
Setelah sholat isyak Gus Ilzam dan Ana berangkat menuju mansion Farizi . Dan hanya butuh waktu dua puluh menit mobil yang di kendarai oleh Gus Ilzam sudah tiba di halaman mansion Farizi.
Gus Ilzam dan Ana segera masuk ke dalam mansion yang ternyata semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga.
'' Assalamualaikum '' ucap Gus Ilzam dan Ana.
'' Waalaikumsalam '' balas semua orang yang berada di ruang keluarga.
'' Kalian sudah datang '' tukas Umi Hana senang dan segera beranjak menghampiri putra dan menantunya.
Gus Ilzam dan Ana segera mencium punggunng tangan Umi Hana , Lalu Gus Ilzam juga menyalami Abi Umar serta kedua saudaranya Gus Faaz dan Akmal , begitu juga dengan Ana tapi hanya menyalami Abi Umar saja.
'' ya sudah , karna semuanya sudah berkumpul sekarang kita makan malam yuk , sepertinya para art sudah selesai menyiapkannya '' ujar Umi Hana yang berjalan lebih dulu ke ruang makan lalu di ikuti suami serta anak dan menantunya.
Setelah selesai menyantap makan malam semuanya kembali berkumpul di ruang keluarga , untuk mengobrol ringan.
'' Zam '' panggil Abi Umar di sela obrolannya.
'' Iya Abi ada apa ?'' sahut Gus Ilzam yang duduk di dekat istrinya.
'' Dua bulan lagi ulang tahun perusahaan '' ujar Abi Umar.
'' Terus ?'' timpal Gus Ilzam bingung.
'' Abi akan mengumumkan jabatanmu sebagai Presedir baru '' tukas Abi Umar.
Bukannya senang Gus Ilzam malah terlihat tak semangat , sebenarnya masalah ini sudah di bahas satu bulan yang lalu setelah pernikahannya dengan Ana , Faaz dan Akmal juga Umi Hana setuju jika Gus Ilzam menggantikan posisi Abi Umar sebagai Presedir di Farizi Corps , tapi memang sudah semestinya Gus Ilzam yang akan menjabat sebagai Presedir setelah Abinya , karna Gus Ilzam adalah anak tertua , sedangkan Gus Faaz juga tak mau menjadi Presedir di Farizi Corps karna menurutnya membosankan jika harus setiap hari melihat tumpukan berkas , begitu juga dengan Akmal yang hanya mau menjadi kaki tangan Gus Ilzam saja tidak mau jabatan yang lain.
Dan yang membuat Gus Ilzam tak senang adalah , karna dirinya pasti akan semakin di sibukkan dengan pekerjaan dan lebih tepatnya waktu dengan istrinya akan lebih sedikit pastinya , Gus Ilzam tahu betul jabatan sebagai Presedir itu sangat sibuk dan padat.
'' Gimana Zam ?'' Tanya Abi Umar.
'' Huft... Baiklah tapi dengan syarat yang sudah Ilzam katakan '' jawab Gus Ilzam menyetujui tapi dengan syarat dirinya tetap bisa mengajar seperti biasanya dan Abi Umar juga menyetujuinya.Karna bagaimanapun juga kemajuan Farizi Corps beberapa tahun ini yang hampir merambah dunia juga berkat keberadaan Gus Ilzam yang sebagai Wakil dirut.
Tepat pukul sepuluh malam Gus Ilzam dan Ana sudah tiba di kediamnnya , awalnya Umi Hana meminta mereka berdua untuk menginap tapi Gus Ilzam menolak entah dengan alasan apa hanya Gus Ilzam yang tahu.
'' Humaira capek ?'' tanya Gus Ilzam mendekati Ana yang duduk di pinggir ranjang.
__ADS_1
'' Tidak , kenapa kak ?'' tanya Ana balik.
'' Bolehkah kakak minta '' ucap Gus Ilzam. Ana yang sudah faham dengan apa yang di minta Gus Ilzam segera menganggukkan kepalanya.Dan seketika itu juga Gus Ilzam menyunggingkan senyumnya.
'' Terimakasih Humaira '' ucap Gus Ilzam mengecup dahi Ana dengan penuh kasih sayang , lalu dengan perlahan Gus Ilzam merebahkan tubuh istrinya dengan lembut dan keduanya melakukan yang seharusnya di lakukan oleh suami istri.βΊπ
*
*
*
*
*
Perusahaan Farizi Corps.
Gus Ilzam yang sedang memeriksa pekerjaannya harus di hentikan ketika sang Presedir yang tak lain adalah Abinya memanggilnya untuk ke rauangannya.
'' Mal , kamu priksa ini dulu , aku mau ke ruangan Abi '' tukas Gus Ilzam.
Gus Ilzam lalu keluar dari ruangannya dan menuju ke lantai paling atas dimana lantai Presedir berada , ketika akan membuka pintu ruangan Abinya Gus Ilzam di kejutkan dengan suara seseorang yang mengucapkan salam padanya.
'' Assalamualaikum Gus '' ucap seorang wanita dengan suara yang di buat selembut dan seanggun mungkin.
'' Waalaikumsalam '' balas Gus Ilzam datar yang ternyata mengingat dengan wajah wanita berhijab di depannya , wanita yang pernah membuat mood istrinya berubah , tapi yang membuat Gus Ilzam tak habis pikir adalah kenapa wanita ini bisa ada di perusahaan sang Abi , di tambah lagi ada di lantai dimana yang hanya di hususkan untuk Presedir beserta kaki tangan dan sekertarisnya saja.
Karna tak ingin lama lama berada di dekat wanita di hadapannya Gus Ilzam segera masuk ke dalam ruangan sang Abi.
Ckelek...
''Assalamualaikum Abi '' ucap Gus Ilzam yang sudah masuk ke dalam ruangan Abinya.
'' Waalikumsalam Zam '' balas Abi Umar dengan kedua mata yang tidak menatap Gus Ilzam dan lebih fokus pada beberapa berkas yang di pegangnya.
''Ada apa Abi memanggil Ilzam ?'' tanya Gus Ilzam ketika sudah duduk di kursi sebrang meja kerja sang Abi. Sedangkan kaki tangan Abi Umar yang bernama Rahmat berdiri di dekat sang Abi yang juga ikut membolak balikkan berkas berkas yang di pegannya.
__ADS_1
''Lihatlah ini , Abi rasa ada yang janggal dengan kontrak kerja ini tapi Abi tak tahu di bagian mana '' ujar Abi Umar menyodorkan beberapa berkas pada putranya.
Gus Ilzam segera memeriksanya dan tak butuh waktu lama Gus Ilzam sudah menemukan kejanggalan yang di maksud Abinya , bahkan Gus Ilzam juga menyarankan pada Abinya untuk menggagalkan kontrak kerja itu karna jika terus berjalan maka Farizi Corps akan rugi besar nantinya.Benar benar bisa di andalkan dan inilah yang membuat Farizi Corsp semakin maju karna wakil direkturnya yang jeli dalam kesalahan sekecil apapun.
'' Ya sudah kalau begitu Ilzam akan kembali ke ruangan Ilzam lagi , karna masih ada pekerjaan yang belum selesai '' ucap Ilzam dan segera beranjak tapi baru saja akan melangkahkan kakinya Ilzam teringat dengan wanita di depan ruangan sang Abi.
'' Abi , kenapa Farah ada di sini ?'' tanya Gus Ilzam to the point.
'' Kamu kenal sama Farah ?'' Abi Umar balik bertanya.
'' Tidak kenal , tapi pernah bertemu dengannya di rumah paman Abdul dan dia keponakan Bibi Jamilah '' jawab Gus Ilzam.
Abi Umar manggut manggut . '' Dia menggantikan Maya sebagai sekertaris Abi '' ucap Abi Umar yang membuat Gus Ilzam menaikkan satu alisnya.
'' Terus Maya kemana ?'' tanya Gus Ilzam.
'' Maya Resign , dan Maya juga yang merekemondasikan Farah pada Abi , dan setelah Abi mengetastnya ternyata benar kemampuan dia juga setara dengan Maya '' jawab Abi Umar.
'' Oh ''
'' Assalamualaikum '' ucap Gus Ilzam lalu berjalan keluar ruangan sang Abi.
'' Waalaikumsalam '' balas Abi Umar dan Pak Rahmat.
" semoga saja Farah tidak ada tujuan lain masuk ke perusahaan ini , terlihat sekali jika Ilzam tak menyukai keberadaannya " batin Abi Umar.
Gus Ilzam yang baru keluar dari ruangan sang Abi sebenarnya tahu jika Farah yang duduk di meja sekertaris tengah memperhatikannya , tapi Gus Ilzam memilih acuh dan berjalan masuk ke dalam lift yang akan mengantarnya ke lantai bawah dimana ruangannya berada.
Di dalam lift Gus Ilzam yang hanya seorang diri di buat kesal oleh nomor asing yang mengirimi pesan teks pada dirinya , karna ini sudah yang kedua kalinya.
'' Ya Allah,,,, siapa sih ini , lebih baik aku blokir saja nomornya '' gumam Gus Ilzam kesal lalu langsung memblokir nomor asing tersebut.
Sedangkan seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Farah ketika melihat nomor ponselnya di blokir oleh Gus Ilzam dirinya merasa kesal , satu minggu yang lalu ketika Farah berkunjung ke Ndalem Kiyai Abdullah ,saat ingin ke kamar mandi Umi Jamilah menyuruh Farah masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamar Neng Aisyah karna kebetulan kamar mandi tamu sedang rusak , awalnya Farah tidak mau karna merasa tidak sopan tapi karna audah tidak tahan akhirny Farah memilih segera masuk ke kamar Neng Aisyah.
Saat keluar dari kamar mandi Farah yang tak sengaja melihat ponsel Neng Aisyah di atas meja rias dengan perlahan Farah mengambilnya , dan kebetulan ponsel Neng Aisyah tak di kunci lalu Farah segera melihat lihat nama di galeri kontak milik Neng Aisyah dan setelah menemukan nomor yang ia tuju ya itu nomor Gus Ilzam , Farah buru buru menyimpannya di galeri kontak ponselnya , lalu ia taruh kembali ponsel Neng Aisyah ke tempat semula , karna kebetulan saat ini Neng Aisyah sudah berangkat ke madrasah jadi Farah bisa leluasa membuka ponsel Neng Aisyah dengan diam diam.
__ADS_1
Farah sudah tidak memperdulikan jilbab yang selalu ia pakai karna obsesinya pada Gus Ilzam.