Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 29


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat maghrib berjama'ah di mushola pesantren putri , Ana bergegas kembali ke kamar Neng Aisyah untuk mengganti mukenanya dengan krudung segi empat.


Ana yang sedang membenarkan kerudungnya di depan cermin tidak sadar jika Farah yang juga berada di dalam kamar Neng Aisyah terus memperhatikannya .


'' An '' panggil Farah.


'' Iya kak , ada apa ?'' sahut Ana tanpa menoleh pada Farah yang duduk di ujung ranjang Neng Aisyah.


'' Hidup kamu sepertinya enak banget ya , aku lihat yang kamu pakai semuanya barang barang mahal '' ujar Farah yang sadar jika dres serta krudung scraf yang di pakai Ana adalah brand dari Dior.


Ana berdecak dalam hatinya mendengar Farah yang sudah mulai julid padanya , tapi sedetik kemudian senyum jahat Ana muncul dari kedua bibirnya.


'' Benarkah kak , pakaian yang aku pakai ini barang mahal ? '' tanya Ana sembari menatap Farah , tapi Ana tidak berbohong dengan pertanyaannya pasalnya Ana tidak tahu menahu dengan harga pakaiannya yang berada di lemari kamarnya , karna Gus Ilzam yang membelinya tanpa sepengetahuan dirinya dan Ana tinggal pakai saja.


'' Iya , masak kamu tidak tahu sih, itu dress sama krudung scraf kamu dari barand Dior '' jawab Farah ketus yang langsung membuat Ana terkejut , begitu juga dengan Neng Aisyah yang sejak tadi hanya diam menyimak ikutan terkejut.


'' SubhanAllah '' pekik Ana yang tahu dengan nama brand terkenal itu , tapi tidak tahu antara yang asli atau yang kw.


'' Ck,, gak usah sok terkejut gitu , emangnya saat kamu membelinya kamu tak liat harganya apa ?'' tukas Farah kesal.


'' Gimana aku mau tahu harganya kak , sedangkan semua dress dress ataupun krudung juga dengan yang lainnya , sudah di siapkan langsung oleh Kak Il , bahkan aku tidak tahu kapan Kak Il membelinya dan menaruhnya di dalam lemari kita , aku hanya tinggal memakainya saja '' terang Ana dengan polosnya yang seketika membuat Farah terbakar cemburu karna lagi lagi Gus Ilzam memanjakan Ana.


Saat Ana masih dengan rasa terkejutnya dengan pakaian yang ia pakai tiba tiba tersadar ketika mendengar ponselnya berdering.


'' Assalamualaikum kak '' ucap Ana.


Farah yang mendengar Ana memanggil Kak pada orang di balik telfon , rasa cemburunya semakin menjadi saja pasalnya dia tahu siapa yang di panggil Kaka oleh Ana.


'',,,,,,..''


'' Oh , iya kak ''


'',,,,,,,,''


'' Waalaikumsalam Kak ''


Tut


Setelah sambungan telfonnya terputus ,Ana menaruh kembali ponselnya ke dalam tas selempang kecilnya .


'' Ayo kita ke aula , sebentar lagi acaranya di mulai '' kata Neng Aisyah.

__ADS_1


'' Iya ayo ''


Ana dan Neng Aisyah segera keluar dari dalam kamar , sedangkan Farah juga mengikuti keduanya pasalanya tadi dirinya mengatakan juga mau ikut untuk acara pembacaan diba'iyah , tapi tujuan sebenarnya adalah ingin bertemu dengan Gus Ilzam.


Setelah mengikuti acara pembaca'an diba'iyah ,Ana juga sekalian ikut sholat isyak berjama'ah begitu juga dengan Farah yang kini juga masih berada di kamar Neng Aisyah.


Tok


Tok


Tok


Mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya , Neng Aisyah yang sedang tiduran di atas kerpet bersama Ana segera beranjak untuk membuka pintu kamarnya yang sengaja ia kunci dari dalam.


Ckelek


'' Bang Fathan , ada apa ?'' tanya Neng Aisyah melihat Gus Fathan berdiri di depannya.


'' Ana di cari sama Dek Ilzam '' jawab Gus Fathan.


Farah yang sejak tadi fokus mengotak atik ponselnya tiba tiba langsung ia letakkan , ketika mendengar nama Gus Ilzam.


'' An , di cari sama Dek Ilzam '' ucap Neng Aisyah menoleh ke belakang.


'' Mbak Ais , aku pamit pulang dulu ya '' ucap Ana sedangkan Gus Fathan sudah pergi.


'' Yah , aku kira kamu mau nginap di sini '' timpal Neng Aisyah kecewa.


Ana tersenyum . '' Inshaallah lain kali Mbak ''


'' Ya sudah hati hati , aku gak antar kamu ke depan ya ''


'' Iya Mbak gak papa , Assalamualaikum '' ucap Ana.


'' Waalaikumsalam ''


Setelah Ana keluar dari dalam kamar tiba tiba Farah juga ikut berpamitan pulang.


'' Kak Farah gak nginap di sini ?'' tanya Neng Aisyah.


'' Gak Syah , besok kak Farah harus ke kantor , lain kali aja ya '' jawab Farah.

__ADS_1


'' Oh gitu , ya sudah kak Farah hati hati ''


'' Em ,, iya , Assalamualaikum ''


'' Waalaikumsalam ''


Farah segera bergegas keluar dari kamar Neng Aisyah menuju keluar Ndalem , dan ketika sampai di teras Farah masih melihat keberadaan Ana yang berdiri di gazebo bersama Gus Fathan dan Gus Hamdan juga dengan seseorang yang tertutupi oleh tubuh Ana yang sudah di pastikan orang itu adalah Gus Ilazm.


Farah di buat terpukau ketika kedua matanya melihat penampilan Gus Ilzam saat ini yang tidak seperti biasanya, saat ini Gus Ilzam memakai kaos putih lengan pendek , celana jeans dan di padukan dengan sepatu sneakers warna putih tak lupa dengan kepalanya yang di tutupi memakai topi hitam , benar benar terlihat semakin tampan dan macho , apa lagi kaos yang di pakai Gus Ilzam ukurannya pres body yang mana melihatkan bentuk tubuhnya yang atletis , yang mana membuat Farah semakin mengagumi Gus Ilzam.


Dan lagi lagi Farah di buat terprangah ketika melihat Gus Ilzam dan Ana yang masuk ke dalam mobil rangerover keluaran terbaru berwarna hitam , yang ia ketahui harganya miliyaran.


'' Ya tuhan , apa salah jika aku berharap bisa menjadi istri kedua Gus Ilzam '' Gumam Farah mentap mobil Gus Ilzam yang sudah keluar dari halaman rumah Kiyai Abdullah.


Di dalam mobil Gus Ilzam yang sedang mengemudikan mobilnya di buat heran dengan istrinya yang terus menatapnya.


'' Humaira ada apa ?'' tanya Gus Ilzam lembut.


'' Kak Ilzam jujur sama Humaira , semua baju baju Humaira yang kak Il belikan itu dari brand brand ternama kan '' tebak Ana.


Gus Ilzam tersenyum mengangguk . '' Iya , kenapa emangnya ?'' tanya Gus Ilzam lagi.


'' Kenapa harus membelikan Humaira baju baju mahal kak , kan sayang uangnya '' jawab Ana cemberut yang mana membuat Gus Ilzam terkekeh.


'' Kakak bekerja itu buat kamu , bukankah itu sudah menjadi kewajiban suami kalau Humaira lupa '' timpal Gus Ilzam.


'' Iya Humaira tahu , tapi gak usah beli yang mahal mahal kan ada Kak , Humaira juga pasti mau makek kok , dan lagi setiap hari Kak Il juga ngasih uang jajan ke Humira dan belum lagi setiap malam Kak Il selalu ngajak Humaira jajan , pasti pengeluarannya kan banyak '' sahut Ana panjang lebar.


Mendengar perkataan istrinya Gus Ilzam menghentikan mobilnya di bahu jalan.


'' Kok berhenti Kak ?'' tanya Ana.


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya Gus Ilzam malah meraih kedua tangan Ana dan di genggamnya dengan erat.


'' Humaira tahu tidak ? Jika seorang suami ingin bersedekah maka lebih utama adalah bersedekah pada istrinya , baru setelah itu pada orang lain , dan jika seorang suami itu sangat royal pada istrinya ALLAH akan semakin memperlancar rizki para suami '' terang Gus Ilzam panjang lebar.


'' Oh , gitu ya Kak ''


'' Iya sayang , Setelah Kakak mengucapkan ijab qabul waktu itu , Humaira menjadi tanggung jawab Kakak , bisa tidak bisa Kakak harus tetap bisa membahagiakan Humaira dari segi manapun , jadi kenapa Kakak membelikan barang barang mahal pada Humaira selain karna kewajiban dan tanggung jawab , alasannya karna Kakak mampu melakukannya dan juga Kakak ingin bisa meratukan Humaira di dalam rumah tangga ini '' jelas Gus Ilzam panjang kali lebar yang seketika mendapat pelukan dan juga ciuman dari Ana.


'' Terimakasih Kak Il , Humaira sayang dan cinta banget sama Kakak '' ucap Ana melepaskan pelukannya.

__ADS_1


'' Kakak juga lebih menyayangi dan mencintai Humaira '' balas Gus Ilzam penuh cinta.


Lalu Gus Ilzam kembali melajukan mobilnya menuju ke salah satu restoran miliknya yang berada di pusat kota untuk makan malam.


__ADS_2