Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 19


__ADS_3

Gus Ilzam yang mengenakan setelan jas hitam dan kemaja putih sudah duduk di dalam lokasi masjid, untuk melangsungkan ijab qobulnya.


Berkali kali Gus Ilzam menetralakan nafasnya,dirinya benar benar tak menyangka mengucapkan ijab qobul lebih menegangkan di banding memimpin rapat dengan pembisnis hebat.


Saat ini semua kamera menayangkan sesi ijab qobul yang live di layar lokasi pesantren mapun perusahaan,semua santriwati di buat terpana dengan ketampanan Gus Ilzam yang berkali kali lipat saat memakai jas lengkap juga dengan peci hitam.Berbeda dengan karyawan perusahaan yang sudah terbiasa melihat Gus Ilzam memakai jas bedanya hanya bunga yang berada di saku jas bagian kiri dan peci hitam.


Di dekat Gus Ilzam juga ada Abi Umar,Paman Danu,Gus Faaz,Gus Fathan,Gus Hamdan dan Akmal.


'' Jangan gugup '' ujar Kiyai Abdullah sedikit terkekeh,karna selama ini yang Kiyai Abdullah lihat dari Gus Ilzam adalah sikap wibawanya dan ketegasannya.


'' Semua saksi sudah bisa kita mulai acara ijab qobulnya ?'' tanya Kiyai Abdullah.


Semua para saksi yang berada di dalam mesjid menjawab iya dengan serempak.


'' Sudah siap Zam ?'' kini Kiyai Abdullah berganti bertanya pada mempelai pria.


'' Insyaallah paman '' jawab Gus Ilzam yakin.


Kiyai Abdullah segera menjabat tangan Gus Ilzam yang terasa dingin,yang mana membuat Kiyai Abdullah tersenyum karna tahu dengan betul jika saat ini Gus Ilzam sedang gugup.


Karna Kiyai Abdullah yang menikahkan maka Kiyai Abdullah ijab qobulnya memakai bahas arab,layaknya anak anak pesantren pada umumnya.


(kiyai Abdullah ) '' YA,,, ILZAM AL FARIZI IBNU UMAR AL FARIZI AL HAJJ "


''ANGKAHTUKA WAZAWWAJTUKA WA ANA HUMAIRA BINTA AHMAD MALIK AL HAJJ,,,,, BIMAHRIN ASYAROTU MILIYART HAALAN......''


(Gus Ilzam dengan sekali nafas ) '' QOBILTU NIKAHAHA WATZWIJAHA BIMAHRIN MADZKUR HAALAN,,,,,"


Gus Ilzam menjawabnya dengan sangat lantang dan tegas.


Semua saksi mengucapkan kata sah yang mana Kiyai Abdullah segera membacakan doa yang di amini oleh Gus Ilzam dan yang lainnya.


Sedangkan Ana yang juga menyaksikan langsung bernafas lega saat Gus Ilzam melakukan ijab qobulnya tanpa ada kesalahan sedikitpun,bahkan Umi Hana dan keluarga yang lainnya saking terharunya hingga meneteskan air matanya begitu juga dengan Bibi Fida yang langsung memeluk Ana sembari menangis.


'' Sayang sekarang kamu sudah resmi jadi istri,kamu harus yang patuh sama suami kamu ya '' pesan Bibi Fida sesenggukan.


'' Iya Bi do'akan Ana supaya bisa jadi istri yang sholihah '' jawab Ana yang juga meneteskan air matanya.


Semua wanita bergantian memeluk Ana dan mengucapkan kata selamat untu Ana.

__ADS_1


'' Ana,kamu sekarang sudah menjadi putri Umi '' ucap Umi Hana yang juga masih sesenggukan.


'' Iya Umi '' timpal Ana tersenyum.


Sedangkan suasana pesantren santriwati sangat heboh antara pekikan karna terharu dan juga ada yang menangis karna masih tidak termia jika orang yang sangat di kaguminya sudah menikah.


'' Eh...kalian denger gak tadi maharnya apa ?'' tanya salah satu santriwati.


'' Kalo gak salah uang sepuluh miliyar '' jawab santriwati A yang memang fokusnya ke mahar pernikahan bukan ke Gus Ilzam saja.


'' Apa,,,!!! gak salah denger kamu '' pekik santriwati B.


'' Enggak aku yakin ,gak mungkin aku salah denger '' sahut si A.


Semua penonton kembali di fokuskan ke layar saat melihat Gus Ilzam yang sudah keluar dari dalam masjid dan akan di pertemukan dengan pengantin wanitanya.


Gus Ilzam yang di apit oleh Abi Umar dan Paman Danu melangkah memasuki rumah Kiyai Abdullah ,bahkan semua bisa melihat wajah binar Gus Ilzam yang tak pernah terlihat sebelumnya yang mana semakin membuat santriwati meleleh.


Gus Ilzam yang baru masuk ke dalam rumah kiyai Abdullah langsung di buat terpana saat melihat Ana yang sangat cantik dengan gaun putih serta riasan di wajahnya.


Ana segera menunduk dan mencium punggung tangan Gus Ilzam,begitu juga Gus Ilzam tangan kanannya memegang pucuk kepala Ana dan tangan kirinya di angakt ke atas dan melafalkan beberapa do'a.


Setelah sesi pertemuan mempelai laki laki dan perempuan selesai,Gus Ilzam dan Ana segera mendatangani surat surat nikah.


'' Humaira ayo foto '' ajak Gus Ilzam yang duduk di kursi sebelah Ana.Ana mengangguk.


Gus Ilzam mengulurkan tangannya pada Ana saat melihat Ana berdiri dengan kesusahan karna guan yang di pakainya.


'' Ayo kakak bantu '' ujar Gus Ilzam.


Ana menerima uluran tangan Gus Ilzam dengan malu malu.Bahkan Gus Ilzam bukan hanya membantu Ana berdir, Gus Ilzam juga membantu merapikan gaun bagian depan Ana yang menurut Gus Ilzam sangat ribet tentunya jika di buat berjalan.


Sedangkan momen itu tak pernah tertinggal oleh sorotan lampu kamera para fotografer, yang mana membuat para santriwati yang menonton di layar layar yang di sebar di setiap penjuru pesantren heboh dan hanya bisa gigit jari karna tak bisa menonton langsung.


'' Pasti Humaira kesusahan ya kalau mau berjalan ?'' tanya Gus Ilzam dengan suara lembut sembari menuntun Ana dengan penuh perhatian,Ana hanya mengangguk dengan tersenyum.


Ana benar benar tidak menyangka jika sosok Gus Ilzam yang terkenal tegas dan dingin saat mengajar di madrasah ternyata juga bisa lembut kalau berbicara.


Saat adzhan duhur ber kumandang Gus Ilzam beserta para pengiring laki laki segera melaksanakan sholat berjamaah di masjid pesantren,karna acara resepsi yang di adakan di hotel bintang lima milik keluarga Farizi akan di selenggaraka jam satu siang.

__ADS_1


Sedangkan Ana mengganti gaunnya yang semula putih kini berganti dengan warna pink salem dengan di penuhi bunga bunga timbul yang terlihat gelamour.



(Gaunnya di ralat karna author lebih suka yang ini 🤭🤭🤭🤭)


Tepat pukul satu siang mobil pengantin dan rombongannya dari pihak laki laki maupun perempuan sudah tiba di lokasi gedung dimana acara resepsi akan di selenggarakan.


Ana merangkul lengan kekar Gus Ilzam saat sudah keluar dari dalam mobil lalu keduanya melangkah masuk ke dalam gedunh.Dan saat sudah masuk ke dalam aula gedung pernikahan ternyata semua staf perusahaan juga para rekan bisnis Farizi Crops sudah menyambutnya.


Sedangakn para setaf perusahaan Farizi sendiri di buat terperangah saat melihat Gus Ilzam si wakil dirut yang terkenal dingin dan tegas itu terus menyunggingkan senyumnya,sepertinya Tuan Ilzam sangat bahagia dengan pernikahannya batin para setaf perusahaan yang menghadiri pernikahan Gus Ilzam dan Ana.


Acar berlangsung hingga malam hari,jika tadi sore hari husus tamu dari para staf perusahaan maka malam hari di hususkan untuk teman teman kuliah Gua Ilzam dari Kairo,juga teman teman SMAnya.


Setelah sholat maghrib tadi Ana di bawa masuk ke dalam kamar rias untuk mengganti gaun yang terakhirnya yang berwarna gold.



Sedangkan Gus Ilzam yang sudah selesai melaksanakan sholat segera kembali ke aula pernikahan untuk menemui teman teman sekolahnya sembari menunggu istrinya selesai berganti gaun.


'' Wihh,,,, akhirnya kamu nikah juga '' ujar Imron salah satu teman Gus Ilzam saat di Kairo.


'' Hem,, do'akan saja kami '' timpal Gus Ilzam


'' semoga kalian berdua sakinah mawaddah warohmah '' do'a Imron.


'' Aminnnn '' ucap semuanya serempak yang juga kebetulan ada Akmal juga Gus FaaZ yang sama sama alumni Kairo.


Jika beberapa menit yang lalu wajah Gus Ilzam datar kini langsung berubah seratus delapan puluh derajat saat melihat istrinya yang sudah kembali ke aula.


'' Aku tinggal dulu '' pamit Gus Ilzam yang segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja.


'' Sepertinya Ilzam yang seperti es balok itu tak akan berlaku jika di samping istrinya '' ujar Imron yang menertawai perubahan sikap Gus Ilzam jika bersama istrinya.


'' Hemm,, Bang Imron benar,Bang Ilzam sudah bucin sama Mbak Ana '' sahut Gus Faaz.


'' Kayaknya kita juga hanya bisa mengandalkan Ana jika suatu saat emosi Ilzam kambuh '' timpal Akmal terkekeh.


Ketiganya lalu tertawa bersama menertawai Ilzam yang kini sudah duduk di pelaminan bersam istrinya.

__ADS_1



(Aula pernikahan)


__ADS_2