Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 12


__ADS_3

🌺 Madrasah diniyah At-taufiq 🌺


'' Kak Ana kenapa lesu gitu mukanya ?'' tanya Neng Aisyah.


Jika santriwati lainnya ingin bisa mendekati dan di kenal baik namanya oleh Neng Aisyah,tetapi tidak dengan Ana yanga malah Neng Aisyah yang terus terusan mendekati Ana.


'' Gak papa Neng '' jawab Ana tersenyum.


Ana merasa lesu karna tadi sebelum berangkat ke madrasah Bibi Fida mengatakan jika pertunangan dirinya dengan Putra Umi Hana akan di langsungkan hari jum'at lusa.


Ana segera duduk di bangkunya saat mendengar bunyi bel masuk,entah kenapa tiba tiba Ana merasa perasaannya berbeda dengan hari ini,tapi tak tahu perasaan apa itu.


Sedangkan Gus Ilzam yang sudah kembali masuk ke madrasah setelah dua minggu di gantikan oleh Gus Faaz,membuat fans fantiknya kembali memiliki semangatnya,bahkan bukan hanya para santri madrasah sebagian Ustadzah pun juga ada yang sudah tergila gila pada Gus Faaz.


Ceklekk...


Ana langsung tercengang saat melihat Ustadz yang masuk ke dalam kelasnya yang tak lain adalah Gus Ilzam.


'' sepertinya kamu juga mengagumi Gus Ilzam ya Na, '' bisik teman sebangkunya.Yang mana membuat Ana langsung menoleh ke samping.


'' Dia siapa ? bukannya sekarang waktunya Ustadz Faaz ya ?'' tanya Ana dengan suara berbisik,Ana berpura pura tidak tahu dengan sosok Gus Ilzam padahal seminggu lagi akan bertunangan dengannya.


'' Oh ya kamu belum tahu yah,Gus Ilzam itu kakak kandung Gus Faaz,dan kebetulan selama dua minggu ini Gus Ilzam ada urusan jadi Gus Faaz yang menggantikannya mengajar '' terang teman sebangku Ana.Ana hanya mengangguk paham.


Ana dan teman sebangkunya langsung melihat ke depan saat Gus Ilzam memberi ucapan salam.


'' Assalamualaikum wr wb '' ucap Gus Ilzam dengan suara yang terdengar tegas.


'' Waalaikumsalam wr wb '' jawab semua santriwati kompak.


Gus Ilzam mulai mengabsen nama nama santriwati satu persatu,hingga di urutan nama paling akhir Gus Ilzam sedikit tertegun.


'' Ana Humaira ''


'' Hadiroh ''


Gus Ilzam seketika menatap ke arah santriwati satu persatu hingga kedua matanya menangkap sosok cantik yang duduk di bangku paling belakang.


" Dia kanapa bisa di kelas ini,apa jangan jangan Umi yang memasukkannya di kelasku agar kami bisa saling bertemu " batin Gus Ilzam yang mulai suudzhon pada Uminya.Dasar anak durhakim🙄.


" Astaghfirullah.... kenapa aku bisa bisanya suudzhon sama Umi " batin Gus Ilzam lagi yang sudah sadar.


Gus Ilzam kembali memeriksa buku absen,dan ternyata nama Ana Humaira sudah masuk di daftar absen kelas satu aliyah dua minggu yang lalu,berarrti saat pertama kali Faaz yang menggantikannya pikir Gus Ilzam.


Karna tak ingin terlalu memikirkan keberadaan calon tunangannya Gus Ilzam segera memulai pelajarannya,Gus Ilzam segera membacakan makna kitab RIYADUS SHOLIHIN,sedangkan para santriwati segera memaknai kitabnya dengan serius.karna menurut mereka jika waktunya Gus Ilzam yang mengajar mereka harus benar benar memasang telinganya dengan tajam,karna Gus Ilzam tidak pernah mengulangi membacakan makna kitabnya,yang mana membuat mereka harus benar benar hanya konsentrasi pada pelajarananya.


Di tambah lagi Gus Ilzam akan menyuruh salah santriwati untuk membacakan ulang kitab yang barusan di maknai,dan jika ada yang tidak di ketahui maknanya karna tertinggal sudah di pastikan akan mendapat perkataan tegas plus pedas dari Gus Ilzam.


Gus Ilzam sudah selesai membacakan makna kitab sebanyak satu lembar,dan benar saja Gus Ilzam langsung menunjuk salah satu santriwati untuk membacakan ulang maknanya.


'' Ana Humaira ''


Ana yang merasa terpanggil namanya seketika berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


'' Iya Ustadz '' sahut Ana menunduk.


'' Kamu bacakan kembali yang saya maknai barusan '' titah Gus Ilzam tegas.


Ana menganggukkan kepalnya dan segera memulai membaca kitab miliknya dengan suara lantang dan sangat jelas bahkan tak merasa canggung sama sekali meski orang yang menyuruhnya sebentar lagi akan menjadi tunangannya.


'' Bismillahirrahmanirrahim ''


Ana membaca makna kitabnya dengan sangat lancar dan jelas membuat Gus Ilzam menahan senyumnya.


Tiba tiba kelas sedikit berisik di saat Ana membacakan makna di salah satu kalimat,yang ternyata kalimat itu di lewati oleh Gus Ilzam saat membacakan makna.


Begitu juga dengan Gus Ilzam yang tak menyangka jika calon tunangannya itu tahu makananya kalimat itu , padahal memang sengaja tak ia maknai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gus Ilzam pulang ke mansion Farizi tepat setah selesai jam makan malam,tadi dirinya masih mengobrol dengan Pamannya prihal acara pertunangannya Jum'at lusa,Gus Ilzam juga mengajak serta keluarga Kiyai Abdullah untuk acara pertunangannya nanti.


'' Assalamualaikum '' ucap Ilzam yang baru masuk ke dalam mansion.


'' Waalaikumsalam '' sahut seseorang dari ruang keluarga.


Ilzam saat baru masuk ke dalam ruang keluargadi buat heran dengan keberadaan keluarganya yang sedang berkumpul tumben sekali pikirnya.


'' Eh Zam baru pulang ?'' tanya Abi Umar.


'' Iya Bi '' Ilzam segera menyalami Abi Umar dan Umi Hana serta kedua saudaranya.


Ilzam mendudukkan dirinya di dekat Gus Faaz yang sedang asik dengan ponsel mahalnya,sedangkan Akmal sibuk memakan cemilan favoritnya sembari menonton Tv.


Gus Faaz yang mendapatkan pertanyaan dari kakanya langsung menatap sang kaka.


'' Ana siapa ?'' tanya Gus Faaz balik,apa Ana santriwati baru itu pikirnya.


'' Santriwati baru '' jawab Gus Ilzam.


'' Ya tahu lah,kenapa emangnya ? Abang suka ya sama dia, '' tebak Gus Faaz menyeringai.


Guz Ilzam tak memperdulikan perkataan adiknya.


'' Menurutmu bagaiman dia ?'' tanya Gus Ilzam lagi.


'' Dia cantik dan juga sangat sopan,apa lagi kalau lagi tersenyum SubhanaAllah...meleleh aku di buatnya '' ujar Gus Faaz yang memang mengagumi Ana.


Pukkk


Astaghfirullah... pekik Gus Faaz karna bahunya di pukul dengan cukup keras oleh Gus Ilzam.


'' Jangan halu,Ana itu sudah punya calon tunangan '' tukas Gus Ilzam ketus.


'' Abang tahu darimana ?'' tanya Gus Faaz lalu mengambil secangkir kopi jahe dan menyesapnya.


'' Karna Abang kamulah calon tunangannya Ana '' Umi Hana yang menjawab.

__ADS_1


Gus Faaz yang tengah menikmati kopi jahenya seketika langsung tersedak.


Uhukkk Uhukkkk


'' Umi jangan bercanda ? kalau Ana yang cantik jelita itu calon tunangan Abang '' ujar Gus Faaz tak percaya.


'' Umi serius,jum'at lusa lamarannya '' timpal Umi Hana.


Sedangkan Akmal yang sejak tadi asik memakan cemilannya mulai ikut angkat bicara,pasalnya dirinya tidak terlalu tahu tentang masalah santriwan santriwati pesantren.


'' Umi,Akmal semakin penasaran sama calon tunangan Ilzam '' tukas Akmal.


'' Kamu sudah pernah tahu kok sama gadis itu '' sahut Umi tersenyum.


'' Benarkah ? lalu siapa ? dan dimana rumahnya ?'' tanya Akmal beruntun.


'' Dia keponakannya Pak Danu '' jawab Umi Hana spontan.


Jika tadi Gus Faaz yang tersedak saat mengetahui jika calon tunangan kakaknya adalah Ana Humaira,maka sekarang gantian Akmal yang tersedak air putih karna mendengar jika calon tunangan Ilzam adalah keponakan Pak Danu yang pernah ia lihat di depan gerbang mansion beberapa waktu lalu.


Uhukkk Uhukkkk.


'' Apa,,,!!!! gadis itu !! yang cantiknya kayak bidadari !!'' pekik Akmal juga tak percaya seperti halnya Gus Faaz.


Gus Ilzam hanya menggelengkan kepalanya,dirinya benar benar tak habis pikir dengan kedua saudaranya yang begitu mengagumi calon tunangannya,padahal dirinya sendiri masih di landa rasa bimbang antara meneriam dan tidak menerima.


'' Bang,, ''


'' Hem ''


'' Abang tahu gak kelebihan Ana ?'' tanya Gus Faaz.


'' Gak tahu '' jawab Gus Ilzam cuek.


'' Ana itu memiliki kecerdasan jauh di atas Mbak Aisyah loh '' ujar Gus Faaz.


Gus Ilzam hanya mengerutkan dahinya bahkan terkesan tak percaya.


'' Beneran deh Bang,Paman Abdul sendiri yang bilang jika Ana itu hafal kitab FATHUL QORIB,BULUGHUL MAROM dan masih banyak kitab kitab lainnya '' kata Gus Faaz.


Sontak perkataan Gus Faaz membuat Gus Ilzam juga ikut ikutan tersedak dengan minumannya.


Uhukk Uhukkk


'' Kamu jangan bercanda Az '' tukas Gus Ilzam tak percaya.


'' Demi Allah Bang,Paman sendiri yang bilang bahkan Ana juga sudah lama hafal nadzhom Alfiyah dan Imrithi '' tambah Gus Faaz yang benar benar mengagumu sosok Ana Huamaira.


'' Iya Zam,apa yang di katakan adik kamu memang benar adanya '' Abi Umar yang sejak tadi hanya menjadi penonton aksi sedak tersedak ketiga putranya prihal Ana akhiranya angkat suara.


Begitu juga dengan Umi Hana yang ikut ikutan bersuara. '' sekarang apa kamu masih meragukan calon tunangan kamu itu '' cibir Umi Hana.


Gus Ilzam tak menjawab dan memilih berpamitan untuk istirahat. Tanpa mereka sadari Gus Ilzam yang berjalan menaiki anak tangga bibirnya terus menyunggingkan senyumnya yang tak pernah ia tampakkan ke orang lain selain keluarganya.

__ADS_1


'' Ya Allah ternyata engkau mengabulkan keinginan hamba yang ingin memiliki istri yang urusan agamanya tak di ragukan lagi '' guamm Gus Ilzam dengan tersenyum


__ADS_2