Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 14


__ADS_3

Setelah acara pertunangan Gus Ilzam dan Ana selesai di selenggarakan seminggu kemudian Bibi Fida dan Paman Danu pergi ke Jogja ke tempat kelahiran Paman Danu dan Ana, untuk memberikan kabar pada kerabat kerabat di sana perihal pernikahan Gus Ilzam dan Ana.


Sedangkan Ana sendiri tidak bisa ikut pulang Paman dan Bibinya ke Jogja di karnakan sebentar lagi dirinya akan mengikuti wisuda seribu bait Nadzhom Alfiah Ibnu Malik.


'' Paman sama Bibi berangkat dulu ya '' pamit Paman Danu.


Sebelum berangkat ke Jogja Paman Danu dan Bibi Fida lebih dulu mengantarkan Ana ke pesantren untuk menetap sementara waktu saat di tinggal ke Joga.


Ana mencium punggung tangan Paman Danu dan Bibi Fida bergantian. '' Paman sama Bibi hati hati di jalan '' ujar Ana.


'' Assalamualaikum '' ucap Paman Danu dan Bibi Fida lalu segera masuk ke dalam mobil yang di kemudikan sendiri oleh Paman Danu.


'' Waalaikumsalam '' balas Ana.


Setelah mobil yang membawa Paman Danu dan Bibi Fida tak terlihat Ana segera masuk ke dalam pesantren melewati gerbang utama pesantren santriwati sembari membawa tas ransel yang berisiakn beberapa setelan baju dan juga satu tas tenteng yang berisikan kitab pelajaran di madrasah.


Saat baru melewati gerbang pesantren ternyata Neng Aisyah yang di temani salah satu abdi dalem sudah menyambut kedatangan Ana.


'' Assalamualaikum '' ucap Ana tersenyum.


'' Waalaikumsalam '' balas Neng Aisyah dan abdi dalem bersamaan.


Semenjak Neng Aisyah meminta nomor ponsel Ana hubungan keduanya terjalin bukan hanya saat di madrsaha saja melainkan juga saat berada di rumah.


Dan tadi malam Ana menceritakan perihal kepergian Paman dan Bibinya ke Jogja,dengan sangat antusiasnya Neng Aisyah meminta Ana agar menetap di pesantren dan lebih tepatnya di rumahnya.


Tetapi Ana langsung menolak permintaan Neng Aisyah dengan alasan tidak sopan,dan jadilah keduanya saling berdebat dan hasilnya Ana memilih tinggal di kamar yang di tempati oleh beberapa abdi dalem Kiyai Abdullah yang letaknya berada di belakang rumah Kiyai Abdullah.


'' Kak,kenalin ini Mbak Siti '' ucap Neng Aisyah memperkenalkan gadis yang usianya empat tahun lebih tua dari Ana.


'' Kenalkan,saya Siti '' ujar Mbak Siti tersenyum sembari menjulurkan tangan kanannya yang langsung di balas oleh Ana.


'' Saya Ana Mbak '' sahut Ana ramah.


'' Jika benar benar ingin tinggal di kamar abdi dalem,Mbak Siti ini yang akan menjadi salah satu teman kamar kakak '' ujar Neng Aisyah.

__ADS_1


'' Iya Neng,makasih ya '' timpal Ana.


'' Ya sudah ayo masuk '' ajak Neng Aisyah.


Mbak Siti dan Ana melangkah masuk ke dalam mengikuti Neng Aisyah.Kedatangan Ana yang membawa tas ransel beserta tas tenteng membuat para santriwati bertanya tanya,apa Ana akan masuk ke pesantren atau gimana pikir mereka.


Neng Aisyah pamit pada Ana karna bisa tidak mengantarkan Ana sampai kekamarnya karna tiba tiba di panggil oleh Kiayi Abdullah.Jadi Ana di temani oleh Mbak Siti seorang diri.


'' Kok sepi kamarnya Mbak ?'' tanya Ana saat sudah masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh abdi dalem yang lumayan luas.


'' Iya Neng,kebetulan semua abdi dalem sedang mengerjakan tugas tugasnya '' jawab Mbak Siti sopan.


'' Mbak Siti kok panggil Ana neng ? panggil Ana saja Mbak saya bukan Neng Aisyah '' ujar Ana.


Mbak Siti tersenyum. '' Saya tahu kalau Neng Ana adalah tunangan Gus Ilzam '' timpal Mbak Siti yang mana membuat Ana sedikit terkejut.


'' Mbak Siti tahu darimana ?'' tanya Ana.


'' Saya tahu dari Umi Jamila ( istri Kiyai Abdullah )'' jawab Mbak Siti jujur.


'' Oh,tapi Ana minta jangan panggil Ana dengan embel embel Neng,cukup Ana saja ya,Ana gak suka '' pinta Ana.


'' Gak ada tapi tapian '' potong Ana tegas.bahkan Mbak Siti bisa melihat jika sosok Ana ini benar benar cocok dengan Gus Ilzam yang juga sangat tegas.


Bebrapa tahun yang lalu saat Mbak Siti masih sekolah di madrasah Mbak Siti juga pernah merasakan ketegasan Gus Ilzam ketika mengajar di madrsah,dan waktu itu Gus Ilzam baru menjadi salah satu Ustadz di madrasah.


'' Iya baiklah Ana '' akhirnya Mbak Siti menyerah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karna hari ini hari kamis Gus Ilzam hanya masuk satu jam di madrsah, dan kebetulan waktunya mengajar di madrasah santriwati.


Gus Ilzam yang akan berangkat ke madrasah sengaja memakai kemeja warn biru langit kombinasi silever yang di padukan dengan sarung lamiri dan kopyah hitam.


Gus Faaz yang melihat Abangnya turun dari lantai atas di buat terbengong dengan penampilan abangnya yang tak seperti biasanya.yang lebih terlihat keren meski memakai sarung.

__ADS_1


'' Bang,, tumben gak pakai koko ? mau terlihat keren di mata calon bini '' ledek Gus Faaz cekikikan.


Gus Ilzam hanya diam saja tak menanggapi perkataan sang adik dan lebih memilih melangakah keluar dari mansion dan segera mengemudikan mobil mahalnya untuk menuju pesantren Kiyai Abdullah.


Sedangkan di kamar milik abdi dalem Ana sudah bersiap untuk berangkat ke madrasah setelah tadi di minta untuk menemui Umi Jamila dan Neng Zahra di ruang keluarga dalem Kiyai Abdullah.


'' Mau ketemu calon laki nih '' goda seseorang yang muncul di belakang Ana yang tak lain dan tak bukan adalah Neng Aisyah.


'' Sudah sering kali '' dengus Ana.


'' Kenapa kayak gak suka gitu ketemu calon laki ?'' tanya Neng Aisyah.


'' Bukan gak suka '' jawab Ana.


'' Lalu..,?''


'' Aku takut jika fans fanatiknya tahu jika akulah tunangannya ''


'' Lah,, terus apa masalahnya ? orang kamu yang di pilih '' ujar Neng Aisyah heran.


'' Tau ah ''


Ana melangkahkan kakinya begitu cepat meninggalkan Neng Aisyah di belakang.yang mana membuat Neng Aisyah bingung sendiri.


'' Ada apa dengan calon adek ipar ? '' gumam Neng Aisyah tidak mengerti lalu mengejar langkah Ana yang sudah jauh di depannya.


Kedatangan Gus Ilzam yang baru memasuki area madrasah seketika membuat heboh seluruh santriwati yang tak sengaja melihat kedatangannya ,pasalnya kemeja yang di pakai oleh Gus Ilzam benar benar membuat Gus Ilzam terlihat lebih keren apa lagi bentuk lengannya dan punggungnya yang kekar terlihat jelas.


Apa lagi santriwati kelas satu aliyah yang melihat kedatangan Gus Ilzam langsung menatap penuh kekaguman dan rasa halu yang ingin memiliki.


Jika yang lainnya menatap penuh kekaguman maka berbeda dengan Neng Aisyah dan Ana yang melihat aneh pada Gus Ilzam.


" tumben pakai kemeja " batin Neng Aisyah dan Ana mengrinyit heran.


Gus Ilzam segera mengucapkan salam sebelum mendudukkan dirinya di atas kursi.

__ADS_1


Dan seperti biasanya setelah mengucap salam Gus Ilzam segera mengabsen nama nama santriwati.


Karna terlalu fokus dengan ketampanan Gus Ilzam para santriwati lupa jika sekarang ada ujian lisan kitab Fathul qorib,yang mana membuat para santriwati langsung kalang kabut. meski mereka kagum dengan Gus Ilzam mereka tahu betul jika Gus Ilzam adalah salah satu pengajar yang terkenal tegas dan tak punya keringanan saat memberi nilai,sudah pasti mampus kalau tidak bisa jawab.


__ADS_2