Menikah Dengan Ustadzku

Menikah Dengan Ustadzku
Bab 28


__ADS_3

Hari kamis tepat pukul satu siang Gus Ilzam sudah berada di rumahnya , sedangkan pekerjaan kantornya ia serahkan pada Akmal.Dan kini Gus Ilzam tengah membantu istrinya untuk menyiapkan makan siang.Setelah menikah Gus Ilzam merubah jadwal makan siangnya yang biasanya akan makan siang di kantor , kini makan di rumah bersama istrinya sebelum berangkat ke madrasah.


'' Kak ,, Humaira boleh gak ? Nanti ikut sholat jama'ah di pesantren sekalian ikut acara baca diba'iyah bersama ?'' tanya Humaira meminta izin.


'' Boleh sayang '' jawab Gus Ilzam tersenyum , Gus Ilzam selalu mengizinkan apapun yang ingin di lakukan oleh istrinya asal tidak menyimpang dari agama.


'' Makasih kak '' ucap Ana tersenyum bahagia.


'' Sama sama Humairaku '' balas Gus Ilzam mengelus pucuk kepala Ana , yang mana membuat Ana merasa selalu di manja dan di ratukan oleh Gus Ilzam.


Tepat pukul dua siang Gua Ilzam dan Ana berangkat ke madrasah , tapi kali ini mereka berdua berangkat dengan jalan kaki dan semua itu permintaan Ana dan Gus Ilzam menurutinya , dan kini keduanya menjadi pusat perhatian para santriwan atau santriwati yang tidak menetap di pesantren berlalu lalang menuju madrasah.


Dan lagi lagi para santriwati di buat meleleh dengan sikap romantis Gua Ilzam pada istrinya , karna kini posisi Gus Ilzam sedang menggandeng tangan Ana sedangkan tangan satunya menenteng paperbag yang berisikan baju ganti milik Ana.


Setiba di pesantren Gus Ilzam dan Ana segera masuk ke Ndalem Kiyai Abdullah , yang kebetulan hari ini Kiyai Abdullah sedang bepergian untuk memenuhi undangan di desa sebelah , jadi kedatangan Gus Ilzam dan Ana hanya di sambut oleh Umi Jamila.


'' Assalamualaikum Bi '' ucap Gus Ilzam dan Ana.


'' Waalaikumsalam , tumben gak bawa mobil Zam ?'' tanya Umi Jamila karna tak mendengar deru mesin mobil.


'' Kami jalan kaki Bi , Humaira lagi ingin jalan kaki katanya '' jawab Gus Ilzam. Bibi Jamila tersenyum mengangguk.


'' Dek Ana '' panggil seseorang yang tak lain adalah Neng Aisyah yang baru keluar dari dalam kamarnya.


'' Assalamualaikum Mbak '' ucap Ana ketika Neng Aisyah berjalan menghampirinya.


'' Waalaikumsalam , gimana , nanti jadi mau ikut acara baca diba'iyah bersama ?'' tanya Neng Aisyah , karna tadi pagi Ana mengatakan pada dirinya jika ingin mengikuti pembacaan diba'iyah bersama di pesantren yang selalu di lakukan pada malam jum'at.


'' Iya Mbak , Kak Il ngizinin '' jawab Ana tersenyum.


'' Bagus deh , ya sudah ayuk ke kelas , sebentar lagi bel masuk berbunyi '' ajak Neng Aisyah melihat jam di pergelangan tangannya.


'' Iya ayuk , eh bentar , aku boleh titip baju ganti aku di kamar Mbak Ais ? '' tukas Ana.


'' boleh dong '' timpal Neng Aisyah.


'' Makasih Mbak ''

__ADS_1


'' Em kak Il , mana baju ganti Humaira '' pinta Ana dan Gus Ilzam memberikan paperbag yang ia bawa pada istrinya.


'' Gak berangkat ke kelas sama kakak aja hem ?'' goda Gus Ilzam yang mana membuat Ana cemberut.


'' Enggak '' balas Ana ketus buru buru mengambil paperbag yang di berikan Gus Ilzam.


Setelah menaruh paperbag di dalam kamar Neng Asiyah , Ana segera berangkat ke gedung madrasah bersama Neng Aisyah.


Tetttt


Bel masuk sudah berbunyi semua santri sudah masuk ke dalam kelasnya masing masing , dan para guru juga sudah banyak yang menuju kelas yang akan mereka ajar termasuk Gus Ilzam yang kini waktu mengajar di kelas sang istri.


Ckelek...


Gus Ilzam yang baru masuk ke dalam kelas membuat suasana kelas serasa tegang karna aura Gus Ilzam yang selalu datar plus dingin , padahal para sntriwati berharap Gus Ilzam akan berubah hangat ketika sudah menikah karna keberadaan istrinya di kelas , tapi harapan itu sirna karna hingga kini Gus Ilzam tetap memasang wajah datar dan dinginnya , bahkan Gus Ilzam selalu tegas pada santriwati meski itu istrinya sekalipun.


'' Assalamualaikum wr wb '' ucap Gus Ilzam yang sudah duduk di kursi pengajar.


'' Waalaikumsalam wr wb '' jawab semua santriwati serempak.


*


*


*


Tepat pukul setengah lima kelas sudah usai , semua santri yang tinggal di pesantren segera kembali ke asrama mereka , sedangkan yang tidak tinggal di pesantren mereka pulang ke rumah masing masing. Tapi Ana yang biasanya langsung pulang kini masih berada di Ndalem Kiyai Abdullah tepatnya di kamar Neng Aisyah.


'' Mbak Ais , aku numpang kamar mandi ya '' ujar Ana yang ingin mandi dan sekalian berganti baju.


'' Iya sana ''


Ana segera masuk ke dalam kamar mandi dan tak lupa membawa paperbag yang berisikan baju ganti.Lima menit kemudian Ana sudah menyelesaikan mandinya , dan Ana juga sudah memakai baju ganti yang ia bawa yakni dress warna mint dengan di padukan krudung berwana silver.Setelah Ana selesai kini bergantian dengan Neng Aisyah yang masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan di gazebo yang berada di depan Ndalem tiga pria berbeda usia tengah berkumpul yang tak lain adalah , Gus Ilzam , Gus Hamdan dan Gus Fathan , ketiganya tengah menikmati kopi yang di buatkan oleh abdi dalem pria.


'' Tumben gak langsung pulang ? terus juga tumbennya gak bawa mobil ?'' tanya Gus Hamdan menantu Kiyai Abdullah , Karna tak melihat keberadaan mobil Range rover milik Gus Ilzam di depan halaman.

__ADS_1


'' Humaira mau ikut acara pembacaan diba' nanti , jadi kita gak langsung pulang , terus kenapa aku gak bawa mobil , karna istriku ingin jalan kaki biar romantis katanya '' jawab Gus Ilzam panjang lebar yang mana membuat kedua kakak beradik di depannya berdecih.


'' Dasar bucin '' ketus Gus Fathan.


'' Biarin , lagian aku bucinnya ke bini sendiri , pahala tau '' balas Gus Ilzam tak kalah ketus.


'' Bilang aja kalau Bang Fathan iri , karna masih jomblo '' ledek Gus Ilzam.


'' Bukan jomblo , tapi usiaku terlalu kecil untuk menikah '' balas Gus Fathan tak trima di ledek oleh Gus Ilzam.


Sedangkan Gus Hamdan yang paling tua di antara mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik ipar serta sepupu iparnya berdebat , Gus Hamdan juga bersyukur semenjak Gus Ilzam menikah Gus Ilzam banyak berubah , jika dulu sikapnya selalu datar dan berbicara hanya seperlunya saja maka sekarang berbeda ,Gus Ilzam lebih sering bicara bahkan tak jarang Gus Ilzam juga ikut bercnada jika sedang berkumpul seperti sekarang ini.


Gus Ilzam dan Gus Fathan terus berdebat dan saling mengejek , hingga suara seorang wanita yang mengucapkan salam menghentikan mereka.


'' Assalamualaikum , Gua Hamdan , Gus Ilzam , Fathan '' ucap Farah.


'' Waalaikumsalam '' balas Gus Hamdan dan Fathan berbarengan.


Sedangkan Gus Ilzam hanya membalasnya dengan suara lirih ,bahkan mimik mukanya juga sudah berubah suram , dan Gus Hamdan menyadarinya.


'' Em... Fathan , Aisyahnya ada ?'' tanya Farah.


Ketika Fathan akan menjawab pertanyaan Farah , tiba tiba Gus Ilzam beranjak dari tempat duduknya.


'' Bang Hamdan , Bang Fathan , aku pamit ke masjid duluan , Assalamualaikum '' pamit Gus Ilzam datar langsung pergi begitu saja bahakan tak melirik Farah sama sekali.


'' Waalaikumsalam '' jawab Gus Hamdan dan Gus Fathan yang merasa aneh dengan sikap Gus Ilzam yang tiba tiba berubah datar.


" Ada apa dengan Dek Ilzam ? Tiba tiba pamit pergi " batin Gus Fathan.


" Kenapa Ilzam kelihatan tak suka dengan kedatangan Kak Farah , bahkan mimik wajahnya langsung berubah datar " batin Gus Hamdan.


Farah kecewa ketika melihat kepergian Gus Ilzam yang sama sekali tak meliriknya , padahal Farah baru pulang dari perusahaan Farizi Crops , dirinya sengaja lewat depan rumah sang Bibi siapa tahu bisa melihat keberadaan Gus Ilzam , pasalnya seharian ini dirinya tak melihatnya yang mana membuatnya merindukan wajah tampannya , dan harapannya terpenuhi katika dirinya mengemudikan mobilnya melewati gerbang rumah bibinya yang terbuka , Farah melihat keberadaan Gus Ilzam yang berkumpul dengan Gus Fathan dan Gus Hamdan di gazebo , dan tanpa pikir panjang Farah menghentikan mobilnya di sebrang jalan lalu masuk ke halaman rumah sang Bibi dengan jalan kaki yang mana membuat ketiga pria di gazebo tak menyadari kedatangannya.


'' Em... Kak Farah masuk aja , Aisyah ada di dalam sama istrinya Ilzam '' ujar Gus Fathan yang langsung membuyarkan lamunan Farah yang terus menatap kepergian Gus Ilzam.


'' Eh ,,. Iya , ya sudah kalu begitu aku masuk dulu '' pamit Farah yang langsung melangkah masuk ke dalam rumah Kiyai Abdullah dengan rasa kecewa , bahkan sampai lupa tak mengucapkan salam dan mungkin Farah juga tak mendengar ketika Gus Fathan mengatakan jika Neng Aisyah sedang bersama istrinya Ilzam.

__ADS_1


__ADS_2