Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 20


__ADS_3

Hari semakin malam suasana juga semakin ramai karna kini acara untuk para teman teman Gus Ilzam entah dari SMP,SMA atau saat di Kairo,meskipun begitu Gus Ilzam terus mendampingi Ana duduk di pelaminan walau teman temannya memanggilanya untuk turun sebentar,Gus Ilzam tak menurutinya dan malah menyuruh temannya yang menghampirinya ke atas pelaminan. Dan entah sudah yang ke berapa kalinya Ana menghembuskan nafasnya dengan kasar,dirinya benar benar merasa lelah tapi tak mingkin juga meninggalkan lokasi acara.


'' Capek ?'' tanya Gus Ilzam yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Ana.


'' Iya '' jawab Ana memaksa senyum.


'' Kalau gitu kita ke kamar dulu '' ajak Gus Ilzam,Ana menggelengkan kepalanya.


'' Kenpa ? katanya lelah ''


'' Acara belum selesai,gak sopan kan kalau kita meninggalkan acaranya begitu saja ''


'' Tapi,,.''


'' Gak papa Kak,Humaira masih belum terlalu capek kok '' potong Ana.


'' Baiklah '' timpal Gus Ilzam mengalah,sebenarnya Gus Ilzam sendiri juga hawatir dengan kondisi tubuh Ana saat teringat jika Ana baru sembuh juga baru keluar dari rumah sakit satu minggu yang lalu.


Tapi beberapa menit kemudian tiba tiba wajah Ana yang menatap lurus ke depan berubah seratus delapan puluh derajat,bahkan Ana juga tiba tiba berdiri dengan tersenyum lebar yang mana membuat Gus Ilzam mengrinyit heran lalau mengikuti arah pandang kedua mata istrinya.


Ternyata di pintu masuk untuk para tamu, Neng Aisyah datang bersama santriwati kelas satu aliyah yang jumlahnya dua puluh lima santriwati.


" sepertinya istriku bukan capek melainkan bosan " batin Gus Ilzam mengulum senyum.


Gus Ilzam juga meneliti orang orang di sekeliling gedung yang di tempati acara dan semua rata rata adalah temannya,pantas saja jika istrinya bosan orang gak ada yang di kenal sama sekali di sini5 batin Gus Ilzam menertawakan dirinya sendiri karna tidak peka dengam istrinya.


Gus Ilzam yang masih duduk juga segera ikut berdiri.


'' Ayo kalau mau turun menyambut mereka '' ujar Gus Ilzam,Ana mengangguk.


Gus Ilzam segera menuntun Ana turun dari pelaminan untuk menemui teman teman sekelasnya di madrasah.


Sedangkan teman teman Ana yang ingin memeluk Ana harus tertahan karena keberadaan Gus Ilzam yang berdiri di samping Ana.


'' Duduklah '' Ujar Gus Ilzam sembari mendudukan Ana di salah satu kursi tamu.


'' Kaka tinggal dulu,kalu sudah capek bilang ya '' tambah Gus Ilzam lembut sembari membungkukkan badannya.

__ADS_1


'' Iya Kak '' sahut Ana tersenyum,dirinya benar benar tak menyangka jika suaminya sangat perhatian padanya.


Gus Ilzam segera beranjak meninggalkan istrinya dengan teman temannya,lalu menghampiri kedua saudaranya yang tengah berkumpul dengan teman temannya.


'' Ya Allah,,, sepertinya pengantin prianya tak mau jauh jauh dari pengantin wanitanya '' cibir salah satu teman Gus Ilzam yang bernama Zaki.


Gus Ilzam hanya melirik sekilas lalu meneguk segelas jus yang ia ambil tadi di salah satu pelayan.


Sedangkan Ana yang di kerubungi oleh teman temannya di buat terus tertawa karna banyolan banyolan tak faedah dari teman temannya.


'' Sungguhan deh,kamu yang jadi istrinya tapi kenapa aku yang meleleh di buatnya '' ujar santriwati A.


'' Hei kau ini jujur sekali di depan istrinya '' timpal si B.


'' Biarin aja '' ketus si A.


Ana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman temannya yang terang terangan memuji suaminya.


'' Kado buat aku mana ? kalian bawa tidak ?'' tanya Ana.


Seketika teman teman Ana tersenyum,terlebih Neng Aisyah yang juga ikut andil dalam memilih kado untuk Ana yang di atas namakan dari kelas satu aliyah.


'' Ayo kita foto bareng '' ajak Ana semangat.


'' Iya ayok ayok '' timpal si C.


Neng Aisyah memanggil salah satu fotografer untuk meminta tolong di fotokan.Ana tetap duduk di kursi husus tamu sedangkan teman teman Ana ada yang berdiri ada juga yang jongkok.Semua teman teman Ana berfoto dengan beraneka ragam gaya membuat Ana tertawa geli melihatnya.


'' Eh,, kenapa kita gak foto di atas pelaminan ? '' tanya si D.


'' Iya ya,masak kita foto di bawah panggung gini kan kurang seru '' sahut si A.


'' Ya sudah ayo kita foto di sana '' ajak Ana sembari beranjak dari duduknya.Neng Aisyah memegangi tangan Ana untuk berjalan kembali ke atas pelaminan agar tidak terjatuh


'' Kak,, gak ngajak Dek Ilzam sekalian ?'' tanya Neng Aisyah saat akan naik ke atas pelaminan.


'' Apa dia mau,ini kan banyak teman teman santriwati ?'' Ana balik bertanya.

__ADS_1


'' Kenapa gak di coba dulu '' jawab Neng Aisyah.


'' Em baiklah,Neng Ais bantu aku turun kembali ya '' pinta Ana.


'' Dengan senang hati '' timpal Neng Aisyah terkekeh.


'' Kalian tunggu sebentar ya '' ujar Neng Aisyah yang di angguki oleh semuanya.p


Ana dan Neng Aisyah berjalan ke arah dimana Gus Ilzam berada yang sedang berkumpul dengan teman temannya juga saudaranya.


'' Zam,, istrimu '' ucap Zaki ketika melihat Ana dan Neng Aisyah berjalan ke arah dimana mereka berada.


Gus Ilzam yang duduk membelakangi mereka langsung menoleh ke belakang ,dan benar ternyata istrinya berjalan ke arahnya.Dan dengan segera Gus Ilzam berdiri lalu pergi menghampiri istrinya.


'' Aku yakin pasti istrinya mengajak Ilzam foto bareng dengan teman temannya '' tukas Zaki saat melihat Gus Ilzam berjalan menghampiri istrinya.Karna barusan Zaki melihat Ana berfoto ria bersama teman temannya.jadi bisa kemungkinan Ana ingin sekalian mengajak Ilzam foto bareng pikir Zaki.


'' Jika benar begitu aku yakin si Ilzam pasti menolak,melihat dari sifatnya yang tak suka dekat dengan wanita '' timpal Imron sembari menyangga dagunya dengan satu tangannya.


'' Aku juga berfikir begitu '' sahut Zaki.


Sedangkan Akmal dan Gus Faaz sama sama menggelengkan kepalanya,membuat Zaki dan Imron mengrinyitkan dahinya.


Akmal dan Gus Faaz masih ingat betul saat di perusahaan beberapa waktu lalu,Gus Ilzam yang akan uring uringan ketika Ana mengabaikan chatnya,padahal Gus Ilzam sendiri akan segera membalas chat dari Ana meski rapat sedang berlangsung,benar benar bucin akut.


'' Ada apa hem,,?'' tanya Gus Ilzam saat sudah berdiri di depan Ana.


'' Apa Kak Ilzam mau jika ikut foto bareng kami ?'' tanya Ana sembari menundukkan kepalanya.


Gus Ilzam mengrinyit lalu menatap ke arah dimana teman teman Ana berkumpul.Sebenarnya Gus Ilzam adalah tipe yang malas untuk berfoto dengan lawan jenis yang bukan muhrim atau sanak saudaranya,bahkan sama saudaranya saja Gus Ilzam sering menolaknya.


'' Baiklah ayo '' jawab Gus Ilzam yang tak ingin melihat istrinya kecewa.


Ana dan Neng Asiyah terkejut saat Gus Ilzam mengiyakan permintaannya,terlebih Neng Aisyah yang tahu betul dengan karakter adik sepupunya yang satu ini,jangankan berfoto dengan orang lain dengan saudara saudaranya saja susahnya minta ampun.


Gus Ilzam berjalan sembari memegang tangan Ana dengan erat,sedangakan Neng Aisyah berjalan di belakang mereka berdua,mereka bertiga segera naik ke atas dekorasi pelaminan.


'' Apa!! Ilzam tak menolak '' pekik Zaki ketika melihat Gus Ilzam dan Ana berjalan beriringan menaiki pelaminan.

__ADS_1


'' Benar benar berubah seratus delapan puluh derajat '' sahut Imron tak menyangka dengan perubahan Gus Ilzam saat berada di samping istrinya.


__ADS_2