
Semakin hari Gus Ilzam semakin di buat kagum dengan sosok Ana Humaira,gadis belia yang akan segera menjadi tunangannya,jika kemarin kemari Gus Ilzam akan sedikit malas masuk madrasah jika waktunya mengajar di kelas santriwati,maka berbeda dengan seminggu akhir ini yang memiliki semangat empat lima untuk mengajar di kelas santriwati.
🌺 Jum'at sore 🌺
Sesi pertunangan Gus Ilzam dan Ana yang di lakukan di rumah Pamn Danu berjalan dengan lancar,dan dua keluarga juga sudah memutuskan pernikahan Gus Ilzam dan Ana akan di langsungkan satu bulan lagi.
'' Adek ipar '' panggil Neng Aisyah yang juga ikut serta di acar pertunangan itu.
Keluarga Kiyai Abdullah sekeluarga juga ikut hadir ke acara pertunangan itu,awalnya semua keluarga Kiyai Abdullah di buat penasaran dengan calon tunangan Gus Ilzam terlebih Neng Aisyah.
Neng Aisyah seketika terkejut saat tahu gadis yang menjadi tunangan Gus Ilzam adalah gadis yang selalu ia panggil dengan Kak Ana,padahal Neng Aisyah juga ingin menjadikan Ana sebagai istri Bang Fathan eh kedahuluan dek Ilzam pikir Neng Aisyah cemberut.
'' Iya Neng,ada apa ?'' tanya Ana yang sedang menemani Neng Zahira (cucu kiyai Abdullah ) bermain di taman belakang.
'' Sekarang jangan panggil aku Neng lagi,panggil Mbak kayak dek Ilzam sama dek Faaz '' ujar Neng Aisyah lalu mendudukkan dirinya di dekat Ana.
'' Kenapa gitu ?'' tanya Ana.
'' Ya kan sekarang kak Ana sudah resmi jadi tunangan dek Ilzam yang otomatis juga satu keluarga denganku '' jawab Neng Aisyah sembari menyodorkan ponsel merk apel di gigit pada Ana.
'' Kenapa Neng ?'' tanya Ana.
'' Minta nomer telfon kaka '' jawab Neng Aisyah.
Ana tersenyum lalu segera mengambil alih ponsel milik Neng Aisyah dan tangan lentiknya segera menekan angka angka pada ponsel milik Neng Aisyah.
'' Ini '' ujar Ana mengembalikan ponsel mlik Neng Aisyah.
'' Makasih yah '' ucap Neng Aisyah sembari tersenyum, Ana mengangguk juga dengan tersenyum.
Sebelum magrib keluarga Abi Umar dan Kiyai Abdullah sudah berpamitan pulang.Ana yang sudah masuk ke dalam kamarnya terus memandangi cincin yang melingkar indah di jari manisnya.
'' Ayah,Bunda Ana sudah bertunangan,kalian bahagia tidak di sana '' gumama Ana yang tiba tiba meneteskan air matanya.
Gus Ilzam pulang satu mobil dengan Gus Faaz dan Akmal dengan menaiki mobil Gus Ilzam yang di sopiri oleh Akmal, sedangkan Umi Hana dengan Abi Umar yang di sopiri oleh sopir pribadi Abi Umar.
Ting...
__ADS_1
Gus Ilzam segera melihat layar ponselnya saat ada bunyi notif pesan masuk di ponselnya.Gus Ilzam menyunggingkan senyumnya saat melihat isi pesan yang masuk di layar ponselnya.
( Mbak Aisyah )
'' 082×××××××××
Ini nomer ponsel calon itri ''
Gus Ilzam segera memasukkan nomor ponsel yang di kirim oleh Neng Aisyah ke daftar kontak dengan di beri nama '' Humaira (si pipi merah ) ''. Gus Ilzam masih ingat betul bagaimana tadi wajah Ana yang memerah karna malu saat Umi Hana memasangkan cincin di jari manis milik Ana di saat lamaran.
'' Kayaknya ada yang lagi berbunga bunga nih '' ledek Gus Faaz saat tak sengaja melihat Abangnya tersenyum dari pantulan kaca sepion,bahkan senyumnya sangat lebar.
'' Iya nih,, sebentar lagi akan punya pawang '' timpal Akmal yang ikut meledek Gus Ilzam.
'' Bilang aja kalau iri '' tukas Gus Ilzam yang duduk seorang diri di jok belakang.
Akmal dan Gus Faaz seketika bungkam karna memang benar adanya jika keduanya iri dengan Gus Ilzam yang memiliki tunangan super duper cantik dan cerdas pula paket lengkap deh pokoknya pikir keduanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sabtu pagi santriwati pondok pesantren At-taufiq di gemparkan dengan kabar Gus Ilzam yang sudah bertunangan.Ada yang hingga menangis histris karna tak terima dan ada juga yang merasa iri dengan gadis yang bertunangan dengan Gus Ilzam,sebagian juga ada yang penasaran dengan sosok gadis yang menjadi tunangan idola mereka.
Sedangkan pria yang membuat pesantren heboh kini tengah menemui klayen di restoran ternama di kota bersam asistennya Akmal.
'' Silahkan anda tandatangan di sini Pak '' ujar seorang wanita yang berpakaian seksi dengan nada menggoda.
Gus Ilzam yang merasa risih buru buru menandatangani kontrak kerja yang di berikan oleh rekan bisnisnya lalu segera berpamitan untuk kembali ke perusahaan.
'' Kenapa Bos ?'' tanya Akmal saat tak sengaja melihat wajah kesal Gus Ilzam dari kaca sepion.
'' Gak papa '' jawab Gus Ilzam.Akmal mengangguk dan tak bertanya lagi.
Pukul dua siang di madrasah santriwati semakin di bikin heboh saat melihat kedatangan Gus Ilzam dengan mimik wajah tak seperti biasanya,pasalnya sedari masuk di area madrasah wajah Gus Ilzam terlihat berseri tak sedingin biasanya.
Ceklekkk...
Gus Ilzam menyunggingkan senyumnya dengan samar saat masuk ke dalam kelas satu aliyah.Dan saat baru mendudukkan bokongnya di atas kursi husus pengajar tatapan Gus Ilzam langsung tertuju pada gadis cantik yang duduk di bagian belakang sendiri.
__ADS_1
Sedangkan gadis yang di tatap sibuk dengan buku kecil di tangannya yang bertuliskan nadzom alfiyah ibnu malik nadzhom seribu bait.
Karna yang di tatapnya hanya serius dengan buku yang di baca Gus Ilzam segera mengucapkan salam.
'' Assalamualaikum wr wb '' ucap Gus Ilzam tegas.
'' Waalaikumsalam wr wb '' jawab semua santriwati kompak.
Setelah selesai mengucapkan salam Gus Ilzam segera mengabsen nama nama santriwati kelas satu aliyah.Setelah menyelesaikan mengabsen santriwati Gus Ilzam segera menyruh santriwati yang ingin setor hafalan Nadzhom alfiya.
'' Silahkan yanga mau menyetor hafalan nadzhom alfiyah '' tukas Gus Ilzam,lalau menyandarkan punggunggnya di sandaran kursi.
Dan posisi Gus Ilzam saat ini terlihat keren di mata para santriwati.
Satu menit
dua menit
tiga menit
Gus Ilzam yang menunggu santriwati untuk setor hafalan langsung menahan senyumnya saat santriwati yang maju untuk setor hafalan yang pertama kali adalah calon istrinya.
'' Sudah hafal ?'' tanya Gus Ilzam.
Para santriwati langsung di buat terkejut,pasalnya baru kali ini Gus Ilzam bertanya dulu pada santriwati yang akan setor hafalan,karna biasanya hanya diam saja.
Sedangakan Ana menjawabnya hanya dengan mengangguk saja,lalu segera memulai membaca bait nadzhom yang ia hafalkan.
Sedangakan Neng Aisyah yang melihat interaksi keduanya langsung terkekeh.
'' Neng Ais kenapa ? '' tanya teman sebangku Neng Aisyah.
'' Gak papa '' jawab Neng Aisyah tersenyum.
Teman sebangku Neng Aisyah hanya berOh ria saja lalu kembali fokus pada buku kecil yang di pegangnya agar saat setor hafalan di depan Gus Ilzam nanti tak gugup,karna teringat bagaimana dirinya yang gemetar saat di tegur oleh Gus Ilzam karna salah baca lafadz nadzhomnya.
Tanpa Ana sadari jika Gus Ilzam yang terlihat seperti hanya fokus pada buku nilai miliknya,sebenarnya ekor matanya terus melirik Ana yang berdiri satu langkah di sampingnya.
__ADS_1
Gus Ilzam benar benar kagum dengan calon istrinya yang terlihat santai dan lancar saat setor hafalan di padanya,bahkan suara Ana sangat terdengar merdu bagi Gus Ilzam.