
Satu bulan telah berlalu , hubungan Gus Ilzam dan Ana semakin hari semakin romantis, dan kini spasang suami istri itu sudah menempati rumah baru mereka yang terletak di dekat pesantren At-taufiq , Gus Ilzam membeli rumah minimalis seperti ke inginan istrinya , sebenarnya Gus Ilzam mampu membeli rumah yang besar dan megah , tapi karna istri tercintanya menginginkan rumah minimalis maka Gus Ilzam menurutinya , karna kebahagiaan istri yang pertama menurut Gus Ilzam.
Tepat jam dua sore tiba tiba hujan turun lumayan deras , yang mana membuat Ana yang sudah rapi dengan seragam madrasahnya menghela nafas.
'' Hemh... Hujan '' gumam Ana yang saat itu hanya seorang diri di dalam rumah.
Hari ini Gus Ilzam tak ada kelas di madrasah , jadi Ana akan berangkat seorang diri ke pesantren yang jaraknya hanya butuh waktu satu menit dengan jalan kaki.
Ana yang berdiri di dekat jendela kamarnya menoleh ke atas meja rias ketika mendengar suara dering ponsel.
📞'' Assalamualaikum Humaira '' suara dari sebrang telfon ketika Ana baru mengangkat telfonnya.
📞'' Waalaikumsalam Kak Il '' jawab Ana.
'' Humaira sudah di pesantren ?'' tanya Ilzam.
📞'' Belum kak , di sini hujan lumayan deras ''
📞'' Ya sudah lebih baik Humaira izin dulu , kak Il gak mau kalau Humaira nanti sakit lagi , ingat tubuh Humaira rentan sama air hujan '' tukas Gus Ilzam panjang lebar.
Di Farizi corp tepatnya di ruangan wakil direktur , Akmal menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gus Ilzam yang tengah berbicara dengan istrinya melalui sambungan telfon.Karna posisi Gus Ilzam saat ini terus mondar mandir di depan kaca besar ruangannya , Akmal bisa melihat dengan jelas raut hawatir di wajah Gus Ilzam yang di tunjukan pada Ana.
Tak berselang lama setelah sambungan telfonnya dengan Ana terputus , Gus Ilzam kembali duduk di kursi kerjanya dengan menghela nafas gelisah .
Akmal yang semulanya duduk di sofa tiba tiba bangkit dan mendekati Gus Ilzam . '' Kenapa Bos ?'' tanya Akmal menarik kursi di sbrang meja kerja Ilzam.
'' Aku hawatir sama Humaira '' jawab Gus Ilzam menyebut nama Ana dengan Humaira panggilan kesayangannya.
Akmal mengrinyitkan dahinya. '' Hawatir kenapa ?''
__ADS_1
'' Sekarang hujan , Humaira masih di rumah dan dia kekeuh akan berangkat '' jawab Gus Ilzam dengan perasaan gelisah campur hawatir.
'' Lah terus masalahnya apa coba ? Lagian Ana berangkatnya pasti juga pakai payung ,lagian nih ya jarak rumah kamu sama madrasah hanya butuh satu menit jika jalan kaki '' timpal Akmal bingung.
'' masalahnya Humaira itu rentan sama air hujan , bahkan saat seminggu sembelum kami menikah Humaira sempat masuk rumah sakit karna demam tinggi yang di sebabkan tubuhnya terkena air hujan '' jelas Gus Ilzam.
Akmal hanya manggut manggut saja ." kan bukan berarti Ana akan langsung jatuh sakit jika hanya terkena cipratan air hujan " batin Akamal.
'' sudahlah berdo'a saja semoga Ana baik baik saja , dan nih cepat kerjakan berkas berkasnya , Abi sudah menunggunya '' ucap Akmal menyodorkan beberapa berkas di hadapan Ilzam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul setengah lima sore di depan gerbang pesantren putri At - taufiq di hebohkan dengan keberadaan mobil mewah yang terparkir rapi di antara beberapa mobil milik wali santriwati yang sedang berkunjung di pesantren.Karna hujan sudah reda sejak satu jam yang lalu , yang mana membuat santriwati yang berlalu lalang untuk pulang dari madrsah sedikit berjalan santai tidak seperti tadi yang ketika berangkat dengan terburu buru agar tak kehujanan.
Keamanan santriwati yang berjaga di depan gerbang pesantren dengan tulisan '' TAMU HARAP LAPOR '' juga ikut penasaran dengan pemilik mobil mewah yang terparkir rapi di parkiran , karna orang yang berada di dalam mobil tidak menunjukkan batang hidungnya.
📲 ( kak Ilzam )
'' Assalamualaikum Humaira , kaka tunggu di parkiran santriwati 😘 ''
Ana tersenyum membaca pesan dari suami tampannya , Ana juga merasa bahagia dengan kehidupannya kini karna semakin hari Gus Ilzam semakin romantis , tapi beberapa detik kemudia Ana tesentak.
'' Loh.. Kok tumben jemputnya lewat parkiran santriwati '' gumam Ana.
Plukkk
Ana menoleh ke samping ketika lengannya ada yang menepuknya pelan.
__ADS_1
'' Ada apa ?'' Ternyata Neng Aisyah pelakunya.
'' Ini Kak Il , jemput aku di parkiran pesantren , biasanya kan selalu di Ndalem '' sahut Ana lalu memasukkan ponsel mahalnya ke dalam saku sragamnya.
'' Oh,, mungkin karna halaman Ndalem lagi di renovasi , jadi otomatis mobil tidak bisa masuk ke halaman '' tukas Neng Aisyah memberi tahu.
'' Oh gitu , aku gak tahu , soalnya tadi aku berangkat ke sini lewat gerbang pesantren '' timpal Ana.
Keduanya lalu melangkah keluar dari dalam kelas beriringan , semua santriwati yang berpapasan dengan Ana juga Neng Aisyah segera berhenti dan mendudukkan kepalanya.
'' Ayo aku antar kamu ke parkiran '' ujar Neng Aisyah di sela sela langkahnya.
'' Iya , terimakasih ya '' sahut Ana tersenyum begitu juga dengan Neng Aisyah yang ikut tersenyum.
Ketika Ana dan Neng Aisyah sudah sampai di depan gerbang , para keamanan pesantren yang awalnya duduk segera berdiri sembari menunduukkan kepalanya ketika melihat keberadaan Neng Aisyah dan Ana.Meskipun tanpa keberadaan Neng Aisyah di sisi Ana , semua santriwati akan melakukan hal yang sama pada Ana , karna menurut mereka kini Ana adalah keluraga Ndalem yang juga harus di hormati keberadaanya , bahkan mereka juga menyematkan panggilan Neng pada Ana.
'' Itu mobil kak Il , aku pamit pulang dulu ya , Assalamualaikum '' ucap Ana berpamitan pada Neng Aisyah.
'' Waalaikumsalam '' jawab Neng Aisyah.
Ana segera berjalan kearah parkiran dimana mobil suaminya berada . Sedangkan Gus Ilzam yang melihat istrinya melalui kaca spion segera kelauar dari dalam mobil.Para santriwati yang sejak tadi di buat penasaran dengan sang pemilik mobil mewah yang terparkir rapi di parkiran santriwati , seketika tercengang ketika orang yang berada di dalam mobil keluar yang ternyata adalah idola mereka Gus Ilzam , apa lagi kini Gus Ilzam masih memakai pakaian kantoranya kemeja maron, dasi hitam liris putih , celana hitam yang di padukan dengan sepatu pentofel dan jangan lupa Gus Ilzam juga sedikit melipat sedikit lengan kemejanya yang memperlihatkan lengan berototnya , yang mana semakin membuat santriwati kalang kabut , karna baru ini mereka melihat penampilan Gus Ilzam yang berbeda dari biasanya yang selalu pakai koko dan sarung ketika mengajar.
'' Assalamualaikum kak '' ucap Ana tersenyum ketika sudah berada di depan suaminya lalu mencium punggung tangan suaminya.
'' Waalaikumsalam Humaira '' balas Gus Ilzam sembari tangan kirinya terangkat mengelus pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
Adegan singkat namun terkesan romantis itu , benar benar membuat para santriwati yang menyaksikannya langsung gigit jari dan menjerit dalam hati.
'' Kak Il sudah lamakah nunggunya ?'' tanya Ana ketika Ilzam membukakan pintu mobil untuk dirinya.
__ADS_1
'' Tidak terlalu '' jawab Ilzam , Ana mengangguk.
Ilzam segera menutup pintu mobilnya , lalu dirinya berjalan melewati depan mobil dan masuk ke dalam kursi kemudi, Ilzam segera menjalankan mobilnya tanpa memperdulikan tatapan histris dari para santriwati , begitu juga dengan Ana yang sudah mulai terbiasa.