Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 34


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu Gus Ilzam menduduki kursi Presedir , dan Farizi Crops benar benar seperti yang di harapkan para karyawan , yakni semakin maju pesat yang mana akan membuat gaji para karyawan di naikkan.


Pagi ini Gus Ilzam yang sudah rapi dengan baju kantornya sedang menikmati sarapan paginya bersama sang istri di meja makan.


'' Humaira jadi ikut ke perusahaan ?'' tanya Gus Ilzam yang sudah menyelesaikan sarapannya.


Mulai hari ini hingga tiga bulan ke depan Gus Ilzam akan libur di madrasah , karna saat ini para santri sedang menghadapi ujian kenaikan kelas , dan setelah itu libur untuk menyambut bulan suci ramdahan.


'' Iya kak , tapi Humaira harus ganti baju dulu '' jawabnya sembari mengambil piring kotor milik suaminya untuk di cuci.


'' Iya gak papa , sini piringnya biar Kakak yang nyuci ,Humaira ganti baju aja '' ucap Gus Ilzam.


Ana menganggukkan kepalanya . '' Iya Kak ''


Lalu Ana segera beranjak meninggalkan meja makan menuju kamarnya , sedangkan Gus Ilzam segera mencuci piring kotor miliknya dan milik istrinya di wastafel , setelah selesai mencuci piring Gus Ilzam pergi ke ruang tamu untuk menunggu Ana yang sedang bersiap.


Tak berselang lama Ana sudah keluar dari kamar dan berjalan ke ruang tamu dimana suaminya berada dan tak lupa Ana membawa mata pelajaran untuk ujiannya nanti siang di madrasah , Gus Ilzam yang melihat istrinya berdiri di depannya tersenyum , apa lagi kini istrinya memakai kemeja maron miliknya yang terlihat kebesaran di tubuh mungilnya yang membuatnya gemas , entah sudah beberapa hari ini istrinya suka sekali memakai baju baju miliknya , tapi Gus Ilzam sama sekali tak mempermasalahkannya asalakan istrinya senang dan tak melanggar agamanya its okay.


'' Sudah siap ?'' tanya Gus Ilzam dan Ana mengangguk.


'' Kitab pelajaran yang mau di bawa juga sudah ?'' tanya Gus Ilzam memastikan lagi. Karna tadi dirinya yang menyarankan agar Ana ikut dirinya ke kantor sekalian belajar dengannya untuk ujian pertamanya.


Lagi lagi Ana menganggukkan kepalanya . '' Em,, Kak Il yakin nanti aku gak gangguin pekerjaan Kaka kalau ikut ke kantor ?'' tanya Ana memastikan.


'' Tidak sama sekalai sayang , malahan Kakak merasa tenang jika Humaira ada di dekat Kakak '' jawab Gus Ilzam mengelus pucuk kepala istrinya dengan sayang.


'' Ya sudah ayo berangkat ''


'' Em ''


Gus Ilzam meraih tas kerjanya yang ia letakkan di atas meja ruanh tamu , lalu merangkul bahu Ana dan keduanya berjalan menuju keluar rumah . Sebelum masuk ke dalam mobil Gus Ilzam lebih dulu mengunci pintu rumahnya , karna kini istrinya juga akan ikut dirinya di perusahaan.


Setelah mengunci pintu rumahnya Gus Ilzam segera masuk ke dalam mobil yang dimana Ana sudah duduk di jok samping kemudi , lalu Gus Ilzam menjalankan mobilnya menuju Farizi Corps.


Setiba di perusahaan Gus Ilzaam segera memakirkan mobilnya di parkiran husus keluarga Farizi , dan kebetulan Akmal juga Faaz juga baru sampai dan memakirkan mobil mereka besebelahan.

__ADS_1


'' Assalamualaikum Bos, Bang '' ucap Akmal dan Gus Faaz berbarengan ketika melihat Gus Ilzam keluar dari mobilnya.


'' Walaaikumsalam '' balas Gus Ilzam sembari berjalan ke arah pintu samping kemudi dan membukanya.


Akmal dan Gus Faaz seketika terkejut ketika melihat Ana keluar dari dalam mobil.


'' Assalamualikum Bu Bos '' ucap Akmal.


'' Assalamualikum Mbak Ipar '' ucap Gus Faaz.


'' Waalaikumsalam Bang Akmal , Bang Faaz '' balas Ana yang memanggil Gus Faaz dengan sebutan bang meski Gus Faaz adik iparnya.


'' Bu Bos tumben mau ikut ke perusahaan ?'' tanya Akmal karna ini baru ke dua kalinya Ana menginjak kan kakinya ke perusahaan setelah acara ulang tahun satu bulan lalu.


Ana yang mendapat pertanyaan dari Akmal hanya nyengir saja.


'' Aku yang mengajaknya , Humaira lagi ujian nanti jadi biar aku bisa mengajarinya langsung '' timpal Gus Ilzam.


'' Oh gitu '' sahut Akmal manggut manggut.


'' sini biar kaka yang bawa '' ujar Gus Ilzam lalu keduanya berjalan lebih dulu meninggalkan dua orang jomblo yang masih berdiri terbengong.


'' Hei ,,, kenapa kalian bengong di sana , mau aku pecat '' pekik Gus Ilzam.Yang mana membuat Akmal dan Gus Faaz seketika menyusul sang presedir.


Saat keempatnya menginjakkan kakinya di lobi perusahaan semua penjaga dan juga karyawan yang berlalu lalang segera menundukkan kepalanya , tapi yang membuat susana sedikit berisik adalah kehadiran sosok istri sang Presedir yang tak pernah mereka lihat lagi setelah acara pesta ulang tahun perusahaan satu bulan lalu.


'' Assalamualaikum Gus Ilzam ''


Keempat keluarga besar Farizi seketika menghentikan langkahnya saat melihat siapa yang berdiri di depan meraka.


'' Waalaikumsalam '' Ana yang membalasnya karna ketiga pria yang berdiri di samping dan di belakangnya hanya diam saja.


'' Eh Ana '' sapanya yang tak lain adalah Farah.


Ana tersenyum merangkul lengan kekar suaminya . '' Iya Kak '' sahut Ana.

__ADS_1


'' Tumben kamu ikut ke perusahaan ?'' tanya Farah.


Dan pertanyaan inilah yang juga membuat para karyawan perusahaan penasaran , mereka tak terlalu mempermaslahkan kedekatan Farah dengan keluarga Farizi karna Maya mantan sekertaris Presedir sebelumnya mengatakan kalau Farah masih ada hubungan saudara dengan keluarga Farizi , di tambah lagi Farah terkenal ramah dan baik.


Tapi itu tidak berlaku untuk ke empat pria keluarga Farizi termasuk Pak Rahmat , mereka tak ada yang suka dengan sosok Farah , Abi Umar masih membiarkan Farah bekerja di Farizi Corps karna tidak enak dengan Umi Jamila , tapi jika Farah sampai mengusik putra dan mantunya mak tak segan segan lagi Abi Umar akan memecat Farah.


'' Aku hanya ingin menemani suamiku , apa salah ?'' tanya Ana balik.


'' Bu,,, bukan begitu '' Farah seketika gelagapan.


'' Humaira , ayo kita ke ruanganku '' ajak Gus Ilzam lembut .


'' Em,,, ayo Kak ''


Gus Ilzam merangkul bahu Ana dan membawanya masuk ke dalam lift husus presedir dan wadir.Begitu juga dengan Gus Faaz yang segera menysul Abang berserta Mbak iparnya.


'' Nona Farah , saya harap anda berhenti untuk mendekati Tuan Ilzam '' tukas Akmal dengan tajam.Seketika Fraha menatap Akmal yang kini juga menatapnya dengan tak bersahabat.


'' dan saya ingatkan sekali lagi , sampai kapanpun anda tidak akan bisa di bandingkan dengan Nona Muda kami , jadi berhentilah berharap untuk memiliki Tuan Ilzam '' ucap Akmal menusuk lalu melenggang begitu saja ke arah lift husus persedir.


Farah menatap punggung Akmal dengan tangan terkepal , dirinya tidak terima jika di katakan tidak bisa di bandingkan dengan Ana , memangnya Ana punya kelebihan apa pikirnya tak terima.


Akmal yang masuk ke dalam lift kembali menatap Farah yang terlihat menahan amarah karna perkataannya.


" kamu tidak tahu semenyeramkan apa Nona Muda kami " batin Akmal mengingat dengan apa yang pernah di lakukan oleh Ana.


Satu minggu sebelum acara ulang tahun perusahaan , tiba tiba ada perusahaan yang kerjasama dengan Farizi Corps melakukan kecurangan bahkan memfitnah Farizi Corps yang telah berbuat curang , memang resikonya tidak sampai membuat Farizi Corps gulung tikar , tapi itu bisa menjatuhkan saham perusahaan dan kerugian besar.


Dan wakatu itu keempat pria keluarga Farizi , Abi Umar , Akmal , Gus Faaz dan juga Pak Rahmat membahas permasalahan itu di rumah Gus Ilzam , dan kebetulan saat itu hari minggu dan Gus Ilzam sedang menemani Ana di ruang tamu yang sedang menghafal pelajaran.


Awalnya Ana ingin pindah ke kamarnya karna ia pikir itu masalah rahasia , tapi Gus Ilzam melarangnya dan mengatakan Ana juga keluarga Farizi jadi tidak apa apa , dan jadilah Ana kembali duduk tapi memilih duduk di atas karpet dan ia sandarkan kepalanya di atas paha Gus Ilzam dan kembali menghafal kitab yang ia pegang.


Saat kelima pria itu di sibukkan mencari jalan keluarnya untuk masalah yang menimpa perusahaan , tiba tiba Ana mengeluarkan suaranya yang mana membuat kelima pria di sekelilingnya tercengang , Ana memberi tahu cara untuk menyelesaikan masalah yang menimpa Farizi Corps dengan mudah , dan Ana juga tiba tiba meminta izin untuk melihat laptop yang sejak tadi berada di atas meja yang mana memperlihatkan masalah masalah perusahaan , saat sudah di izinkan Ana langsung meraih laptop itu dan mengotak atik layar kibroadnya , dan tak lama kemudian muncullah semua kecurangan yang di lakukan oleh perusahaan itu dan juga penggelapan dan yang juga di lakukan oleh perusahaan itu bertahun tahun lalu.


Semua pria yang berada di ruang tamu itu seketika tercengang , bahkan sampai tak bisa berkata kata , mereka tak menyangka gadis belia yang mereka kira hanya cerdas dalam pelajaran madrasah saja , ternyata otak bisnisnya juga hebat bahkan mereka juga yakin jika Ana seorang hacker ,dan satu jam kemudian mereka langsung mendapat kabar kalau perusahaan lawan sedang kalang kabut karna rahasia perusahaannya bocor.

__ADS_1


__ADS_2