
Setelah jalan jalan dari taman Gus Ilzam dan Ana segera kembali ke rumah mereka , tapi sebelum itu keduanya lebih dulu pergi ke salah satu restoran milik Gus Ilzam untuk makan malam.Dan kini keduanya sudah berada di ruangan vvip dimana ruangan itu memang di hususkan untuk Gus Ilzam ,Kini keduanya duduk berdampingan dengan posisi lesehan , sedang menunggu pesanan mereka datang.
'' Iya Kak , kenapa ?'' sahut Ana , keduanya kini saling berhadapan.
'' Acara ulang tahun perusahaan tinggal dua minggu lagi , dan acaranya di adakan di aula perusahan '' ujar Gus Ilzam menatap Ana.
'' Hem,, terus ?'' tanya Ana.
'' Humaira mau ya ikut Kaka ke perusahan '' mohon Gus Ilzam karna entah sudah yang keberapa kalinya dirinya mengajak Ana untuk ikut ke perusahaan tapi selalu di tolak.
Ana menganggukkan kepalanya . '' Iya Kak , Humaira akan ikut '' jawab Ana , merasa tidak enak dengan permohonan suaminya , karna biasanya selalu menolak jika di ajak ke perusahaan mertuanya oleh suaminya.
'' Terimakasih sayang '' Gus Ilzam memeluk Ana bahagia , akhirnya istri kecilnya mau mengunjungi perusahaan yang sebentar lagi akan di pimpinnya.
Tak berselang lama para pelayan datang membawa pesanan Ana dan Gus Ilzam , ada beberapa menu yang di sajikan para pelayan di atas meja seperti yang di pesan sang Tuan Muda Fariz dan Nona Muda mereka.
'' Selamat makan malam Tuan Muda dan Nona Muda '' ucap salah satu Pelayan lalau berjalan keluar dari ruang vvip.
Setelah kepergian dua orang pelayan , Ana dan Gus Ilzam segera menyantap pesanan mereka untuk makan malam.
*
*
*
*
*
Hari yang di tunggu oleh semua karyawan Farizi Corps akhirnya tiba , dimana nanti malam akan di adakan pesta ulang tahun perusahaan dan sekaligus pengangkatan Gus Ilzam sebagai Presedir baru , semua karyawan sangat bahagia karna semenjak Gus Ilzam menajabat sebagai wakil direktur perusahaan semakin maju pesat bahkan gaji para karyawan juga setiap tahunnya selalu naik , apa lagi jika kini Gus Ilzam yang menjadi Presedirnya para karyawan sudah tidak bisa membayangkan bagaimana kesuksesan Farizi Corps kedepannya , karna berkat keberadaan Gus Ilzam para peasaing Farizi Corps tidak ada yang bisa mengusik bahkan sulit untuk menyaingi Farizi Corps.
__ADS_1
Siang hari di sebuah butik ternama , Ana di temani oleh dua wanita paruh baya yang tak lain adalah Umi Hana dan Bibi Fida untuk memilih baju muslimah yang akan ia kenakan untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan nanti malam , karna saat ini Gus Ilzam tengah melakukan meting penting yang mana membuatnya tidak bisa menemani Ana membeli gaun buat acara pesta ulang tahun nanti malam.
'' Sayang pilihlah yang kamu suka , suami kamu menyuruh Umi untuk menemanimu beli baju untuk pesta nanti '' ujar Umi Hana pada menantu kesayangannya , Ana menganggukkan kepalanya.
Ana lalu melihat ke bagian deretan dress yang menurutnya cocok untuk di pakai wanita seusianya , Ana sadar diri jika dirinya bukanlah gadis lagi sekarang.Pilihan Ana jatuh pada dress berwarna salem yang terbuat dari kain satin berkombinasi tile dengan lengan berbentuk balon , dress itu juga terlihat elegan.
'' Umi , Ana suka yang ini '' ucap Ana menunjuk dress pilihannya.
'' Wahh... Bagus sekali pilihan kamu sayang '' ujar Umi Hana menyentuh dress yang di pilih oleh Ana.
'' Ya sudah , kamu coba dulu gih '' ucap Umi Hana.
'' Em ,,, Mbak , tolong ambil yang ini , menantu saya mau mencobanya '' katanya pada pelayan butik yang sejak tadi berada di dekat mereka.
'' Baik Bu '' sahut si pelayan dengan sopan.
'' Gimana Umi , Bibi , cocok tidak ?'' tanya Ana berdiri di depan mertua dan bibinya.
'' Wahh,,, cocok sekali , kamu juga semakin terlihat cantik sayang '' tukas Umi Hana yang benar benar mengakui kecantikan menantunya , tidak memakai make up aja sudah cantik sekali , apa lagi pakai make up tambah kayak apa cantiknya pikir Umi Hana.
'' Iya Ana ,kamu terlihat cantik sekali dengan dreass itu sayang '' timpal Bibi Fida.
'' Kalau begitu yang ini aja Umi '' ucap Ana.
Setelah Ana mendapatkan gaun pilihannya kini Umi Hana dan Bibi Fida yang bergantian memilih gamis , dan Bibi Fida baru kali ini mendapat undangan di acara pesta ulang tahun perusahaan Farizi Corps , karna biasanya acara itu hanya di hususkan para karyawan perusahaan dan karyawan cabang saja , dan berhubung kini dirinya adalah besan dari pemilik Farizi Corps maka sudah pasti jika kedatangannya di tunggu.
Setelah dari butik Umi Hana mengajak keduanya menuju salon milik Umi Hana sendiri, dan sebenarnya saat masih di butik tadi Ana dan Bibi Fida sempat berdebat dengan Umi Hana , pasalnya Ana mengatakan ingin membayar sendiri dress yang ia beli ,begitu juga dengan Bibi Fida tapi Umi Hana melarangnya , Umi Hana mengatakan pada Ana kalau uang yang untuk membayar dress dan gamis milik Bibinya adalah uang Gus Ilzam , karna tadi pagi Akaml memberikan black card milik Gus Ilzam pada Umi Hana untuk mengajak Ana berbelanja , karna jika Gus Ilzam memberikannya pada Ana langsung maka sudah di pastikan akan di tolak , karna Gus Ilzam sudah sering memberikan black card miliknya pada Ana tapi selalu di tolak dengan alasan takut hilang.Dan kini ketiganya sedang menikmati perawatan di salon milik Umi Hana di ruangan VIP .
Tepat pukul dua siang Umi Hana mengantarkan Ana ke pesantren milik kakaknya , karna jam setengah tiga Ana harus segera masuk sekolah di madrasah.
__ADS_1
'' Wangi sekali An '' Tukas Neng Aisyah yang mencium aroma lavender dari tubuh Ana.
Saat ini Ana berada di dalam kamar Neng Aisyah untuk mengganti bajunya dengan seragam madrasah.
'' Tadi habis di ajak nyalon sama mertua '' sahut Ana dengan tangannya sibuk memasang jilbab.
'' Oh iy , nanti malam kan ulang tahunnya perusahaan Farizi Crops ya '' ucap Neng Aisyah yang baru ingat , karna setiap acara itu Neng Aisyah sekeluarga jug di undang.
'' Eh ,, Mbak Ais hadir kan ?''tanya Ana semangat tapi sedetik kemudian wajahnya berubah kecewa karna Neng Aisyah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban kalau dirinya tidak bisa hadir.
'' Kenapa ? Kamu pastinya di undang kan ?'' tanya Ana lagi.
'' Iya aku di undang , tuh undangannya '' tunjuk Neng Aisyah pada kertas undangan yang di letakkan di atas meja belajar.
'' lalu kenapa gak datang ? Aku gak ada temannya dong '' keluh Ana.
'' Mbak Zahra sama Bang Hamdan yang datang '' ujar Neng Aisyah.
'' Ya , percuma Mbak , aku gak begitu dekat dengan Mbak Zahra '' tukas Ana.
'' Aku kira Mbak Ais datang , jadi aku ada temannya di sana '' tambahnya.
'' Lah kan ada suami kamu ''
'' Iya , tapi dia akan sibuk membahas bisnis dengan teman temannya,sedangkan aku tak paham dengan bisnis '' kata Ana.
'' Oh itu yang kamu masalahkan , tenang saja yang menghadiri peatanya hanya karyawan saja kok dan juga acaranya hanya di isi dengan berdo'a bersama lalu makan makan dan juga kadang ada karyawan yang mengisi hiburan di acara itu '' terang Neng Aisyah yang mengingat di saat dirinya dengan Mbak dan Abangnya menghadiri acara ulang tahun perusahaan Farizi Corps , sedangkan Kiyai Abdullah dan Umi Jamila tak pernah hadir di acara tersebut dan alasannya yang tahu hanya Kiyai Abdullah.
'' Beneran hanya seperti itu acaranya Mbak ?'' tanya Ana memastikan.
'' Iya Ana , aku sudah beberapa kali hadir di acara itu jadi sudah tahu betul seperti apa acaranya '' jawab Neng Aisyah meyakinkan.
__ADS_1
'' Em... Syukurlah kalau begitu '' Ana bernafas lega , karna ternyata acara ulang tahun perusahaan tak seperti yang ia pikirkan penuh dengan pembicaraan bisnis yang tak ia pahami sama sekali.