Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 32


__ADS_3

Malam hari setelah sholat maghrib , Gus Ilzam yang sudah rapi dengan setelan formalnya tengah menunggu istrinya di ruang tamu , karna tadi Ana menyuruhnya agar menunggu dirinya di ruang tamu saja.


Di dalam kamar Ana membuka sebuah kotak yang berisikan beberapa alat make up dari seserahan waktu pernikahannya yang tak pernah ia pakai sama sekali , Ana membulatkan kedua matanya saat melihat semua alat make up yang berada di dalam kotak , bukan karna banyaknya alat make up melainkan karna merek semua make upnya dari brand ternama.


'' Astaghfirullah , ini aku gak salah lihat kan , merek make upnya dari brand YSL semua '' gumam Ana terpukau melihat lihat semua set make up dari brand YSL.


'' Kalau aku pakai lipstik ini , buat ghibah se isi dunia mah gak akan luntur '' kekehnya .


Ana lalu segera merias wajahnya dengan riasan simpel tak terlalu mencolok , sebenarnya mertuanya menawarkan seorang WO untuk meriasnya tapi dirinya menolaknya , karna dirinya sendiri sebenarnya juga pandai merias wajah waktu masih di Jogja , tapi semenjak tinggal di Jakarta dirinya lebih suka berpenampilan apa adanya yang beruntungnya memang sudah cantik dari prucut.


Lima belas menit kemudian Ana sudah selesai bersiap dan segera keluar karna tak ingin membuat suaminya menunggu lama.


Gus Ilzam yang sibuk dengan ponselnya tidak menyadari jika istrinya sudah berdiri tak jauh darinya.


'' Kak Il '' panggil Ana.Gus Ilzam langsung mendongak dan seketika dirinya tercengang dengan penampilan istrinya kini , ini yang kedua kalinya istrinya ber make up setelah acara pernikahan mereka , dan lagi lagi Gus Ilzam di buat terpesona dengan kecantikan Ana , meski make upnya tak seperti acara pernikahan waktu itu tapi tetap saja menurut Gus Ilzam sangat cantik.


'' Kenapa Humaira cantik sekali sih '' puji Gus Ilzam yang sudah berdiri dan menyentuh pipi Ana dengan lembut.


'' Masa sih '' sahut Ana malu malu padahal dirinya hanya memakai bedak padat , eyelener terus masakara dan terakhir lipstik berwarna nude.


'' Iya sayang , Humaira cantik banget '' ucap Gus Ilzam bersungguh sungguh yang mana membuat pipi Ana semakin bersemu.


'' Sudah ah , ayo kita segera berangkat '' ucap Ana yang tak tahan dengan pujian Gus Ilzam yang mana membuat pipinya bersemu.


Suasana di aula perusahaan Farizi Corps sudah sangat ramai , para karyawan dari perusahaan pusat ataupun cabang sudah berkumpul semua , meski malam ini adalah acara ulang tahun Abi Umar tetap mengharuskan para karyawan perempuan memakai gaun yang sopan tidak seperti gaun acara pesta pada umumnya.Maka malam ini banyak para karyawati muslim yang memakai gamis , sedangkan yang non muslim memakai dress panjang hanya bedanya mereka tidak memakai kerudung.


Sedangkan Farah yang statusnya sebagai karyawati muslim di perusahaan juga memakai gamis yang terlihat mewah , Farah sengaja memakainya berharap Gus Ilzam mau meliriknya .


Kini semua orang sudah hadir termasuk keluarga Presedir , Bibi Fida dan Paman Danu begitu juga dengan Neng Zahra dan Gus Hamdan beserta putrinya . kini mereka tinggal menunggu kedatangan Wakil direktur bersama istrinya , tadi seisi perusahaan tengah membicarakan sang istri Wadir yang tak pernah terlihat menginjakkan kakinya di perusahaan , mereka semua penasaran dengan sosok wajah asli istri Wadir mereka yang tak memakai make up seperti acara pernikahannya dulu , dan kini kabar mengatakan jika istri Wadir juga akan ikut hadir.


Dan ketika semua orang di aula tengah sibuk dengan obrolannya masing masing , tiba tiba langsung berhenti ketika pintu besar aula terbuka dan muncullah sosok Gus Ilzam dan Ana yang berjalan masuk ke dalam aula , semua karyawan di buat terbengong ketika melihat langsung bagaimana wajah istri Wadir mereka yang benar benar sangat cantik , bahkan yang menurut mereka Farah sangat cantik malam ini bagi mereka masih kalah jauh dengan Istri sang Wadir.


'' Ya tuhan,,,, aku gak nyangka wajah asli istri Pak Ilzam secantik ini , minder sekali aku '' gumam karyawati A penuh kekaguman.

__ADS_1


'' Iya kamu benar , bahkan terlihat sekali jika kecantikan istri Pak Ilzam sangat alami , bukan karna Make Up '' sahut si B.Dan masih banyak lagi karyawan yang memuji Istri Wadir mereka.


Sedangkan Farah yang mendengar semua pujian yang di lontarkan para karyawan pada Ana , benar benar membuatnya iri dan cemburu.


Gus Ilzam dan Ana berjalan menuju ke arah dimana kedua orang tuanya dan Paman dan Bibi Ana berada , Gus Ilzam sama sekali tak melepaskan rangkulannya di bahu Ana dan itu mampu membuat para karyawati yang menjadi fans fanatik Gus Ilzam gigit jari tapi mereka masih sadar diri karna tak mungkin bisa di bandingkan dengan Ana.


'' Assalamualaikum '' ucap Gus Ilzam dan Ana.


'' Waalaikumsalam '' balas Abi Umar , Umi Hana , Paman Danu dan Bibi Fida.


'' Ya Allah sayang , kamu cantik sekali malam ini '' kagum Umi Hana memeluk Ana.


'' Terimakasi Umi , Umi juga sangat cantik '' balas Ana tersenyum.


'' Ya sudah karna kalian sudah datang , mari kita langsungkan acaranya '' ucap Abi Umar.


Dan kini Abi Umar selaku Presedir segera memimpin do'anya untuk merayakan ulang tahun perusahaan di atas podium yang berada di dalam aula , setelah do'a bersama selesai Abi Umar segera mengumukan pengunduran dirinya dari perusahaan sebagai Presedir dan akan di gantikan oleh Gus Ilzam.


Semua karyawan bertepuk tangan dengan meriah menyambut Pemimpin baru mereka , karna sudah di pastikan Farizi Corps akan semakin jaya di bawah pimpinan Gus Ilzam.


Gus Ilzam dan Ana kini tengah duduk bersama keluarganya di kursi yang di sediakan untuk keluarga pemilik perusahaan , dan ketika mereka sedang mengobrol tiba tiba Farah datang menghampiri Zahra yang juga berada di antara keluarga Gus Ilzam.


'' Nak kamu Farah kan ?'' tanya Umi Hana yang mengingat wajah Farah.


Farah langsung tersenyum mengangguk .'' Iya saya Farah '' jawab Farah.


'' Ya Allah , kapan kamu yang kembali dari London ? '' tanya Umi Hana lagi.


'' sudah dua mingguan '' jawab Farah.


''Sini duduk , kamu ini juga keluarga kami '' Umi Hana menarik tangan Farah dengan pelan agar duduk di dekatnya yang mana membuat Farah tersenyum senang.


'' Apa kamu kerja di sini Farah ?'' tanya Umi Hana.

__ADS_1


'' Iya , saya bekerja sebagai sekertaris Presedir '' jawab Farah bangga.


'' Ya Allah ,, Umi gak tahu beneran deh , Abi juga kenapa gak bilang sama Umi kalau Farah jadi sekertaris Abi '' ujar Umi Hana.


'' Maaf ,lupa '' sahut Abi Umar datar.


'' Ih Abi , kebiasaan deh '' timpal Umi Hana.


Kini Umi Hana kembali bertanya tanya seputar kehidupan keponakan Mbak Iparnya waktu di london.Dan tanpa mereka berdua sadari , kini Gus Ilzam , Ana , Abi Umar juga Faaz dan Akmal tengah memperhatika keduanya dengan pandangan tak biasa. Tapi tidak dengan Paman Danu dan Bibi Fida juga Neng Zahra dan Gus Hamdan yang menatap biasa keduanya , karna menurut mereka maklum lama tidak bertemu.


Tadi siang di ruangan Presedir semua anak Abi Umar berkumpul , Gus Ilzam yang akan menjabat sebagai Presedir baru meminta Abinya agar menggantikan sekertarisnya dengan seorang pria , awalnya Abi Umar sempat menolak tapi setelah mendengar penjelasan dari Gus Ilzam yang mengatakan jika Farah selalu mencari perhatian darinya dan tak mau ada kejadian yang tak di inginkan yang mana membuat rumah tangganya tak tenang , meski dirinya tahu jika Ana bukan gadis kecil yang mudah di provokasi tapi Gus Ilzam hanya berjaga jaga.


Begitu juga dengan Akmal dan Faaz yang juga sering melihat Farah menatap saudara mereka dengan padangan tak biasa.


'' Hei Ana , kamu cantik sekali malam ini '' puji Farah untuk mencari perhatian dari Umi Hana.Tapi sayangnya Ana mengetahui tujuan Farah.


'' Tentu harus , karna malam ini SUAMIKU adalah rajanya '' timpal Ana santai tapi menekan kata suami.


''Oh iya ya , kamu tahu tentang bisnis An ?'' tanya Farah memojokkan Ana yang sialnya dia tak menyadari jika pertanyaannya akan membuatnya malu nantinya.


'' Bisnis '' beo Ana dengan tampang bodohnya dan itu membuat Gus Ilzam gemas , dia tau kalau istri kecilnya ini sedang mempermainkan Farah.


'' Iya Bisnis , kan kamu sekarang istri seorang Presedir jadi sudah seharusnya kamu mengerti Bisnis kan '' timpal Farah. Dan perkataannya membuat semua orang yang berada di situ menatap Farah dengan pandangan berbeda beda.


'' Em gitu ya '' balas Ana menggut manggut.


'' Terus kalau aku tidak mengerti masalah bisnis apa aku tidak pantas jadi istrinya Kak Ilzam ya Kak ?'' tanya Ana yang mana membuat Farah gelagapan.


'' Bu,,, bukan begitu maksudku '' sahut Farah gugup.


'' Terus apa ,? kan barusan Kak Farah bilang sendiri kalau jadi istrinya Presedir harus mengerti bisnis , sedangkan aku tidak mengerti bisnis sama sekali , apa aku tidak pantas jadi istrinya Kak Ilzam '' ucap Ana dengan wajah di buat sedih.


'' Umi , apa Ana tidak pantas jadi istri Kak Ilzam ? Karna Ana tidak mengerti apapun tentang bisnis '' ucap Ana sendu.

__ADS_1


Umi Hana langsung memeluk menantu kesayangannya , dirinya hampir memarahi Farah karna terus membahas masalah tentang bisnis yang mana membuat menantunya merasa rendah diri.


'' Sayang tidak apa apa kamu tidak mengerti bisnis , Umi juga kok sama kayak kamu gak ngerti bisnis , kita sebagai istri cukup bantu dengan dukungan dan do'a untuk suami kita ,tidak perlu harus bisa bisnis untuk membantunya '' hibur Umi Hana.


__ADS_2