantu Abinya di perusahaan Farizi Crops yang di rintis oleh sang Kakek yang kini semakin maju pesat.
Ilzam sendiri menjabat sebagai wakil direktur yang di bantu oleh sahabat sekaligus asistennya yang bernama Akmal.
Jam tiga sore kurang dua puluh menit Ilzam selalu sudah bersiap untuk pulang.karna sebelum masuk ke perusahaan atas permintaan sang Abi,Ilzam sudah mengajukan syarat agar dirinya juga bisa mengajar di madrasah diniah milik sang Kakek dari Uminya.
Abi Umar pun menyetujui permintaan sang putra sulung,apa lagi madrasah diniah itu juga milik sang mertua yang dulu juga mengajarinya ilmu agama hingga dirinya menikahi putrinya dan memiliki dua putra yang sangat bisa di andalkan seperti sekarang.
Akmal sebagai asisten pribadi Ilzam tentu harus siap dengan perintah sang Tuan jika di butuhkan.
Kini Akmal mengemudikan mobil milik Ilzam untuk mengantarkannya pulang ke mansion Al Farizi.
Dan saat mobil yang membawa Ilzam mulai memasuki gerbang mansion,kedua mata Ilzam tak sengaja melihat gadis belia yang tengah menaiki motor matic sedang berhenti di dekat gerbang,pasti menunggu mobil yang ia naiki lewat duluan pikir Ilzam.
'' Siapa gadis kecil itu '' gumamnya lirih yang tentu tak di dengar oleh Akmal.
Ilzam segera turun saat mobil yang membawanya sudah berhenti tepat di teras mansion.Sedangkan Akmal juga turun mengikuti Tuannya yang sudah mendahului masuk ke dalam mansion.
'' Assalamualaikum '' ucap Ilzam dan Akmal berbarengan.
'' Waalaikumsalam,, Eh..anak anak Umi sudah pulang r '' jawab Umi.
Ilzam dan Akmal segera menyalami punggung tangan Umi Hana bergantian.
'' Umi,Ilzam ke kamar dulu '' pamitnya lalu segera beranjak menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
'' Umi tadi siapa ?'' tanya Akmal yang ternyata tadi juga menyadari keberadaan gadis yang berada di gerbang mansion.
'' Yang mana ?'' tanya Umi balik.
'' Itu,tadi ada gadis pakai jilbab pink di depan gerbang, naik motor matic '' jawab Akmal.
__ADS_1
'' Oh itu,dia keponakannya sahabat Umi dia sama seperti kamu Mal '' tukas Umi Hana.
'' Maksud Umi,dia yatim piatu begitu Umi ''
'' Iya,kedua orang tuanya meninggal beberapa bulan yang lalu,dan sekarang dia di angkat anak sama Pamannya Pak Danu '' ucap Umi Hana.
'' Pak Danu '' beo Akmal.
'' Iya Pak Danu,salah satu menejer di perusahaan Abi ''
'' Ah Iya Umi,Akmal kenal sama Pak Danu, selain baik Pak Danu juga ramah '' teranga Akaml yang mengetahui prilaku dan sifat Pak Danu saat di perusahaan.
'' Iya,, Umi juga tahu itu,ya sudah sekarang kamu cepat mandi gih lalu makan '' ucap Umi.
'' Iya Umi ''
Umi Hana lalu pergi begitu juga Akaml yang pergi ke salah satu kamar tamu yang di tempatinya saat dirinya akan menginap di mansion Farizi.
Muhammad Akmal pria yang usianya satu tahun lebih tua dari Ilzam itu sudah menjadi yatim piatu saat dirinya berusia sebelas tahun,Akmal di bawa pulang ke mansion oleh Kakek Fariz saat dirinya menjadi pengamen setelah setahun kepergian kedua orang tuanya.
Selama Kakek Fariz masih hidup Kakek Fariz tidak pernah membeda bedakan kasih sayang pada dirinya dan pada kedua cucunya Ilzam dan Faaz , semuanya sama saja yang mana membuat Akmal berjanji akan mengabdikan seumur hidupnya untuk keluarga Farizi,yang kini termasuk menjadi asisten pribadi Ilzam.
Meskipun begitu dirinya mengakui jika otak pintarnya masih tidak sebanding dengan otak kedua penerus keluarga Farizi yang terkenal memiliki IQ di atas rata rata itu.
Tetapi sejak dirinya bekerja menjadi asisten pribadi,diam diam Akaml mengumpulkan uangnya untuk membeli apartemen untuk ia tinggali jika suatu saat Ilzam atau Faaz sudah menikah.
Tepat pukul tiga lebih sepuluh menti Ilzam sudah turun ke lantai bawah dengan memakai baju koko warna putih serta sarung yang ber merek BHS itu dan tak lupa peci hitam yang mebutupi sebagian rambut atasnya.
Dan kini Ilzam sudah merubah profesinya yang tadi sebagi wakil direktur kini menjadi salah satu Ustadz di madrasah diniah AT- TAUFIQ milik sang Kakek dari Uminya yang kini di pimpin oleh Pamannya Kakak dari Uminya.
'' Sudah mau berangakat ?'' tanya Akmal yang duduk di meja makan.
__ADS_1
Akmal baru saja selesai menyantap makanannya dan saat hendak membawa piring kotor ke dapur dirinya tak sengaja melihat Ilzam yang menuruni anak tangga.
'' Iya '' jawabnya.
'' Tuh kunci mobilnya ada di atas meja di ruang tengah '' ujar Akmal.
Ilzam hanya mengangguk lalu berjalan ke ruang tengah mengambil kunci mobilnya.Jika saat bekerja di perusahaan Ilzam akan di sopiri oleh Akmal tetapi kini saat akan mengajar di madrasah Ilzam akan mengemudikan mobilnya sendiri.
Ilzam segera melajukan mobilnya menuju madrasah,karna hari ini hari sabtu Ilzam sedikit tak maslaha karna waktunya mengajar di kelas santriwati yang otomatis dirinya akan bertemu dengan santriwati atau Ustadzah yang menjadi Fans fanatiknya.
Ilzam adalah sosok yang agak risih jika di perhatikan oleh lawan jenis kecuali Umi dan saudara saudaranya.Apalagi Ilzam mengajar di kelas satu aliya yang santriwatinya lumayan cukup umur semua bahkan ada yang usianya sudah dua puluh tahun lebih,hanya satu yang termuda di kelas itu yaitu Aisyah sepupunya.
Tetapi Ilzam tidak pernah perotes degan semua itu karna bukan hanya dirinya yang mengajar di kelas santriwati Ustadz Ustadz lainnya pun juga ada bagiannya.
Karna santriwan dan santriwati di madrasah tak memandang umur,ada yang baru TK sudah masuk madrasah dan ada juga yang sudah masuk Universitas.
Madrasah milik kakek Ilzam menerima santri wati dan santri wan tanpa memandang usia,mereka akan menerima siapa saja yang ingin memperdalam ilmu agama,tajwid dan nahwu.
Madrasah juga menyediakan asrama santriwati dan santriwan sebagai pesantren yang ingin mondok dengan persayaratan harus mengikuti aturan aturan pesantren,dan kini jumlah santriwan maupun santriwati semakin banyak dari berbagai kota.
Ilzam tiba di pesantren tepat pukul empat kurang lima menit.Ilzam memakirkan mobilnya di halaman rumah milik sang paman,karna lokasi rumah sang paman tepat berada di pinggir jalan sedangkan letak madrasah dan pesantrennya berada di belakang rumah sang Paman,jika menaiki kendaraan hanya bisa dengan menaiki motor karna harus masuk ke jalan gang yang hanya cukup di lewati oleh pengendara motor saja.
'' Assalamualaikum '' ucap Ilzam saat akan memasuki rumah sang Paman.
'' Waalikumsalam '' jawabnya dari dalam rumah yang terdengar seperti suara dua orang.
'' Baru tiba Zam ?'' tanya Kiyai Abdullah yang ternyata sedang menemui tamu.
'' Iya Paman '' Jawab Ilzam lalu menyalami Kiyai Abdullah dengan mencium punggung tangannya,lalu Ilzam beralih menyalami tamu sang Paman,yang juga sama ia salami dengan mencium punggung tangannya.Adab pada yang lebih tua.
'' Saya langsung ke madrasah Paman '' pamit Ilzam.
__ADS_1
'' Iya ''
Ilzam lalu segera pergi ke madrasah melalu taman samping rumah Kiyai Abdullah.Karna madrasah yang akan ia masuki saat ini adalah madrasah santri wati yang letaknya tepat di belakang rumah sang Paman.