
Pukul dua siang setelah sholat jum'at Gus Ilzam dan Ana sudah kembali ke rumah Paman Danu , Gus Ilzam dan Ana sudah memutuskan untuk sementara akan tinggal di rumah paman Danu selama seminggu dan tinggal di mansion Farizi satu minggu agar adil , karna Gus Ilzam masih mencari hunian baru yang dekat dengan pesantren untuk di tempati dirinya dan istrinya.
Paman Danu dan Bibi Fida yang melihat kedatangan mobil Gus Ilzam segera keluar menyambut keponakan serta menantunya.
'' Assalamualaikum '' ucap Gus Ilzam dan Ana bersamaan.
'' Waalaikumsalam '' balas Paman Danu dan Bibi Fida.
'' Ayo masuk '' ajak Paman Danu yang berjalan dulu ke dalam rumah.
Gus Ilzam dan Ana juga Bibi Fida mengekor di belakang Paman Danu ikut masuk ke dalam rumah , dan kini semuanya duduk di ruang tamu.
'' Paman , Bibi , selama saya mencari hunian baru untuk kami berdua , kami memutuskan untuk tinggal di sini satu minggu begitu juga di mansion Farizi '' ucap Gus Ilzam menyampaikan apa yang ia sepakati dengan istrinya tadi di hotel.
Paman Danu mengangguk anggukkan kepalanya . '' Paman sangat setuju dengan keputusan kalian berdua '' tukas paman Danu yang tak lagi berbicara formal pada Gus Ilzam.
'' Ya sudah , Ana kamu ajak suamimu ke kamar dulu gih '' ujar Bibi Fida.
'' Iya Bi ''
'' Ayo Kak '' ajak Ana yang di angguki oleh Ilzam.
Ana dan Gus Ilzam beranjak dari ruang tamu menuju ke lantai dua dimana kamar Ana berada.
Ckelek...
'' Selamat datang di kamar Humaira kak '' ucap Ana membuka pintu.
Gus Ilzam terkekeh melihat tingkah laku istrinya yang ternyata masih ada sisi bocilnya.
'' Humaira ''
__ADS_1
'' Iya Kak ''
'' Itunya masih sakit tidak ?''
Pertanyaan frontal Gus Ilzam seketika membuat pipi Ana bersemu merah.Dan itu membuat Gus Ilzam semakin ingin menggoda istri kecilnya.
'' kenapa diam saja ? Beneran ya masih sakit ?'' tanya Gus Ilzam lagi.yang mana membuat Ana menutup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.
'' Kok di tutupi sih wajahnya '' ucap Gus Ilzam dengan menarik kedua tangan Ana yang mebutupi wajahnya.
'' Humaira malu '' ujar Ana menundukkan kepalanya.
Gus Ilzam tersenyum . '' Malu kenapa hem ?'' tanya Gus Ilzam yang semakin di buat gemas dengan wajah malu malu istrinya.
'' Ya pokoknya Humaira malu '' jawab Ana tanpa berani menatap wajah tampan Gus Ilzam.
Grepppp
Tanpa aba aba Gus Ilzam memeluk Ana yang tingginya hanya sebahunya dengan erat. Sedangkan Ana yang mendapat pelukan tiba tiba dari Gus Ilzam terkejut.
'' Kakak bahagia, karna bisa memiliki istri seperti Humaira '' jawab Gus Ilzam yang seketika membuat seutas senyum terbit di bibir ranum Ana.
'' Humaira juga bahagia bisa memiliki suami seperti kakak '' balas Ana.
Gus Ilzam lalu mengendurkan pelukannya tapi tak sampai melepasnya. '' Kakak akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk Humaira '' ucap Gus Ilzam menatap kedua bola mata indah milik Ana.
*
*
*
*
__ADS_1
*
*
Hari ini adalah hari sabtu dimana akan di adakan wisuda untuk kelas satu aliyah yang sudah hafal nadzhom alfiah ibnu malik di halaman madrasah santriwati nanti malam.Tapi acara wisuda itu hanya di saksikan oleh seluruh santriwati At-taufiq dan para jajaran ustadz serta ustadzah juga para pengurus pesantren At-taufiq.Dan juga di hadiri oleh keluarga Kiyai Abdullah dan tak lupa keluarga Gus Ilzam juga ikut hadir termasuk Akmal.
Tepat setelah sholat isyak para santriwati berbodong bondong pergi menuju ke halaman madrasah guna menyaksikan acara wisuda , karna menurut mereka acara wisuda tahun ini terkesan lebih sepesial , bukan karna dekoarasi panggungnya yang mewah melainkan karna salah satu santri yang akan wisudah.
Tepat pukul delapan semua santri sudah standbay di halaman madrasah , begitu juga para Ustadz , Ustadzah dan juga para pengurus pesantren yang sudah duduk di atas kursi yang sudah di siapakan di sebrang kiri panggung.Tak berselang lama Kiyai Abdullah beserta istri dan juga putra putrinya datang dan duduk di kursi yang sudah di siapakan di bagian kanan panggung yang memang di hususkan untuk keluarga Ndalem , tapi tidak dengan Neng Aisyah yang berjalan ke arah dimana teman wisudanya berkumpul.
Dan beberapa menit kemudian suasana halaman madrasah tiba tiba riuh ketika Abi Umar beserta putra putranya tiba ,tapi yang membuat riuh suasana adalah keberadaan dua pasangan pengantin baru yang berjalan beriringan di paling belakang , siapa lagi kalau bukan Gus Ilzam dan Ana tentunya.Apa lagi saat ini Ana tengah memakai baju yang di gunakan para anggota yang akan wisuda , ya itu memakai kebaya berwarna cream di padukan dengan krudung yang warnanya senada , dan tak lupa riasan simpel di wajahnya yang semakin membuat Ana terlihat cantik seperti di acara nikahannya dua hari lalu.
'' Kakak akan mengantarkan kamu kesana '' ujar Gus Ilzam lembut tepat di telinga Ana , takut Ana tak mendengarnya karna suasana yang benar benar sangat riuh.
Akhhhhhhh.......
So sweetttt.....
Ya Allahhhhh....
SubhanAllah.....
Seperti itulah triakan triakan histris para santriwati ketika melihat Gus Ilzam yang berbisik tepat di teling Ana.
Gus Ilzam benar benar mengantarkan Ana ke tempat dimana para calon wisudawati berkumpul.Ana langsung duduk di dekat Neng Aisyah ketika sudah sampai di tempat para calon wisudawati.
Gus Ilzam lalu membungkukkan tubuh tegapnya . '' Kakak kesana dulu ya '' pamit Gus Ilzam lembut yang di angguki oleh Ana.Sedangkan para wisudawati yang menyaksikan adegan romantis beberapa detik itu di buat meleleh.
__ADS_1
Stelah kepergian Gus Ilzam yang menuju ke tempat para jajaran guru madrasah , Neng Aisyah dkk langsung menggoda Ana habis habisan , tapi Ana diam saja karna malas menanggapi godaan para temannya termasuk Neng Aisyah , Ana masih kesal dengan teman sekelasnya ketika ingat dengan kado pernikahan dari mereka.
❤'' Lihat Az , si Bos beneran bucin akut ''❤