
Seperti yang di katakan Bibi Fida pada Ana yang akan mengatakan pada Paman Danu perihal keputusan Ana untuk tidak melanjutkan ke Universitas dan memilih meneruskan ke madrasah.
Paman Danu menyetujuinya dan akan segera mendaftarkan Ana ke madrasah pilihannya ya itu madrasah At-taufiq yang kini di asuh oleh Kiyai Abdullah.
Dan siang ini Paman Danu berniat untuk mengajak Ana mengunjungi pesantren At-taufiq untuk melihat lihat , siapa tahu Ana juga ingin sekalian menetap di pesantren pikirnya seperti yang di inginkan oleh mendiang kakaknya Ayah Ana.
Tetapi Paman Danu tidak pernah menyangka jika pagi ini rumahnya kedatangan tamu ceo perusahaan tempat dimana dirinya bekerja.
Pak Danu yang sedang bersantai di teras rumah segera menaruh majalahnya saat melihat mobil sang ceo berhenti di depan rumahnya.
'' Assalamualaikum '' ucap Abi dan Umi bersamaan.
'' Waalaikumsalam '' balas Pak Danu.Abi Umar dan Pak Danu saling berjabat tangan.
'' Mari mari silahkan masuk '' ajak Pak Danu ramah pada kedua tamunya untuk masuk ke dalam rumahnya.
'' Dekk,,, ini ada Pak Umar sama Bu Hana '' pekik Pak Danu.
Sedangkan orang yang di panggil oleh Pak Danu sedang berada di taman belakang bersama Ana tengah merawat bunga,dan saat mendengar pekikan sang suami yang memanggilnya Bibi Fida segera menaruh peralatan untuk merawat bunganya di atas meja.
'' Bibi tinggal menemui Pamanmu dulu ya sayang '' pamitnya pada Ana yang membantnya merawat bunga.
'' Iya Bi '' balas Ana.
Bibi Fida segera masuk ke dalam rumah dan seketika mengembangkan senyumnya saat melihat dua orang yang bertamu di rumahnya.
'' Assalamualaikum '' ucap Umi Hana segera menghampiri sahabat terasa adik itu.
'' Waalaikumsalam '' balas Bibi Fida.
Umi Hana dan Bibi Fida langsung cipika cipiki,bahkan keduanya seakan akan melupakan dua orang pria yang duduk di sofa.
'' Dekk..buatkan minum dulu dong tamunya '' ujar Paman Danu yang langsung membuat Bibi Fida terkekeh.
'' Iya Mas,Mbak Hana silahkan duduk ,aku mau buatin minum dulu '' ujar Bibi Fida.
Umi Hana mengangguk lalu segera melangkah ke sofa dan duduk di dekat Abi Umar.Sedangkan Bibi Fida segera beranjak ke dapur untuk membuatkan minum keduanya tamunya.
'' Biar Ana yang buatin minum Bi '' ucap Ana tiba tiba yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu dapur membuat Bibi Fida sedikit tersentak.
'' Ana '' pekik Bibi Fida. '' Bibi pikir kamu masih di taman belakang '' sambungnya.
Ana hanya tersenyum lalu berjalan mendekati Bibi Fida. '' Biar Ana yang buatin minumannya,Bibi temani saja tamunya '' ujar Ana lagi.
'' Iya deh, tolong kamu buatin teh anget dua sama kopi pahit satu ya sayang '' pinta Bibi Fida yang mengetahui bos suaminya itu penyuka kopi pahit. '' Oh ini lagi,nanti kamu sekalian bawa ya '' tambah Bibi Fida menunjuk satu toples cemilan.
'' Iya Bi '' balas Ana menyanggupi.
'' Kalau begitu Bibi tinggal dulu ya '' Ana mengangguk dan Bibi Fida segera beranjak meninggalkan dapur.
__ADS_1
Setelah kepergian Bibi Fida dari dapur Ana segera membuatkan minuman yang di katakan oleh Bibinya.
'' Loh Dek,,,, mana minumannya ?'' tanya Paman Danu saat melihat istrinya kembali dengan tangan kosong .
'' Masih di buatin sama Ana mas '' jawab Bibi Fida.
Sedangkan Umi Hana yang mendengar nama Ana di sebut seketika langsung antusias.
'' Ana di rumah Fid ?'' tanya Umi Hana binar.
'' Iya Mbak ''
'' Kamu panggilin gih,aku kangen sama gadis itu '' pinta Umi Hana.
'' Iya Mbak bentar ya '' timpal Bibi Fida yang langsung beranjak dari tempat duduknya,dan baru saja membalikkan badannya ternyata Ana sudah keluar dari dapur dengan membawa nampan yang berisi beberapa gelas minuman serta cemilan di dalam toples.
'' Itu anaknya Mbak '' ujar Bibi Fida lalu kembali duduk di tempatnya.
Ana berjalan mendekati ruang tamu sembari tersenyum saat melihat siapa yang bertamu di rumah sang Paman.
'' Assalamualaikum sayang '' ucap Umi Hana.
'' Waalaikumsalam Umi '' balas Ana tersenyum lalu menaruh gelas yang berisi teh dan kopi pahit itu di atas meja juga satu toples cemilannya.Lalu Ana segera menyalami Umi Hana dan untuk ke Abi Umar Ana hanya menyalami dengan isyarat.
Umi Hana seketika menyuruh Ana duduk di dekatnya saat melihat gerak gerik Ana yang akan meninggalkan ruang tamu.
Ana pun tak bisa menolak permintaan Umi Hana,dan memutuskan duduk di dekat Umi Hana.Selama hampir dua jam Ana menemani Abi Umar dan Umi Hana yang bercengkarama di rumah Paman Danu meski Ana kadang tak paham apa yang mereka perbicarakan,tetapi Ana tetap tak beranjak dari tempatnya duduk.
Karna merasa sudah lumayan lama bertamu, Umi Hana dan Abi Umar segera berpamitan untuk pulang.
Saat di perjalanan Umi Hana terus tersenyum karna pertemuan keduanya dengan gadis kesayangannya.
'' Gimana Bi ?'' tanya Umi Hana pada Abi Umar yang sedang mengemudikan mobilnya sendiri tanpa supir.
'' Apanya Mi ?'' Abi Umar malah berbalik bertanya.
'' Ya Ana tadi Abi,dia cantik kan juga baik dan ramah pula '' ujar Umi Hana antusias.
'' Iya dia baik,tapi kalau Umi mau menjodohkannya dengan Ilzam apa gak terlalu beda jauh usianya Mi,terus kalau keduanya gak mau gimana '' tukas Abi yang mengingat perkataan istrinya tadi malam saat akan mau tidur.
Flasback on.
Tadi malam saat akan tidur Umi Hana menceritakan perihal pertemuannya dengan Ana sore hari pada Abi Umar.
Umi Hana juga mengatakan jika dirinya sangat menyukai gadis itu meski baru bertemu,bahkan Umi Hana sangat merasa nyaman saat mengobrol dengan Ana padahal juga baru bertemu sekali.
Umi Hana mengatakan berniatan ingin memiliki Ana dengan cara menjadikannya menantunya,dengan menjodohkannya sama putra sulungnya.
Flasback off.
__ADS_1
'' Ya nanti Umi mau ngomong sama Fida dan suaminya,kalau masalah Ilzam Insyaallah dia mau saja,yang penting sekarang Abi setuju dulu apa tidak ?'' tanya Umi.
'' Iya Abi setuju setuju saja,apalagi Danu sama istrinya juga orang baik baik '' jawaban dari Abi Umar langsung membuat Umi Hana tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sholat dzuhur Paman Danu mengajak Ana untuk pergi ke pesantren At-taufiq untuk melihat lihat sekalian mendaftarkannya ke madrasahnya.
Karna cuaca sedikit mendung Paman Danu mengajak Ana ke pesantren dengan jalan kaki saja sekalian olahraga sore pikirnya aneh aneh saja,dan untungnya jarak rumah ke pesantren hanya butuh waktu lima belas menit jika di tempuh dengan jalan kaki.
'' Assalamualikum '' ucap Paman Danu saat sudah sampai di kediaman kiyai Abdullah.
'' Waalaikumsalam '' jawab Kiyai Abdullah yang ternyata sedanga mutolaah di ruang tamu.
Kiyai Abdullah segera mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam,Kiyai Abdullah juga cukup kenal dengan tamunya selain rajin ikut sholat jumat di masjid pesantren tamunya itu juga kerap kali ikut pengajian pengajian yang ia adakan di hari hari tertentu.
'' Ini siapa Pak Danu ?'' tanya Kiyai Abdullah melihat gadis belia di dekat tamunya.
'' Ini keponakan saya Kiyai,dan kedatangan saya kesini ingin mendaftarkan keponakan saya di madarasah pesantren '' ujar Paman Danu menyampaikan tujuan uatamanya.
'' Alhamdulillah,iya baik baik,, sebentar ya saya panggilkan pengurus santriwati dulu '' pamit Kiyai Abdullah.
'' Iya Kiyai silahkan ''
Kiyai Abdullah meninggalakan kedua tamunya di ruang tamu.Dan tak berselang lama Kiyai Abdullah sudah kembali dengan seorang wanita yang sudah di pastikan jika dia adalah pengurus pesantren.
'' Marwa,tolong kamu ajak adek ini untuk mendfatrkan di madrasah ya '' pinta Kiyai.
'' Iya Kiyai,ayo dek '' ajak Marwa.
Ana segera bangkit dari tempat duduknya,dan saat akan mengikuti langkah Marwa tiba tiba Pak Danu menghentikan langkah keduanya.
'' Mbk Marwa '' panggil Pak Danu.
'' Iya Pak ''
'' Tolong sekalian Mbak Marwa ajak keponakan saya untuk lihat lihat lokasi pesantren juga ya '' pinta Pak Danu.
'' Baik Pak ''
Marwa segera membawa Ana keluar melewati taman rumah Kiyai Abdullah,karna tak mungkin Marwa mengajak Ana melewati ruang tengah Kiyai Abdullah karna menurutnya itu tak sopan,meski pemilik rumah mengizinkannya.
Ana sempat terkesima saat memasuki kawasan madrasah pesantren dengan bangunan gedung gedung besar serta sangat bersih di tambah lagi terlihat banyaknya santriwati yang berseragam tengah berlalu lalang.
'' Nama adek siapa ?'' tanya Marwa yang langkahnya hampir sampai di kantor madrasah.
'' Ana Humairah Mbak,bisa di panggil Ana '' jawab Ana.
Marwa mengangguk tersenyum,dan saat akan memasuki pintu kantor madrasah langkah Marwa terhenti dan segera menunduk yang juga di ikuti oleh Ana yang tak mengerti kenapa tiba tiba Mbak Marwa berhenti dan menundukkan kepalanya dalam dalam.
__ADS_1
'' Eh Mbak Marwa '' sapa seoseorang yang berdiri di depan Marwa. '' Ini siapa Mbak ?'' sambung orang itu lagi.