
Dua minggu telah berlalu , setelah kejadian dimana Gus Ilzam menjemput Ana di parkiran yang mana membuat heboh santriwati , kini setiap hari Gus Ilzam selalu mengantar dan menjemput Ana di parkiran santriwati.Seperti sore hari ini Gus Ilzam yang waktunya mengajar di kelas santriwan , Gus Ilzam lebih dulu mengantar Ana ke parkiran santriwati. Meski para santriwati sudah terbiasa melihat kehadiran Gus Ilzam selama seminggu ini di parkiran menggunakan mobil mewahnya untuk mengantar Ana , tapi tetap saja mereka selalu di buat baper berjamaah dengan tindakan Gus Ilzam yang selalu mengelus pucuk kepala Ana ketika Ana mencium punggung tangannya.
'' Ana masuk dulu kak , Assalamualaikum '' pamitnya.
'' Waalaikumsalam , belajar yang rajin Humaira '' balas Gus Ilzam dan Ana mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam gerbang pesantren.
Setelah Ana tak terlihat dari pandangannya , Gus Ilzam segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan parkiran santriwati menuju madrasah santriwan.
Di kantor husus para ustadz dan pengurus santriwan , Gus Ilzam yang sedang duduk di kursi miliknya , selagi menunggu bel masuk berbunyi Gus Ilzam membaca ulang kitab yang akan menjadi mata pelajaran di kelasnya . Tapi tiba tiba suara notifikasi pesan dari ponselnya , membuat Gus Ilzam menaruh kitab yang ia pegang di atas meja lalu meraih ponselnya . Gus Ilzam mengrinyit saat melihat ada nomor baru yang mengirimi pesan.
๐ฒ 082รรรรรรรรร
( Assalamualaikum Gus )
'' siapa ini ? '' gumam Gus Ilzam.
Tapi Gus Ilzam tak memperdulikan nomor baru yang mengirimi pesan pada nomor ponselnya , bahkan Gus Ilzam juga tak ada niatan sama sekali untuk membalas pesan tersebut dan memilih menghapusnya.
Tettttt
Bunyi bel madrasah yang menandakan waktunya masuk , Gus Ilzam segera menaruh ponselnya ke dalam saku baju kokonya dan beranjak keluar kantor para guru menuju ke kelas tiga aliyah , kelas yang akan dia ajar.Meski Gus Ilzam membawa ponselnya ke dalam kelas , Gus Ilzam sama sekali tidak memegang poselnya selama jam pelajaran berlangsung , ponsel itu tetap berada di saku bajunya , Gus Ilzam juga menyetel ponselnya deng mode getar . Dan sebenarnya sejak dulu Gus Ilzam akan meninggalkan ponselnya di mobil , tapi semenjak menikah Gus Ilzam selalu membawa ponselnya kedalam kelas , dan itu hanya di saat mengajar di madrasah santriwan , dengan alasan takut istri kecilnya tiba tiba menghubunginya jika ponselnya ia tinggal di mobil , dasar bucin๐.
*
*
*
Pukul setengah lima setelah selesai mengajar Gus Ilzam segera mengambil kunci mobilnya yang sengaja ia tinggalkan di laci mejanya yang ada di kantor ustadz . Ketika akan menghidupkan mesin mobilnya Gus Ilzam menyunggingkan senyumnya saat mendapat notif chat di aplikasi hijau dari istri kecilnya.
( ''Assalamualaikum kak , Humaira sekarang ada di Ndalem paman Abdul sama Mbak Ais '' ) isi chat dari Ana.
('' Waalaikumsalam Humaira '') balasan chat Gus Ilzam.Lalu Gus Ilzam segera menghidupkan mesin mobilnya dan pergi menuju rumah Kiyai Abdullah.
__ADS_1
Gus Ilzam juga baru mengingat sudah dua minggu semenjak halam kiyai Abdullah di renovasi dirinya tidak pernah mengajak Ana mengunjungi rumah pamannya , karna dua minggu ini Gus Ilzam selalu mengantar dan menjemput Ana di parkiran gerbang santriwan , dan Gus Ilzam juga langsung membawa Ana jalan jalan keliling kota atau tidak pergi ke mall untuk shoping , bahkan Gus Ilzam selalu mengajak Ana makan malam di luar , karna menurut Gus Ilzam dirinya tidak ada waktu berduaan dengan istrinya kecuali ketika malam hari saja .
Di Ndalem Kiyai Abdullah tepatnya di ruang santai di dekat taman , Ana dan Neng Aisyah tengah menemani tamu lebih tepatnya sepupu Neng Aisyah dari Umi Jamila yang bernama Farah .Farah tinggal di Jakarta dirinya baru menyelesaikan studynya di luar negri satu bulan yang lalu , dan Farah berkunjung ke Ndalem Kiyai Abdullah bersama kedua orang tuanya , yang kini tengah mengobrol di ruang tamu bersama Kiyai Abdullah dan Umi Jamilah.
'' Setelah ini kak Farah mau ngapain ?'' tanya Neng Aisyah.
'' Niatanku sih mau melamar pekerjaan di perusahaan Farizi Corps '' jawab Farah santai.
Ana yang berada di situ hanya diam dan memilih menjadi pendengar saja.
'' Eh Ana '' panggil Farah yang seketika membuat Ana yang akan meneguk es teh dia urungkan.
'' Iya Kak ''
'' Kamu kan sudah nikah , Sudah isi belum ?'' tanya Farah yang sudah di beritahu jika Ana adalah istri Gus Ilzam.
'' Belum kak '' jawab Ana lalu meneguk segelas es teh yang sudah ia pegang.
Tapi Ana adalah sosok yang peka , dia tahu jika saat ini Farah sedang menyindrinya , dan sejak tadi Ana juga merasa kalau tatapan Farah padanya seperti tatapan tak suka , apa alasannya dirinya tidak tahu.
'' Amiinnn '' balas Ana acuh.
'' Lagian kami juga baru menikah satu bulan kak , dan kata kak Il masih ingin berduaan terus '' tambah Ana yang seketika kedua matanya tak sengaja melihat salah satu tangan Farah yang mengepal erat dan itu membuat Ana menyunggingkan senyumnya.
Ana mengakui jika dirinya bukan wanita baik baik apa lagi sholiha jika ada yang mencari gara gara akan diam saja , oh tidak bisa jika ada yang mencari gara gara maka otomatis dirinya akan membalasnya.Tapi Ana selalu bersyukur pada Allah dirinya yang jauh dari kata sholihah bisa mendapat suami seperti Gus Ilzam yang alim , penyayang , penyabar dan penuh perhatian.
'' Kak Farah sendiri apa sudah punya calon ?'' tanya Ana menyandarkan punggungnya ke sofa.
'' Belum '' jawab Farah ketus , nah benarkan jika gadis yang duduk di depannya ini memang tak menyukainya , dari nada bicaranya saja sudah kelihatan.
Suasana di ruang santai yang awalnya sejuk itu tiba tiba berubah panas ,Neng Aisyah sendiri juga merasa kalau Farah seperti tak menyukai Ana.
__ADS_1
" Astaghfirullah ,,, kenapa aku lupa , kalau kak Farah kan dari dulu suka sama Dek Ilzam , ya jelas kalau gak suka sama Ana " batin Neng Aisyah yang baru ngeh dengan situasi.
Di halaman depan Gus Ilzam yang baru memakirkan mobilnya baru sadar jika ada mobil lain yang juga parkir di halaman.
'' Sepertinya paman ada tamu '' gumam Gus Ilzam. Lalu segera berjalan0 ke dalam rumah sang paman.
'' Assalamualaikum '' ucap Gus Ilzam di ambang pintu.
'' Waalaikumsalam '' balas keempat orang yang duduk di sofa ruang tamu.
Gus Ilzam segera masuk kedalam setelah salamnya di jawab , lalu menyalami dua pria tua yang berada di sana.
'' Loh inikan pengantin baru '' ujar sesorang yang tak lain adalah Ayahnya Farah.
Kiya Abdullah dan yang lainnya terkekeh sedangkan Gus Ilzam hanya tersenyum samar , bahkan hampir tak terlihat.
'' Istrimu ada di dalam '' ucap Umi Jamila yang sudah tahu kedatangan sang keponakan.
'' Em kalau begitu saya ke dalam dulu '' ucap Gus Ilzam yang di angguki ke empat orang di ruang tamu.
Setelah kepergian Gus Ilzam keempat orang tua itu kembali meneruskan berbincangnya.Sedangkan Gus Ilzam segera masuk ke dalam mencari keberadaan istrinya.
Di ruang santai Ana semakin gencar membuat Farah kesal di biuatnya.
'' Kalau boleh tahu usia kak Farah berapa ?'' tanya Ana.
'' Dua puluh lima '' jawab Farah.
'' Wah.... ternyata kak Farah seusia suamiku ya ,sudah sangat DEWASA '' sahut Ana menekan kata dewasa , wajah cantiknya benar benar terlihat menyebalkan bagi Farah.
'' Kamu,, '' geram Farah.
Tiab tiba ketiga orang yang ada di ruang santai itu di kejutkan dengan suara seseorang.
__ADS_1
'' HUMAIRA ,,,,..''