Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 36


__ADS_3

Sore ini adalah ujian madrasah yang terakhir setelah di laksanakannya selama seminggu , dan selama masa ujian berlangsung Ana selalu pulang jam delapan malam , karna Gus Ilzam sendiri sudah tidak masuk ke madrsah selama ujian yang mana membuat Gus Ilzam terus berada di perusahaan mulai jam delapan pagi hingga jam delapan malam.


Ana kini tengah berada di ruang keluarga Kiyai Abdullah untuk menunggu suaminya datang menjemputnya , tapi kebetulan di ruang tengah Ana tak sendiri melainkan ada Neng Aisyah , Umi Jamila , dan ibunya Farah yang kebetulan datang berkunjung.


'' Ana sudah isi ?'' tanya Ibunya Farah.


'' Belum Bu '' jawab Ana tersenyum.


'' Loh udah dua bulan lebih kan yang nikah ? Masak belum isi ? Kamu nunda ya ?'' rentetan pertanyaan yang di lontarkan oleh Ibunya Farah membuat suasana ruang tengah tiba tiba hening.


'' Saya tidak menunda '' sahut Ana berusaha tenang.


'' Tapi kok belum hamil hamil , saya aja dulu baru nikah sebulan langsung isi '' ujar Ibunya Farah makin menjadi.


'' Mana saya tahu '' ketus Ana yang mulai emosi.


Sebenarnya Neng Aisyah juga ikut emosi mendengar perkataan Bibinya yang memojokkan Ana , Bibinya ini memang keterlaluan pikirnya.


'' Ana kok nyolot gitu bicara sama orang tua , gak sopan tau '' tukas Ibunya Farah .

__ADS_1


'' Mbak udah Mbak '' ucap Umi Jamila yang sejak tadi diam saja , Umi Jamila tahu jika Mbaknya ini pernah mengharapkan Gus Ilzam sebagai mantunya , tapi harapannya gagal karna ternyata Gus Ilzam sudah menikah lebih dulu.


'' Maaf '' timpal Ana menekan rasa emosinya yang sudah sampai ubun ubun.


'' Kamu ini '' decak Ibunya Farah.


'' Kenapa Nyonya Hana mau menjadikan kamu sebagai mantunya , terlihat tidak pantas sekali jika bersanding dengan Gus Ilzam yang sholeh dan baik '' tambahnya.


'' LALU SIAPA YANG PANTAS,,,? ''


Seketika keempat perempuan berbeda usia yang berada di ruang tengah menoleh ke arah sumber suara , dan terkejut melihat Gus Ilzam yang sudah berdiri tak jauh dari mereka sembari menatap tajam Ibunya Farah , Gus Ilzam kini menampakkan sisi kepemimpinannya sebagai Ceo yang terlihat dingin dan kejam bukan sebagi Gus Ilzam yang hanya terlihat tegas.


Gus Ilzam tak menghiraukan Ibunya Farah , dia lebih memilih mendekati istrinya yang terlihat sekali sedang menahan emosi karna perkataan tak enak dari ibunya Farah.


Gus Ilzam berjongkok tepat di depan istrinya yang menundukkan kepalnya '' Humaira maaf , Kakak telat jemputnya '' ucap Gus Ilzam menyesal karna dirinya tidak berada di dekat istrinya ketika istrinya sedang di buly.


'' Tidak apa apa '' sahut Ana lirih.


Gus Ilzam tahu betul jika saat ini istri kecilnya sedang menahan tangisnya agar tak pecah.

__ADS_1


'' Kita pulang ya '' ucap Gus Ilzam lembut sembari mengelus punggung tangan istrinya yang terkepal erat.


'' Iya Kak ''


Saat beranjak berdiri Ana merasakan kepalanya sangat pusing dan pandangannya terasa ber putar putar dan.....


Brukkk


'' Humaira...!!!'


'' Ana,,,,!!!


'' Ana,,,!!!


Ana pingsan tepat di pelukan Gus Ilzam , yang mana dengan sigap Gus Ilzam membopong tubuh mungil istrinya dan membawanya pergi , tapi sebelum itu Gus Ilzam lebih dulu memberi ultimatum pada Ibunya Farah.


'' Bibi Ayu , saya sarankan lebih baik anda didik putri anda Farah dengan benar , agar tak selalu mengusik rumah tangga kami , Assalamualaikum '' tegas Gus Ilzam lalu segera pergi dari ruang tengah itu.


Melihat kepergian Gus Ilzam yang membawa Ana sebenarnya Neng Aisyah ingin menyusulnya , pasalnya dirinya kini sangat menghawatirkan kondisi Ana yang tiba tiba pingsan , tapi Umi Jamila melarangnya dan mengatakan nanti agar menjenguk bersama sama saja.Dan akhirnya Neng Aisyah memilih masuk ke dalam kamarnya dirinya juga tidak mood melihat keberadaan Mbak dari Uminya itu , yang menurutnya terlalu mengurusi kehidupan rumah tangga orang.

__ADS_1


__ADS_2