
Sinar terik matahari yang menembus melalau gorden yang setengah tersibak, membuat seseorang yang memiliki paras tampan bak dewa itu sedikit mengerjapkan kedua matanya.
'' Emhhh ''
Gus Ilzam berusaha mengumpul kesadarannya, dan saat kesadarannya sudah terkumpul seutas senyum terbit dari ujung bibir Gus Ilzam,ketika melihat sosok gadis cantik yang masih terlelap di sampingnya dengan menjadikan lengannya sebagai bantal.
Gus Ilzam mengangkat sebelah tangannya lalau membelai wajah cantik istrinya dengan lembut,karna tak ingin membuat tidur istrinya terganggu.
Apa lagi Gus Ilzam ingat tadi malam saat melakukan hubungan suami istri hingga hampir menjelang subuh,dan keduanya baru tidur setelah melaksanakan sholat subuh berjama'ah, istrinya tentu sangat kelelahan pikir Gus Ilzam terkekeh kecil.
'' Ternyata sudah jam setengah sepuluh '' guamam Gus Ilzam ketika melihat jam yang menggantung di dinding kamar hotel.
Karna mengingat jika istrinya juga dirinya melewatkan sarapan pagi,Gus Ilzam dengan pelan pelan menarik lengan kekarnya yang di jadikab bantal oleh istrinya,lalu Gus Ilzam membenarkan posisi kepala sang istri di atas bantal.
Cup..
Gus Ilzam mengecup dahi Ana yang mana tak membuat sang empunya bergerak sama sekali.
'' Istriku kalau tidur kebo juga '' gumam Gus Ilzam terkekeh.
Gus Ilzam segera beranjak turun dari kasur lalu masuk ke dalam kamar mandi.Sepuluh menit kemudian Gus Ilzam sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih fresah.
Gus Ilzam yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil melangkah ke arah sofa lalu mendudukkan bokongnya di sana.
'' Lebih baik aku pesan makan dulu ''
Gus Ilzam segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja,lalu mendail nomor pelayanan hotel untuk memesan makanan untuk istrinya dan dirinya.
Sembari menunggu pesanannya datang Gus Ilzam melaksanakan sholat duha empat raka'at, yang biasa Gus Ilzam lakukan setiap harinya meski ketika di perusahaan.
Tok... tokkk
Gus Ilzam bergegas membuka pintu kamar hotel yang ternyata staf hotel yang mengantarkan beberapa menu makanan.
Setelah menaruh makanannya di atas meja Gus Ilzam berjalan mendekat ke arah kasur dimana Ana masih damai dalam tidurnya.
Gus Ilzam tak langsung membangunkan Ana,melainkan membelai wajah Ana dengan penuh kasih sayang,Gus Ilzam masih ingat bagaimana istrinya tadi malam yang menangis di saat dirinya berusaha menerobos keperawanannya.Awalnya Gus Ilzam tak tega tapi sudah kepalang tanggung dan Gus Ilzam memilih meneruskannnya dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berhasil menerobos keperawanan istrinya.
Lalu Gus Ilzam mengecup dahi Ana. '' Maaf,pasti itu sangat menyakitkan ya '' gumam Gus Ilzam lalu mengecup setiap inci wajah cantik Ana,yang mana membuat sang empunya terusik.
'' Emhh... '' lenguh Ana sembari berusaha membuka kedua matanya yang terasa berat.
'' Kak Ilzam '' gumam Ana saat kedua matanya sudah benar benar terbuka.
__ADS_1
'' Bangun yuk '' ucap Gus Ilzam lembut.
'' Ini sudah jam berapa kak ?'' tanya Ana sembari mengucek kedua matanya.
'' Jam sepuluh ''
'' Apaaa!!!! '' pekik Ana yang langsung duduk.
'' Kenapa Kak Ilzam gak bangunin aku '' ucap Ana dengan bergegas beranjak dari atas kasur.
''Auww '' pekik Ana saat merasakan area inti bawahnya yang terasa sakit.
'' Masih sakit ya ?'' tanya Gus Ilzam hawatir sembari mendudukkan Ana di atas kasur.
Sedangkan Ana yang mendapat pertanyaan dari Gus Ilzam wajahnya seketika memerah karna sangat malu.
'' A,,,, Ana mau ke kamar mandi kak '' ujar Ana gugup.
'' Biar kaka gendong '' timpal Gus Ilzam.
Belum sempat mengeluarkan suaranya tiba tiba Gus Ilzam sudah mengangkat tubuh Ana ala bridystayl,yang seketika membuat Ana langsung reflek berpegangan di leher Gus Ilzam.
'' Kak Ana bisa jalan sendiri '' tukas Ana.
Saat sudah masuk ke dalam kamar mandi Gus Ilzam mendudukkan Ana di atas kloset.
'' Apa perlu kaka mandiin sekalian '' goda Gus Ilzam.
'' Ih,,, kaka keluar deh,Ana bisa mandi sendiri '' sahut Ana cemberut.Gus Ilzam tertawa kecil melihat istrinya yang cemberut dengan mengembungkan pipinya.
Cupp
Gus Ilzam mengecup dahi Ana. '' Baiklah,kaka tunggu di luar , nanti kalau sudah selesai panggil kaka ya '' ucap Gus Ilzam lalu melangkah keluar dari dalam kamar mandi.
Sedangkan Ana yang mendapatkan kecupan di dahinya dari Gus Ilzam tiba tiba pipinya terasa panas,dan detak jantungnya juga berpacu lebih cepat.
'' Ya Allah,,,,,, dia mengecup dahiku '' gumam Ana yang tiba tiba merasa ada kupu kupu yang berterbangan di perutnya.
Ana tidak tahu saat dirinya tadi masih terlelap Gus Ilzam sudah berkali kali mengecup dahinya bahkan juga seluruh wajahnya.Karna tak ingin membuat Gua Ilzam menunggu dirinya terlalu lama Ana bergegas membuka baju tidurnya dan segera mengguyur tubuhnya dengan shower.
Sedangkan Gus Ilzam yang menunggu Ana yang sedang mandi memilih melihat ponselnya yang sudah ia matikan sejak tadi malam.
Ketika ponselnya sudah hidup bunyi notifikasi pesan langsung ramai.
__ADS_1
Ting... 1
Ting.... 2
Ting.... 3
....
... dan seterusanya.
Gus Ilzam membaca setiap chat yang ia terima dengan tersenyum,karna chat yang masuk di ponselnya rata rata semuanya sama,ya itu " Gimana malam pertamanya " entah itu dari Gus Faaz,Akmal atau dari saudara yang lainnya juga teman temannya Zaki dan Imron yang tentunya mereka yang memiliki nomer WA Gus Ilzam.
Ckelkkk
Seketika pandangan Gus Ilzam yang semula menatap layar ponsel kini beralih menatap ke arah kamar mandi dimana istrinya yang baru keluar dengan wajah yang lebih fresh.
Gus Ilzam meletakkan ponselnya di atas meja lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri istrinya.
'' Kok gak panggil kaka kalu sudah selesai ?'' tanya Gus Ilzam sembari menuntun Ana untuk duduk di sofa yang berada di kamar itu.
'' Ga papa '' jawab Ana tersenyum.
'' Baiklah,ayo sekarang kita makan ''
'' Emm ''
Ana dan Gus Ilzam menyantap sarapan yang terlewatkan itu dengan tenang,bahkan sekali kali Gus Ilzam juga menyuapi Ana yang mana membuat Ana merasa sangat di manjakan oleh Gus Ilzam.
'' Kenapa liatin kaka kayak gitu hem ? '' tanya Gus Ilzam di sela sela menyuapi Ana.
'' Enggak papa,cuma Ana sedang mikir '' jawab Ana setelah menelan suapan di mulutnya, yang membuat Gus Ilzam memincingkan sebelah matanya.
'' Mikir apa ?'' tanya Gus Ilzam.
'' Ya mikir,gak nyangka aja sosok Gus Ilzam yang terkenal dingin dan datar di kalangan santriwati ternyata bisa lembut juga '' jawab Ana jujur.
'' Pasti kalau fans fanatik kaka tau,aku jamin mereka akan pingsan '' tambahnya terkekeh.
Gus Ilzam tersenyum mendengar perkataan Ana lalu tangan kanannya membelai kepala Ana yang tertutupi jilbab bergo dengan lembut.
'' Kelembutan kaka hanya untuk kamu saja '' ujar Gus Ilzam.
Blushh...
__ADS_1
Wajah Ana langsung bersemu merah mendengar perkataan Gus Ilzam,entah kenapa Ana merasa sangat tenang berada di dekat Gus Ilzam.