Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 6


__ADS_3

🍁 Madrasah kelas satu aliyah santriwati 🍁


Suana kelas sedikit brisik di sebabkan karna Ustadz yang mengajar bukanlah Ilzam tetapi seseorang yang wajahnya lebih muda dari Ustadz Ilzam bahkan wajahnya terlihat mirip dengan Ustadz Ilzam dan tak lain dan tak bukan adalah Faaz adik Ilzam.


'' Itu Ustadz Faaz adik Ustadz Ilzam '' ujar Neng Aisyah pada teman sebangkunya.


'' Oh,,, pantesan mirip banget sama Ustadz Ilzam,ternyata adiknya toh '' gumam teman sebangku Neng Aisyah.


Setelah selesai mengbasen semua santriwati Faaz memulai mengajarnya seperti jadwal pelajaran yang sudah di tentukan.


Faaz sendiri tidak pernah menyangka jika santriwati di kelas satu aliyah ini rata rata wajahnya dewasa,mungkin juga usianya ada yang lebih tua dari dirinya pikir Faaz.


...****************...


Pak Danu dan Ana sudah pulang dari kediaman Kiyai Abdullah,keduanya kembali berjalan kaki untuk sampai di rumah Paman Danu.


'' Kapan kamu mau mulai masuk madrasahnya ?'' tanya Paman Danu dengan terus berjalan santai menuju rumah.


'' Kayaknya hari senin aja deh Paman '' jawab Ana yang tangan kanannya menenteng dua kantung kresek yang berisikan seragam untuk ia pakai ke madrasah dan kitab kitab.


Setelah beberapa test selain test nadzom alfiyah ibnu malik yang di lakukan oleh Kiyai Abdullah Ana resmi masuk di kelas satu aliyah.


Tadi sebelum pulang dari kediaman Kiyai,Paman Danu sekalian membayar uang pendaftaran Ana untuk masuk madrasah pada Mbak Marwah selaku kepala madrasah dan juga uang untuk membeli kitab pelajaran untuk Ana di madrasah karna Ana tidak menetap di pesantren jadi Ana membeli untuk ia bawa pulang,dan Mbak Marwa selain memberikan kitab kitab yang di perlukan Ana Mbak Marwa juga memberikan tiga setel seragam madrasah untuk Ana pakai nantinya saat sudah masuk ke madrasah.


Tiba tiba Paman Danu menghentikan langkahnya yang juga di ikuti oleh Ana,Paman Danu menghadap pada keponakan satu satunya itu dan berucap. '' Baiklah,belajar yang rajin,jangan mudah meremehkan pelajaran meski menurut kamu gampang '' pesan Paman Danu bijak


'' Iya Paman,pasti '' balas Ana tersenyum.


'' Sip,,, ya sudah Ayo kita lanjut jalannya,pasti Bibimu sudah nungguin kita '' ajak Paman Danu.


'' Iya Ayo ''


'' Sini kantong kresek kitabnya biar Paman yang bawa '' pinta Paman Danu lalu meraih satu kantung kresek yang berisikan beberapa kitab dari tangan Ana.


'' Terima kasih Paman '' ujar Ana tersenyum.

__ADS_1


'' Sama sama sayang '' balas Paman Danu juga tersenyum.


Keduanya kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti sebentar.


🌺 Senin pukul 14.00 🌺


Ana sudah rapi dengan seragam madrasah barunya,dengan baju berwarna putih rok hitam dan kerudung berwaran hitam pula dan tak lupa membawa dua kitab sesuai jadwal hari ini.


'' Sudah siap sayang ?'' tanya Bibi Fida.


'' Iya Bi,ayo ''


Bibi Fida tadi pagi sudah berjanji pada Ana,akan mengantarkannya ke madrasah,dan kini Bibi Fida mengendarai motor maticnya untuk mengantar Ana.


Jika ke madrasah menempuh dengan jalan kaki maka akan memakan waktu lima belasa menit,tetapi kini cukup lima menit Bibi Fida dan Ana sudah tiba di gerbang besar madrasah.


Dan kebetulan suasana gerbang madrasah sedikit ramai karana banyak santriwati yang tak menetap di pesantren juga berangkat ke madrasah seperti halnya Ana.


'' Belajar yang rajin '' ujar Bibi Fida saat Ana mencium punggung tangannya.


'' Ya sudah Bibi ke toko dulu, Assalamualaikum '' pamit Bibi.


'' Waalaikumsalam ''


Bibi Fida kembali menaiki motor maticnya dan segera meninggalkan lokasi depan gerbang madrasah.


Sebelum masuk ke dalam lokasi madrasah Ana berhenti sejenak lalu kedua matanya menatap tulisan yang berada di atas gerbang besar yang bertuliskan PONDOK PESANTREN AT-TAUFIQ PUTRI untuk menuju pesantren ataupun madrasah santriwati At-taufiq.


'' Hufft,, '' Ana sejenak menghembuskan nafasnya yang sedikit terasa berat,entah kenap tiba tiba dirinya merasa gerogi,padahal waktu kemarin mau daftar masuk biasa biasa saja.


'' Ana kamu pasti bisa, Bismillahirahmanirrahim '' ucap Ana menyemangati dirinya sendir.


Ana lalu segera masuk ke dalam melewati gerbang besar itu,Ana juga tak lupa dengan pesan Mbak Marwah kemaren agar menemuinya lebih dulu sebelum masuk ke kelasanya.


Ana segera bejalan menuju kantor madrasah santriwati,dan saat sudah tiba di depan pintu kantor Ana langsung bisa melihat keberadaan Mbak Marwah karna suasana kantor sedikit sepi.

__ADS_1


'' Dek Ana sini !!'' panggil Marwah yang tak sengaja melihat Ana berdiri di depan pintu kantor.


Ana mengangguk dengan tersenyum lalu segera berjalan mendekati meja Mbak Marwah.


'' Asslamualaikum Mbak '' sapa Ana sopan.


'' Waalaikumsalam Dek '' balas Mbak Marwah. '' Silahkan duduk, kok baru masuk sekarang ? Mbak kira kemarin ?'' tanya Mbak Marwah.


Ana tersenyum sembari duduk di kursi depan meja Mbak Marwah. '' Sekalian Mbak,katanya hari senin hari bagus '' jawab Ana.Mbak Marwah mengangguk setuju.


'' Kok sepi Mbak ? para Ustadzah mana ?'' tanya Ana yang melihat meja meja di ruang kantor yang luas ini yang tertera nama nama pemilik meja,dan rata rata milik Ustadzah dan hanya ada beberapa milik pengurus madrasah.


'' Semuanya sudah masuk ke kelasnya '' jawab Mbak Marwah. '' Ayo kamu saya antar ke kelas baru kamu '' ajak Mbak Marwah lalu beranjak dari tempat duduknya yang juga di ikuti oleh Ana di belakangnya.


Mbak Marwa mengajak Ana naik ke lantai dua dan berhenti tepat di salah satu ruangan yang bertuliskan KELAS 1 ALIYAH.


Tokk tokkk


'' Assalamualaikum '' ucap Mbak Marwah setelah mengetuk pintu yang terbuka sedikit lebar itu.


'' Waalaikumsalam '' jawab seorang dari dalam.


Ana yang berdiri di belakang Mbak Marwa sedikit tersentak saat mendengar suara yang menyahut dari dalam kelas,karna suara itu seperti milik seorang laki laki pikirnya.


Setalah salamnya mendapat balasan Mabak Marwah sedikit menundukkan kepalany ketika akan melangkah masuk ke dalam kelas,pasalnya Mbak Marwah tahu kalau yang mengajar di dalam adalah Ustdaz Faaz adik Ustadz Ilzam keponakan Kiyai yang sedang menggantikan sang kakak yang sedang libur mengajar.


Marwah melangkah sedikit pelan karna melihat Gus Faaz sedang menyimak santriwati yang tengah setor hafalan.Sedangkan Ana juga mengekor di belakang Mbak Marwah dirinya juga ikut ikutan menunduk membuat santriwati yang duduk di meja masing masing di buat penasaran dengan sosok gadis yang datang bersama Mbak Marwah itu.


'' Maaf Gus,saya mengganggu waktunya sebentar '' ujar Mbak Marwah sesopan mungkin saat sudah berdir di depan meja Gus Faaz,tetapi Mbak Marwah tak terlalu gugup berhadapan dengan Gus Faaz ini,tapi sebaliknya jika berhadapan dengan Gus Ilzam jangan di tanya baru mendengar suaranya saja sudah merinding.


'' Iya ada apa ?'' tanya Gus Faaz tanpa menatap lawan bicaranya karna sibuk mencatat nilai santriwati yang setor hafalan padanya.


'' Ini saya mengantarkan santriwati baru di kelas ini Gus '' jawab Mbak Marwah yang seketika menghentikan gerakan tangan Gus Faaz yang sedang menulis di atas lembaran buku nilai milik santriwati.


Gus Faaz yang di buat penasaran pada santriwati baru itu seketika langsung mendongakkan kepalanya dan..

__ADS_1


Deghh....


__ADS_2