Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 21


__ADS_3

Setelah para tamu banyak yang pulang Umi Hana dan Bibi Fida mengantarkan Ana ke kamar pengantinnya yang sudah di sediakan di salah satu kamar vvip hotel.Selain itu Umi Hana dan Bibi Fida juga membantu Ana melepaskan gaun pengantinnya untuk di ganti dengan baju biasah, karna sudah di pastikan Ana akan kesulitan jika melepaskan sendiri.Dan juga tidak mungkin Ana meminta bantuan Gus Ilzam karna sudah yakin keduanya masih canggung.


''Sayang Umi sama Bibi kamu keluar dulu ya,kamu cepat istirahat,sebentar lagi pasti suamimu datang '' pamit Umi Hana setelah selesai membantu melepaskan gaun pengantin Ana.


Deghh


" Hah,,, suami,Ya allah kenapa jantungku deg degkan begini ya " batin Ana.


'' Ana kenpa melamun ?'' tanya Bibi Fida yang melihat Ana hanya diam saja saat Umi Hana berpamitan.


Seketika Ana langsung tersadar. '' Ah,,, i,,, iya Umi,Bibi Ana akan segera istirahat '' ujar Ana gugup.


'' Baiklah kami keluar dulu, Assalamualaikum '' ucap Bibi Fida.


'' Waalaikumsalam '' balas Ana.


Setelah Umi Hana dan Bibi Fida masuk ke dalam lift Ana segera menutup pintu kamarnya dan duduk di atas kasur.


'' Ini mau ngapain ya,ah lebih baik aku mandi saja udah bau acem gini '' gumam Ana.


Sebelum masuk ke kamar mandi Ana lebih dulu mengambil dres polos lengan panjang berwarna salem dan juga jilbab segi empat yang berada di dalam tas miliknya,Lalu Ana membawanya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket semua.


tit...


Ckelkkk


Gus Ilzam yang baru masuk ke dalam kamar pengantinnya mengedarkan pandangannya ke selururuh sudut kamar hotel mencari keberadaan sang istri.


'' Dimana dia '' gumam Gus Ilzam bertanya tanya sembari menaruh jas yang ia sampirkan di lengannya ke atas sandaran sofa.


Dan seketika Gus Ilzam menyunggingkan senyumnya saat mendengar suara perkan air dari dalam kamar mandi yang berada di sudut kamar hotel.


Ana yang sudah selesai mandi segera memakai dres dan krudung segi empat yang ia bawa kedalam kamar mandi tadi.


Cklekk


Ana yang baru keluar dari dalam kamar mandi tidak menyadarai dengan keberadaan Gus Ilzam yang tengah duduk bersandar di atas sofa yang berada di dekat jendela.


Sedangkan Gus Ilzam yang sempat tertidur dengan posisi duduk langsung membuka kedua matanya kembali saat merasakan ada pergerakan sesorang di sekitarnya.


Gus Ilzam yang awalnya bersandar segera menegakkan punggungnya,Gus Ilzam memperhatikan gerak gerik Ana yang sedang duduk di depan meja rias entah apa yang di lakukan Gus Ilzam tak peduli, karna yang sekarang ada di pikiran Gus Ilzam adalah apakah istrinya ini tidak menyadari dengan keberadaannya.


'' Sudah selesai mandinya ?''


Ana yang mendengar suara seseorang seketika langsung berdiri karna terkejut,Ana tahu betul siapa pemilik suara tegas itu yang tak lain adalah Gus Ilzam yang kini statusnya sudah sah menjadi suaminya.Ana dengan perasaan yang sangat gugup pelan pelan membalikkan badannya.


Deghhh


Jantung Ana semakin berdetak tak karuan saat melihat Gus Ilzam yang duduk bersidekap dengan kaki kanan bertumpu di kaki kiri dengan kedua netranya terus menatapnya.


Ana berusaha melangkahkan kakinya yang terasa berat ,untuk mendekat ke arah Gus Ilzam yang masih menatapnya tanpa bersuara.

__ADS_1


'' Em,,, ka,, kaka mau mandi ?'' tanya Ana dengan gugup.


Gus Ilzam dengan sekuat tenaga untuk menahana agar tidak tertawa karna melihat wajah Ana yang gugup karna menurut Gus Ilzam itu sangat menggemaskan.


Karna selama mengajar di kelas Ana,Gus Ilzam tak pernah melihat sedikitpun Ana dengan ekspresi gugup,entah itu ketika setor hafalan,tanya jawab lisan atau yang lainnya,Ana melakukan semuanya dengan santai dan tenang.


Ana yang masih melangkah mendekat ke arah Gus Ilzam seketika terhenti saat Gus Ilzam yang tiba tiba berdiri.


'' Kaka mandi dulu,setelah itu kita sholat isyak berjama'ah '' ujar Gus Ilzam.Ana menganggukkan kepalanya.


Gus Ilzam segera melangkah ke arah kamar mandi dan sebelum itu Gus Ilzam mengambil sarung juga kaos oblong di dalam tasnya.


Ketika Gus Ilzam sudah masuk ke dalam kamar mandi,Ana bergegas memakai mukenahnya dan juga menggelar sejadah miliknya dan milik Gus Ilzam dan juga meletakkan baju koko serta peci hitam milik Gus Ilzam di atas sejadah.


Ana menunggu Gus Ilzam dengan melakukan sholat sunnah qobliyah dua raka'at,dan saat mengucapkan salam bertepatan dengan Gus Ilzam yang baru kelauar dari dalam kamar mandi.


Gus Ilzam tersenyum melihat istrinya yang sudah menyiapkan perlengkapan sholat miliknya di atas sejadah.


" Meski usianya masih remaja, tapi sifatnya sudah dewasa " Batin Gus Ilzam menyunggingkan senyum.


Gus Ilzam segera menaruh handuk yang ia pakai untuk mengeringkan rambutnya,lalu melangkah ke arah dimana Ana berada.


Ana terus memperhatikan Gus Ilzam yang tengah menganciingkan baju kokonya,sedangkan Gus Ilzam yang mengetahui Ana terus memperhatikannya mengulum senyum.


'' Kaka tau,kalau kaka tampan '' cletuk Gus Ilzam yang mana membuat Ana gelagapan.


Ketika Gus Ilzam selesai memakai peci hitamnya Gus Ilzam membungkukkan badannya di depan Ana yang masih menundukkan kepalanya.


'' Ayo sholat kak '' tukas Ana yang tak ingin terus di goda oleh Gus Ilzam.


'' Iya ayo ''


Gus Ilzam dan Ana segera melaksanakan sholat berjama'ah,hanya butuh waktu beberapa menit Gus Ilzam dan Ana selesai melaksanakan sholat berjamaah,lalu keduanya memabca wirit dan tak lupa Gus Ilzam membaca beberapa bait do'a dengan Ana yang mengamininya di belakang.Setelah selai keduanya tak lupa melakukan sholat sunnah ba'diyah dua raka'at.


Ana segera melipat mukenahnya setelah selesai melakukan kewajibannya,dan sedangkan Gus Ilzam masih membaca beberapa wirit entah apa hanya Gus Ilzam yang tahu.


Saat Ana akan menaruh mukenanya di atas sofa,kedua mata Ana tak sengaja melihat sebuah kado yang di bungkus dengan kertas berwarna pink yang di taruh di atas nakas dekat tempat tidur.


Karna penasaran Ana segera melihat bungkusan kado itu pasalnya di dalam kamar pengantinnya hanya ada satu kado itu saja,karna kado yang tadi ia lihat ketika acara berlangsung yang sangat banyak entah ada dimana semua kado kado itu.


Ana semakin penasaran saat melihat yang tertulis di atas kertas ucapan yang bertuliskan From: friends 1 Aliyah .


'' ternyata dari teman teman '' gumam Ana tersenyum.


Ana membolak balikkan kado pemberian teman kelasnya yang berbentuk balok dengan ukurannya yang tak terlalu tebal dan tak terlalu tipis.Karna di buat penasaran dengan isinya Ana langsung merobeknya.


srekkkk


Seketika wajah Ana langsung memerah saat melihat isi kado dari teman temannya yang ternyata adalah kitab yang bernama Uqudullujain (pembahasan rumah tangga),siapa yang tidak tahu dengan isi tentang kitab itu apa lagi kalangan anak pesantren,apa lagi teman teman sekelas Ana yang sering sekali membahasnya,padahal bukan salah satu mata pelajarannya tapi teman teman Ana sangat suka membahasnya.


'' Kado dari siapa '' uajar Gus Ilzam tiba tiba yang sudah berdiri di belakang Ana.

__ADS_1


Ana pun langsung berbalik dan menyembunyikan kitab itu di balik tubuhnya.


'' Ka,,, kak Ilzam sejak kapan berdiri di sini ?'' tanya Ana gugup.


'' Barusan '' jawab Gus Ilzam tersenyum devil.


Bukannya terpana melihat senyum Gus Ilzam tetapi Ana malah bergidik ngeri.


'' Kenapa kadonya di sembunyikan ?'' tanya Gus Ilzam bersidekap.


'' I,, itu,, ga papa '' jawab Ana semakin gugup.


" Ya Allah,,, jangan sampai deh kak Ilzam melihatnya,pasti sungguh memalukan ini,haiss,,, dasar temen temen gak ada ahlak " batin Ana menggrutu.


Gus Ilzam berjalan satu langkah lalu berbisik tepat di telinga Ana. '' Ini malam pertama kita,bagaimana kalau kita melaksanakan sunnah rosul yang ada di dalam kitab itu '' bisik Gus Ilzam.


Degh...


Jantung Ana seketika berdetak tak karuan,dirinya masih tidak siap untuk melakukannya tapi dirinya juga tahu betul jika menolak ajakan suami untuk berhubungan badan itu dosa besar,Ana benar benar di buat dilema ,jika menolak dia akan dosa tapi jika tidak menolak dirinya masih tidak siap.


Melihat istrinya hanya menunduk Gus Ilzam langsung paham jika istrinya sepertinya masih belum siap,Gus Ilzam juga tidak akan memaksa istrinya jika memang belum siapa,Gus Ilzam hanya ingin melakukan hubungan suami istri itu dengan persaan ikhlas dan siap.


Karna melihat istrinya masih menunduk Gus Ilzam membawa istrinya dan medudukkannya di atas kasur dan Gus Ilzam berjongkok di depannya.Gus Ilzam meraih kedua tangan Ana yang terasa dingin itu.


'' Kaka tidak akan memaksa jika Humaira belum siap,jadi Humaira jangan gugup ya '' ujar Gus Ilzam tersenyum lembut.


Seketika Ana langsung tersentuh dengan ucapan Gus Ilzam yang sangat lembut dan penuh perhatian,Ana juga bisa melihat raut wajah kecewa Gus Ilzam di balik senyum lembutnya itu.


'' Sekarang kita istirahat ya,Humaira pasti juga sangat capek kan '' tukas Gus Ilzam yang semula berjongkok kini berdiri.


Ana masih tak bersuara,hingga saat Gus Ilzam akan berbalik tiba tiba Gus Ilzam di kejutkan dengan pelukan yang tiba tiba dari belakang.


Brugg


'' Huamira siap kok kak '' ujar Ana dengan malu tanpa melepas pelukannya dari tubuh kekar Gus Ilzam,yang seketika membuat senyum Gua Ilzam mengembang.


Gus Ilzam memablikkan tubuhnya dan bisa melihat bagaimana wajah Ana yang sudah merah seperti kepiting rebus itu.


'' Kamu yakin ?'' tanya Gus Ilzam dengan memegang kedua bahu Ana.Ana menganggukkan kepalanya.


Gus Ilzam tersenyum lalu tanpa aba aba langsung mengangkat tubuh Ana ala bridaystayl dan mamebawanya ke atas kasur.


Dan selanjutnya...apa yang kalian pikirkan 😊😊😊😊😊😊🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤔



( Kamar pengantin di hotel )



( Hadiah dari teman teman Ana kitab UQUDULLUJAIN)

__ADS_1


__ADS_2