Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 10


__ADS_3

Ke esokan harinya mumpung hari minggu tepat pukul sembilan siang Umi Hana mengajak Gus Ilzam dan Abi Umar berkunjung ke rumah Pak Danu.


Umi Hana sengaja tak mengajak Akmal maupun Gus Faaz karna tak ingin nantinya Ana salah mengira orang yang akan ta'aruf dengannya.


'' Assalamualaikum '' ucap Umi Hana.


'' Waalaikumsalam '' jawab sesorang dari dalam rumah.


Ckelekkk


'' Eh,,, Mbak Hana,ayo mari silahkan masuk '' ujar Bibi Fida mempersilahkan.


Bibi Fida sedikit terkejut dengan kedatangan Umi Hana sekeluarga pasalnya Umi Hana tidak memberi tahu dirinya,kan kalau tahu lebih dulu bisa siap siap.


Umi Hana langsung masuk ke dalam yang di ikuti oleh Abi Umar dan Gus Ilzam di belakngnya.Ketiganya duduk di sofa ruang tamu.


'' Mbak,saya panggilkan Mas Danu dulu ya sebentar '' pamit Bibi Fida.


'' Iya Fid '' timpal Umi Hana.


Setelah kepergian Bibi Fida dari ruang tamu,Gus Ilzam sempat menelisik rumah calon tunangannya itu dan tatapan matanya tak sengaja melihat figura yang di gantung di atas didinding.


'' Kok kayak gak asing sama pria di foto itu " batin Gus Ilzam yang terus mengingat ngingat wajah pria yang berada di dalam foto itu.


Dan fokusnya seketika buyar saat mendengar Abi Umar yang mengucapkan salam.Gus Ilzam juga ikut mengucapkan salam seperti Abi Umar pada pria yang berdiri di depannya dan juga membalas jabatan tangan dari pria itu dengan mencium punggung tangannya.


'' Zam kamu kenal sama Bapak ini ?'' tanya Abi Umar yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Gus Ilzam.Pak Danu hanya tersenyum mendapat jawaban dari Gus Ilzam yang tak mengenali dirinya,maklumlah dirinya kan hanya menejer sedangkan Gus Ilzam wakil direktur.


'' Ini Pak Danu,dia salah satu menejer di perusahaan '' ujar Abi Umar memberi tahu.


Gus Ilzam seketika langsung tersenyum canggung. '' Maaf Pak,saya benar benar tidak tahu '' kata Gus Ilzam merasa malu sendiri.

__ADS_1


Bagaimana bisa dirinya tidak tahu jika orang di depannya adalah orang perusahaan bagian menejer pula,pantesan wajahnya tidak asing pikirnya.


'' Tidak apa apa '' timpal Pak Danu.


Karna tahu jika anaknya masih merasa malu pada Pak Danu,Abi Umar segera mengubah topik pembicaraannya mengenai masalah perusahaan sedangkan Umi Hana hanya menyimak tanpa berkomentar pasalnya dirinya tak paham masalah perusahaan,hingga tak berselang lama Bibi Fida datang dengan membawa nampan berisikan beberapa gelas minuman dan di belakangnya di ikuti oleh Art yang juga membawa nampan yang berisikan cemilan.


'' Ana mana Fid ?'' tanya Umi Hana yang langsung menghentikan obrolan tiga pria tapi beda umur yang berada di ruang tamu itu.


'' Tadi sih pamit keluar ke supermarket,mungkin bentar lagi datang '' jawab Bibi Fida sembari meletakkan gelas minuman di atas meja kaca.


'' Oh gitu '' timpal Umi Hana.


'' Silahkan di minum '' ujar Bibi Fida mempersilahkan.


Semua orang mulai mengambil minuman yang di buatkan oleh Bibi Fida.Setelah meneguk minuman untuk sedikit membasahi tenggorakan mereka,para orang di ruang tamu itu kembali mengobrol,jika yang laki laki membahas perusahaan maka yang perempuan akan membahas ala emak emak.


Sedangkan Ana yang baru kembali dari supermarket di buat heran dengan mobil mewah yang berhenti di depan pagar rumah Pamannya itu.


'' Apa Paman sedang ada tamu '' gumam Ana sembari melangkah masuk ke dalam rumah,tetapi tidak melewati pintu depan melainkan melewati pintu belakang,karna jika dirinya lewat pintu depan dirinya gak sopan karna sedang ada tamu di rumah Pamannya pikir Ana.


'' Ana '' panggil Umi Hana.Ana seketika menghentikan langkahnya.


Sedangkan Gus Ilzam yang penasaran dengan gadis yang di panggil oleh Uminya sedikit memundurkan punggungnya agar bisa melihat wajah gadis yang di jodohkan oleh Uminya,tapi percuma keberadaan gadis itu tertutupi oleh tiang dan Gus Ilzam hanya melihat ujung bajunya saja yang warna silver.


Karna percuma tak bisa melihat wajah gadis itu Gus Ilzam kembali memajukan punggungnya.


'' kok kayak suara Umi Hana ya '' gumam Ana lalu membalikkan badannya,dan ternyata benar dugaannya jika tamu Pamannya adalah Umi Hana.


Karna terlanjur di panggil oleh Umi Hana Ana segera melangkah menghampiri Umi Hana di ruang tamu.


'' Assalamualaikum '' Ucap Ana.

__ADS_1


'' Waalaikumslaam '' balas semua orang yang berada di ruang tamu itu dengan serempak.


Begitu juga Gus Ilzam yang seketika menatap dalam dalam wajah gadis yang di jodohkan dengan dirinya.


Ana menyalami Umi Hana dengan mencium punggung tangannya yang sama ia lakukan pada Bibi Fida.


'' Di sini saja,ikut gabung sama kami '' pinta Umi Hana pada Ana yang di balas anggukan.Ana lalu duduk di atas sofa yang berdampingan dengan Bibi Fida dan Umi Hana.


Jika Gus Ilzam tahu apa tujuan kedatangannya untuk ta'aruf maka berbeda dengan Ana yang ta tahu apa apa.Ana hanya berfikiran jika Umi Hana sedang bertamu biasa saja.


'' Oh Ya sayang kenalin itu putra sulung Umi Namanya Ilzam '' ujar Umi Hana memperkenalkan sembari menunjuk ke arah Ilzam, Ana hanya merespon dengan anggukan saja.


Setelah memperkenalkan Ilzam pada Ana semua orang tua kembali mengobrol hanya untuk sekedar basa basi.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang yang berarti Umi Hana sekeluarga berada di rumah Pak Danu selama dua jam lamanya.


Umi Hana dan Abi Umar segera berpamitan pulang pada Pak Danu.Paman Danu dan Bibi Fida mengantarkan tamunya hingga ke gerbang depan begitu juga dengan Ana yang juga ikut mengantar mereka.


Saat di perjalanan pulang Gus Ilzam yang menyopiri mobil milik Abinya seketika bertanya nama gadis yang di jodohkan dengannya.


'' Namanya siapa Mi ?'' tanya Gus Ilzam sembari tetap fokus ke setir kemudi.


'' Ana Humaira '' jawab Umi Hana. '' Gimana ? cantikkan ?'' goda Umi Hana tersenyum.


'' Cantik itu bonus, yang penting pengetahuan agamanya bagaimana '' timpal Gus Ilzam datar.


'' Kan nanti kamu bisa yang ngajarin Zam '' sahut Umi Hana sewot.Umi Hana sengaja tak memberi tahu prihal Ana yang ternyata salah satu santriwati di madrasah milik kakaknya itu pada Gus Ilzam.


Apa lagi Umi Hana juga tahu dari kakaknya tentang otak cerdas Ana saat kakaknya mengetest Ana sebelum masuk madrasah,Umi Hana juga tahu dari Kiyai Abdullah jika Ana langsung masuk ke kelas satu Aliyah yang berarti Ustadz yang mengajarnya adalah putranya sendiri yang saat ini masih di ganti oleh putra bungsunya.


Gus Ilzam tak lagi menanggapi perkataan Uminya,karna selama ini dirinya selalu berdoa agar mempunyai istri yang pengalaman agamanya seperti Neng Aisyah,karna menurut Gus Ilzam Neng Aisyah adalah sosok gadis yang pengetahuannya sangat dalam tentang agama dan hukum hukum tentang wanita, yang mana suaminya kelak tak perlu mengingatkan tentang hal hal najis lagi.

__ADS_1


Tetapi bukan berarti Gus Ilzam menyukai Neng Aisyah,tidak sama sekali bahkan tak pernah terbesit di otaknya untuk menjadikan Neng Aisyah istrinya,terlalu kecil menurutnya.


Gus Ilzam tidak tahu saja jika sosok Ana Humaira tak kalah dari Neng Aisyah tentang pengetahuannya,apa lagi kecerdasaannya tak di ragukan lagi menurut adiknya.


__ADS_2