Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 37


__ADS_3

Di depan ruang UGD Gus Ilzam duduk dengan gelisah sejak sepuluh menit yang lalu,menunggu Ana yang sedang di periksa oleh tim medis ,dan sesekali Gus Ilzam melafal kan beberapa do'a untuk sang istri tercinta.


Ckelek


Gus Ilzam buru buru berdiri ketika melihat seorang wanita paruh baya yang memakai jas putih keluar dari ruangan dimana sang istri berada.


'' Bagaimana keadaan istri saya dok ?'' tanya Gus Ilzam khawatir.


Dokter wanita itu tersenyum . '' Istri anda tidak apa apa , dia hanya kelelahan '' jawab si Dokter.


'' Alhamdulillah '' Gus Ilzam bernafas lega.


'' Dan sepertinya istri anda sedang mengandung '' tambah sang dokter wanita yang mana membuat Gus Ilzam terkejut.


'' Apa!! Is,,, istri saya hamil Dok ?'' tanyanya terkejut plus tak percaya.


'' Iya Pak menurut saya istri anda sedang hamil '' jawab si Dokter.


'' Alhamdulillah Ya Allah '' puji syukur Gus Ilzam dengan berita yang di dengarnya.


'' tapi untuk lebih jelasnya lagi Bapak bisa bawa Istri Bapak ke Dokter obgyn '' ucap sang dokter.


'' Iya Dok ,saya akan membawa istri saya ke dokter Obgyn '' sahut Gus Ilzam bahagia.

__ADS_1


'' Baik Pak , kalu begitu saya permisi '' ucap sang Dokter.


'' Iya silahkan ''


Setelah kepergian sang dokter , Gus Ilzam segera masuk ke dalam ruang UGD dimana kini dirinya melihat istrinya yang sedang berbaring di atas brangkar dengan kedua matanya masih terpejam.


'' Ukhhhh ''


Gus Ilzam mengembangkan senyumnya ketika melihat sang istri yang mulai mengerjabkan kedua matanya , dan buru buru mendekati brangkar sang istri.


'' Humaira '' panggilnya lembut.


Ana yang sudah membuka kedua matanya dengan sempurna , dirinya meneliti keadaan sekitar dan seketika menayadari jika kini dirinya berada di rumah sakit.


'' Humaira gak papa , hanya kelelahan dan juga kata dokter.... '' ucapnya menggantung.


'' Kata dokter apa Kak ?'' tanya Ana penasaran.


Tiba tiba telapak tangan Gus Ilzam menyentuh perut rata Ana . '' Kata dokter di sini ada calon baby kita '' jawabnya mengelus perut rata Ana dengan lembut.


'' Apa ,,,!! Benarkah,? Kak Il gak bohong ?'' tanya Ana tak percaya.


'' Tidak sayang '' jawab Gus Ilzam tersenyum.

__ADS_1


'' Alhamdulillah Ya Allah '' puji Syukur Ana , dirinya tak bisa lagi membendung rasa bahagianya yang ia terima hari ini hingga kedua matanya meneteskan buliran bening.


'' Kenapa nangis hem?'' tanya Gus Ilzam lembut sembari menghapus lelehan bening di kedua mata istrinya.


'' Humaira terlalu bahagia Kak '' jawab Ana mengelus perutnya yang masih rata.


'' Kakak juga sangat sangat bahagia sayang '' ujar Gus Ilzam.


'' Sekarang kita ke dokter obygn ya sayang , agar kita tahu bagaimana keadaan calon baby kita '' ajak Gus Ilzam.


'' Iya Kak ''


Di dalam mobil saat perjalanan pulang , Ana tak henti hentinya mengelus perutnya yang kini sudah berisi nyawa baru , tadi kata dokter obgyn mengatakan jika usia kandungannya baru tiga minggu , dirinya dan juga suaminya sangat bahagia mendengarnya apa lagi dokter obgyn mengatakan jika janinnya sangat baik dan sehat. Bahkan dirinya juga bisa melihat bagaimana suaminya yang tiba tiba berubah overprotektif yang mana membuat Ana tertawa kecil.


'' Kak Il , '' panggil Ana.


'' Iya Humaira ''


'' Kakak udah ngasih kabar ke Umi sama Abi ?'' tanya Ana.


'' Sudah , besok pagi Umi sama Abi akan ke rumah '' jawab Gus Ilzam mengelus perut rata istrinya dengan lembut, bahkan wajah bahagia Gus Ilzam tak pernah luntur sama sekali.


'' Terus , Paman sama Bibik sudah Humaira kabari ?'' tanya Gus Ilzam.

__ADS_1


'' Sudah Kak '' jawab Ana.


__ADS_2