Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 8


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu,begitu juga dengan Ana yang sudah memasuki madrasah selama seminggu ini,yang awalnya tidak terlalu di sukai oleh beberapa teman sekelanya kini keberadaan Ana sudah di terima oleh mereka pasalnya Ana adalah tipe gadis yang ramah dan baik hati juga mudah mengakarabkan diri.


Selain itu teman teman Ana termasuk Neng Aisyah sendiri telah mengakui kecerdasan Ana saat menjawab semua pertanyaan dari Ustadz maupun Ustadzah.


begitu juga dengan Gus Faaz yang tak pernah menyangka jika Ana sudah hafal beberapa kitab termasuk FATHUL QORIB,HADIS ARBA'IN NAWAWI,BULUGHUL MAROM dll.dan di tambah lagi dengan Nadzhom ALFIYAH IBNU MALIK juga Nadzhom IMRITHI,bahkan Neng Aisyah yang terkenal cerdas dan selalu menjadi bintang kelas pun tak hafal semua kitab kitab dan Nadzhom itu.,wahhh Author yang pernah pelajaran itu boro boro hafal yang di ulang kemarin saja sudah lupa jika sudah ganti pelajaran πŸ˜‚πŸ€ͺπŸ€­πŸ€¦β€β™€οΈ.


Meskipun begitu Ana tidak pernah sombong dengan kemampuan yang di milikinya,Ana selalu mengingat pesan dari Pama Danu agar tidak meremehkan pada pelajaran meski dirinya sudah bisa.


🌺🌺🌺


Siang hari Umi Hana yang mersa bosan karna di tinggal sendiri di mansion oleh suami dan putra bungsunya memilih untuk berkunjung ke toko bunga Fida Flowers,sekalian ingin menyampaikan niatannya pada Fida yang ingin menjodohkan Ilzam dengan Ana pikir Umi Hana.


Kemarin dirinya juga sudah mengatakan pada Ilzam yang ingin menjodohkannya pada keponakan sahabatnya,entah Ilzam setuju apa tidak yang jelas Umi Hana akan memaksa Ilzam,karna Umi Hana benar benar sudah jatuh hati pada keponakan Fida itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ana Humaira.


'' Assalamualaikum '' ucap Umi Hana saat sudah tiba di depan toko bunga milik Bibi Fida.


'' Waalaikumsalam, eh Mbak Hana,ayo masuk Mbak '' ujar Bibi Fida mempersilahkan masuk saat tahu siapa yang bertamu.


Bibi Fida mengajak Umi Hana duduk di kursi yang satu set dengan mejanya yang berada di dalam toko.Toko bunga milik Bibi Fida lumayan luas dengan suasana yang sangat sejuk dan asri di tambah lagi dengan aroma wangi dari macam macam bunga yang tertata rapi semakin membuat orang yang masuk ke dalam toko akan merasa nyaman dan tenang.


'' Mbak Hana mau minum apa ? '' tanya Bibi Fida.


'' Teh anget aja Fid '' jawab Umu Hana sembari mendaratkan bokongnya di atas kursi.


'' Ok,tunggu bentar ya Mbak,aku buatin dulu '' ujar Bibi Fida.


'' Iya Fid,jangan yang terlalu manis ya teh angetnya '' pinta Umi Hana.


'' Siap bu bos '' sahut Bibi Fida terkekeh lalau beranjak ke dalam dapur yang di sediakan di dalam toko bunga itu.


Beberapa menit kemudian Bibi Fida kembali dengan membawa nampan yang berisikan satu gelas teh anget untuk Umi Hana.


'' Ini Mbak di minum dulu ''


'' Iya '' Umi Hana langsung meminum teh anget yang di buatkan Bibi Fida.


'' Sendirian aja Fid ? mana Ana ?'' tanya Umi Hana.


'' Ana di sini kok Mbak,cuma masih keluar katanya mau beli minuman dingin '' jawab Bibi Fida.

__ADS_1


'' Oh ''


Umi Hana dan Bibi Fida mengobrol ringan ala emak emak komplek hingga obrolan keduanya terhenti saat mendengar suara ucapan salam dari luar toko.


'' Assalamualaikum ''


'' Waalaikumsalam '' balas keduanya.


'' Eh,, ada Umi Hana ternyata '' ujar seorang gadis terkejut saat baru masuk ke dalam toko, yang ternyata adalah Ana yang datang dengan membawa satu kantung kresek kecil yang berisikan dua es boba.


'' Apa kabar sayang '' sapa Umi Hana.


'' Baik Umi '' timpal Ana dan tak lupa mencium punggung tangan Umi Hana.


'' Duduk di sini sayang bareng Umi '' pinta Umi Hana sembari menepuk kursi yang bersebelahan dengannya.


'' Iya Umi '' Ana lalu duduk di kursi yang dekat dengan Umi Hana dan juga menaruh dua es boba di atas meja.


'' Umi maaf,Ana gak tahu kalau Umi mau ke sini jadi Ana cuma beli es bobanya dua gelas saja '' ujar Ana merasa tak enak.


'' Gak papa sayang,Umi juga gak minum yang manis manis apa lagi yang dingin kayak ini,bisa ngilu gigi Umi '' sahut Umi Hana tersenyum


Ana mulai memasukkan sedotan kedalam gelas es boba lalu meminumnya,Ana terus meminum es boba sembari mendengar obrolan Bibi Fida dan Umi Hana yang sudah di pastikan dirinya tidak paham.


Ana melirik jam yang menggantung di dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang,Ana segera menghabiskan es bobanya yang tinggal sedikit.


'' Bibi,Umi Ana mau pamit pulang dulu,mau siap siap ke madrasah '' pamit Ana.


'' Madrasah '' beo Umi Hana.


'' Iya Mbak,Ana sudah masuk ke madrasah satu minggu lalu '' ujar Bibi Fida.


'' Madrasah mana ?'' tanya Umi Hana penasaran.


'' Madrasah At-taufiq Umi '' jawab Ana.


'' Wah,,, benarkah ?'' tanya Umi Hana tak menyangka jika gadis kesayangannya masuk madrasah milik orang tuanya yang kini di gantikan oleh kakaknya.


Ana mengangguk dan segera mencium punggung tangan Umi Hana dan Bibi Fida secara bergantian untuk segera berpamitan,pasalnya Ana harus mandi dan sholat duhur lalu makan terlebih dahulu sebelum berangakt ke madrasah.

__ADS_1


Setelah kepergian Ana dari toko Umi Hana dan Bibi Fida kembali meneruskan obrolannya.


'' Fid kamu tahu gak,Kiyai Abdullah itu kakaku '' ujar Umi Hana tiba tiba yang mana membuat Bibi Fida terkejut.


'' Benarkah Mbak,?'' tanya Bibi Fida tidak percaya.


'' Iya aku gak bohong,dulu Mas Umar pernah masuk pesantren At-taufq dan kebetulan Ayah mertuaku berteman dengan Abahku,dan jadilah kami di jodohkan '' kata Umi Hana sedikit menceritakan masalah pribadinya.


'' Oh gitu ya Mbak,tapi kok Mas Danu gak tau sih '' ujar Bibi Fida.Umi Hana hanya terkekeh.


'' Faid aku mau ngomng sesuatu yang serius sama kamu '' kata Umi Hana tiba tiba setelah meneguk teh hangatnya yang tinggal seperempat gelas.


'' Mbak Hana mau ngomong apa ?'' tanya Bibi Fida yang merubah raut wajahnya menjadi serius.


'' Emmm,, aku mau menjodohkan putraku dengan keponakanmu '' jawab Umi Hana tothepoint.


'' Mbak Hana yang benar saja ? Ana masih 18 tahun loh Mbak,pemikirannya juga pasti masih kecil '' ujar Bibi Fida terkejut.


'' Iya aku tahu,tapi aku sudah srek sama Ana,aku juga sudah menyukainya saat pertama kali dia ke rumahku,boleh ya Fid ? beneran deh aku sangat ingin menjadikan Ana menantuku '' mohon Umi Hana,Bibi Fida hanya diam saja.


'' Aku juga gak masalah meski nantinya Ana masih kayak anak kecil,masih manja atau apalah itu yang kamu masalahkan,yang penting dia bisa jadi menantuku '' mohon Umi Hana yang terkesan memaksa.


'' Lalu bagimana dengan putra Mbak Hana ? apa dia mau di jodohkan ?'' tanya Bibi Fida.


'' Putraku selalu menuruti ke inginanku,karna mereka pecaya kalau Uminya akan mencarikan yang terbaik untuk anak anaknya '' jawab Umi Hana.


Padahal kemarin waktu memberi tahu putranya tentang perjodohan dirinya juga memaksa putranya untuk mau menuruti ke inginannya,bahkan sempat mengancam akan mendiami putranya jika tidak mau dengan permintaannya.


'' Giman ya Mbak,meski aku Bibinya yang juga harus tanggung jawab sama Ana tapi tetap saja semua keputusannya ada pada Mas Danu,dan begitu juga kalaupun mas Danu setuju semua tetap menerima keputusan dari Ana,karna dia yang menjalaninya '' ujar Bibi Fida panjang lebar.


'' Iya gak papa,kamu bicarkan dulu sama Pak Danu,kapan kapan aku akan mengajak putraku ke rumahmu untuk ta'aruf dengan keponakanmu '' timpal Umi Hana.


'' Iya Mbak ''


'' Ya sudah,kalau begitu aku pamit dulu ya , hampir duhur soalnya '' pamit Umi Hana.


'' Iya Mbak ''


'' Assalamualaikum '' ucap Umi Hana.

__ADS_1


'' Waalaikumsalam '' balas Bibi Fida.


__ADS_2