Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 33


__ADS_3

Brakkkk


Farah yang baru pulang dari acara ulang tahun perusahaan menutup puntu kamarnya dengan keras , Farah juga melepas kasar jilbabnya dan melemparnya asal , lalu dirinya duduk di meja rias dan menatap pantulan dirinya di depan cermin.


'' Sial ,,, sial '' umpatnya amarah.


Flasback


Tadi saat di acara ulang tahun perusahaan ,setelah dirinya membuat Ana bersedih karna menyinggung tentang masalah bisnis , tak berselang lama setelah itu Pak Rahmat aspri Abi Umar menyuruhnya untuk segera datang ke ruangan sang presedir karna Abi Umar memanggilnya.


'' Tuan , Nona Farah sudah di sini '' ucap Pak Rahmat yang sudah berdiri di sebrang meja atasannya , lalu Abi Umar yang sedang duduk membelakangi mereka segera memutar kursi kebesarannya.


'' Kamu sudah datang Farah '' ujar Abi Umar.


'' Iy Tuan '' sahut Farah.


'' Duduklah '' printah Abi Umar dan Farah segera duduk di kursi sebrang meja kerja Abi Umar sedangkan Pak Rahmat memilih berdiri di samping sang Tuan.


'' Ada apa Tuan Umar memanggil saya ?'' tanya Farah yang memang penasaran kenapa calon mantan presedirnya memanggilnya di saat masih berkumpul dengan keluarga besarnya.


'' Saya akan langsung pada intinya , mulai besok kamu saya pindah kerjakan menjadi sekertaris Wakil direktur '' kata Abi Umar to the point.


Dan seketika Farah membelalakkan matanya karna terkejut. '' Ke,,, kanap Tuan ? Apa saya melakukan kesalahan ? Atau,,,,,''


'' Tidak sama sekali '' potong Abi Umar.


'' Lalu kenapa saya harus di pindahkan , jika memang saya tidak melakukan kesalahan '' tanya Farah tak terima.


'' Itu permintaan Ilzam '' sahut Abi Umar.


'' Permintaan Gus Ilzam '' beo Farah.


'' Iya ''

__ADS_1


'' Kenapa ? Apa karna Ana yang menyuruhnya ?'' tuduh Farah yang mana membuat Abi Umar memincingkan kedua matanya.


'' Tidak sama sekali , ini murni Ilzam sendiri yang memintanya '' tukas Abi Umar.


'' Saya tidak percaya , saya yakin pasti Ana sudah mempengaruhi Gus Ilzam , agar menyuruh saya di pindah kerjakan '' ucap Farah tak terima.


'' Meskipun yang kamu tuduhkan benar , tidak salah jika seorang istri melarang suaminya untuk tidak berdekatan dengan wanita bukan muhrimnya '' kata Abi Umar telak , Yang mana membuat Farah langsung terdiam , tapi beberapa menit kemudian Farah masih tidak mau menerima keputusan Gus Ilzam.


'' Ta,,, tapi di sini saya bisa di andalkan untuk membantu perkerjaan Gus Ilzam , saya juga selalu mengerjakan pekerjaan saya dengan benar kan Tuan '' ucapnya percaya diri.


Abi Umar dan Pak Rahmat yang mendengar perkataan Farah semakin yakin jika Farah bekerja di sini hanya karna Gus Ilzam. Tapi Abi Umar bernafas lega karna putranya lebih dulu tahu dengan tujuan Farah , yang mana membuat Gus Ilzam bertindak lebih cepat.


'' Sudahlah Farah jangan membantah calon presedir barumu , kalau kau masih ingin bekerja disini '' ucap Abi Umar kesal lalu segera bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan keluar ruangan , begitu juga dengan Pak Rahmat yang selalu mengikuti kemana tuannya akan pergi.


Sedangkan Pak Rahmat yang mengikuti Tuannya pergi , seketika berhenti di ambang pintu dan melirik kebelakang dimana Farah juga bangkit dari tempat duduknya , lalu pak Rahmat membalikkan badannya menghadap Farah yang mana membuat Farah menghentikan langkahnya yang akan keluar dari ruangan sang Presedir dan menatap Pak Rahmat.


'' Nona Farah , saya harap anda tidak mengusik Tuan Muda dan Nona Muda jika anda masih ingin hidup dengan tenang '' ujar Pak Rahmat menatap Farah dengan tajam.


'' Kenapa ? Apa bagusnya Ana di bandingkan saya yang lulusan universitas ternama di London , sedangkan Ana hanya santri di madrasah tidak lebih '' ujar Farah dengan percaya diri , dirinya tak terima karna Ana sangat di lindungi oleh keluarga Farizi.


Flasback


'' Apa bagusnya Ana sih , dia bahkan tak bisa di andalkan '' geram Farah yang masih tak terima jika dirinya di katakan tak sebanding dengan Ana.


Sedangkan di sebuah rumah Ana yang sudah selesai mandi kini tengah menyiapkan baju tidur milik sang suami.


Ckelek


Ana menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka , dan tersenyum ketika melihat suaminya yang baru keluar hanya dengan memakai handuk yang melingkar di perut sixpacknya dan salah satu tangannya menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


'' Sini Humaira bantuin '' ucap Ana.


Gus Ilzam tersenyum lalu memberikan handuk yang ia pegang pada istrinya , lalu Gus Ilzam duduk di pinggir ranjang kasur king sizenya karna jika dirinya berdiri pasti Ana akan kesulitan menggosok rambutnya.

__ADS_1


Gus Ilzam mendongakkan kepalanya menatap wajah istrinya , Gus Ilzam sangat sangat bersyukur memiliki istri seperti Ana , meski usianya sangat muda tapi Ana sangat paham dengan tanggung jawabnya sebagai seorang istri , dan di tambah lagi istri kecilnya selain cantik juga sangat cerdas.


'' Terimakasih ya sayang '' ucap Gus Ilzam tersenyum dan seketika Ana menghentikan gerakan tangannya.


'' Makasih untuk apa Kak ?'' tanya Ana bingung.Gus Ilzam menerik salah satu tangan Ana dan meletakkannya di pipinya.


'' Untuk semuanya '' jawab Gus Ilzam mengecup telapak tangan Ana yang menurutnya sangat mungil tapi mematikan.


'' Sama sama , Humaira juga sangat berterimaksih sama Kaka '' balas Ana yang teringat dengan perkataan Farah ketika dirinya berada di dalam toilet perusahaan .Dan tentunya tanpa sepengetahuan Gus Ilzam.


Flasback


Ana yang berada di dalam toilet perusahaan tak sengaja mendengar suar seseorang yang sedang mengumpati dirinya , Ana lalu membuka sedikit pintu toiletnya dan terlihatlah jika orang itu adalah Farah.


'' Sialan , ini pasti ulah Ana yang menyuruh Gus Ilzam agar memindahkan pekerjaanku menjadi sekertaris Wadir '' geram Farah.


'' Apa bagusnya Ana sih , sampai sampai bisa memiliki Gus Ilzam yang sempurna , bahkan di bandingkan dengan diriku Ana sialan itu tidak ada apa apanya '' ucap Farah yang masih tidak terima dengan kenyataan.


Farah terus mengumpati Ana tanpa ia ketahui jika orangnya sedang mendengarkannya dari dalam toilet.


Flasback


'' Humaira '' panggil Gus Ilzam.


'' Iya Kak ''


'' sini duduk , Kakak mau tanya tanya sama Ana '' ucap Gus Ilzam menepuk pahanya agar Ana duduk di pangkuannya dan Ana menurut.


'' Kak Il mau tanya apa ?'' tanya Ana penasaran.


Gus Ilzam menyelipkan anak rambut Ana yang tergerai ke belakang telinganya . '' Ana suka gak kalau Kak Il jadi Presedir ?'' tanya Gus Ilzam.


'' Suka gak suka kita harus menerimanya , yang terpenting Kak Il harus bisa amanah sebagai pemimpin '' jawab Ana yang mana membuat Gus Ilzam mengembangkan senyumnya dan memeluk Ana.

__ADS_1


'' Terimakasih sayang , Inshaallah Kaka akan berusaha yang terbaik untuk perusahaan dan terlebih untuk istri Kakak yang cantik ini '' ucap Gus Ilzam yang mana membuat pipi Ana bersemu merah karna mendapat pujian dari suaminya.


__ADS_2