
Akhirnya Najwa ikut memasuki mobil El, El lebih suka mengemudi sendiri dari pada pakai supir karena El termasuk pengemudi yang handal, tidak seperti Daddynya yang kemana mana lebih suka pakai supir, El ingin ke hotelnya lebih dulu baru setelah itu El akan pergi ke kantor.
Di perjalanan Najwa malah ketiduran di mobil, maklum lah ya mungkin karena semalam kurang tidur bagaimana tidak kalau El terus mengerjainya, baru juga tidur sebentar bangun lagi buat melaksanakan sholat tahajud setelah itu tidur sebentar bangun lagi untuk sholat subuh jadi wajar jika saat ini Najwa ketiduran.
"Ck, katanya ikut malah ketiduran" gumam El saat melihat Najwa ketiduran, sebenernya El merasa kasihan saat melihat Najwa tertidur dengan kepala yang bersandar di jendela mobil, ingin sekali El menyandarkan kepala itu ke dada bidangnya tapi sayang dia lagi mengemudi.
Gak lama mobil El sudah memasuki area sebuah hotel berbintang miliknya, setelah El memarkirkan mobilnya El segera turun lalu membuka pintu bagian penumpang depan, El lebih memilih menggendong Istrinya dari pada membangunkannya, El ingin menidurkan Istrinya di kamar pribadinya yang berada di hotelnya.
"Selamat pagi bos" sapa Felix saat melihat bosnya sudah sampai di hotel tapi El langsung memberi isyarat ke Felix supaya jangan brisik karena istrinya sedang tidur dan Felix langsung paham dengan apa yang di maksud oleh bosnya.
Felix geleng geleng kepala saat melihat perlakuan manis bosnya terhadap istrinya karena sebelumnya El mana pernah bersikap manis dengan seorang wanita apa lagi baru di kenalnya, dengan Nesya aja El gak pernah berlaku begitu sampai di gendong segala.
Setau Felik El itu hanya memanjakan satu wanita dan selain itu El mana pernah memanjakan wanita manapun kalau dekat iya itupun para wanita di luaran sana yang selalu berusaha mendekatinya, hayo tebak siapakah seorang wanita yang selalu di manjain El dan disayangi selain mommynya?.
Jadi wajar aja jika Felix merasa heran dengan bosnya yang dengan waktu singkat bisa bersikap manis dengan seorang wanita yang saat ini berada di dalam gendongannya.
"Eh siapa tuh yang di gendong oleh tuan El, uh beruntungnya wanita itu"
"Iya aku juga mau dong "
"Ih tuan El sweet banget sih sampai di gendong segala"
begitulah kira kira kasak kusuk kariawan hotel saat melihat El menggendong seorang wanita.
Setelah sampai di kamarnya El langsung membaringkan Najwa di atas ranjang dengan pelan karena El takut akan membangunkan tidur nyenyak istrinya setelah itu El segera menemui Felix di ruangan khusus.
"Bagaimana apa kamu sudah tau?" tanya El kepada Felix saat sudah sampai di rungannya, tadi El memang menyuruh Felix untuk menunggunya di ruangannya.
"Sudah tuan dan saat ini orang itu sudah saya amankan" jawab Felix yang sudah faham apa yang di maksud oleh bosnya.
__ADS_1
"Siapa?" tanya El dengan penasaran.
"Orang yang telah mengambil dokumen penting itu ternyata hanya seorang OB bos" jawab Felix yang membuat El sedikit terkejut.
"Dan orang yang secara diam diam menaruh obat perangsang kedalam minuman anda juga dia bos" tambah Felix yang membuat El langsung mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar berani banget dia" ujar El dengan kilatan amarah, ternyata yang menjebaknya hanyalah seorang OB. "Apa motifnya?" tanya El.
"Itu dia bos dia masih belum mengaku, tapi kalau dari filingku orang itu hanya orang suruhan" ujar Felix dengan menebak
"Sepertinya memang begitu, terus apa hubungannya dengan Najwa kenapa dia sampai terlibat?" tanya El dengan bertanya tanya dalam hati, apakah Najwa itu suruhan orang untuk menjebaknya? tapi kalau menurut El sendiri sih sepertiny enggak.
"Nah itu dia yang belum jelas bos, menurut penyelidikan saya temannya nona Najwa itu yang menjadi dalangnya" ujar Felix yang masih menduga duga, kerana hasil rekaman CCTV itu tidak sampai di dalam kamar, rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan Rahma dan Najwa yang memasuki kamar hotel bosnya dan tak lama Rahma keluar dari kamar itu dan tidak kembali lagi, rekaman CCTV itu malah memperlihatkan Rahma yang malah memasuki kamar yang lainnya, penjelasan Rahma yang waktu itu tidak sama dengan yang ada di dalam Rekaman CCTV, jadi wajar bila Felix mencurigai Rahma.
Pertanyaan Felix apa OB itu ada kaitanya dengan Rahma?
"Ya udah kamu buat OB itu suapaya mengaku, terserah mau kau apakan OB itu yang penting kamu harus tau apa motifnya" titah El.
"Bagus, setelah ini aku mau ke kantor dan kamu untuk sementara selidiki kasus itu sampai tuntas"
"Baik Bos"
"Satu lagi, tolong kamu belikan semua keperluan wanita dari baju, tas, sepatu, make up dan lain sebagainya untuk istriku lalu setelah itu tata di lemari yang masih kosong di dalam kamarku dengan rapi" titah El yang langsung di sanggupi oleh Felix.
El sengaja menyiapkan semua keperluan istrinya dari A sampai Z karena El lihat Najwa hanya membawa beberapa lembar baju saja ke jakarta jadi wanita itu belum punya perlengkapan apapun.
"Siap bos saya pastikan nanti sore semua keperluan untuk istri anda sudah beres" jawab Felix.
Sedangkan Najwa sudah terbangun dari tidurnya, awalnya Najwa bingung karena bangun bangun sudah berada di dalam kamar yang Najwa ingat kamar yang sudah menjadi saksi bisu saat hilangnya kehormatannya sebagai seorang gadis.
__ADS_1
"Kok aku tiba tiba berada di sini sih, padahal seingatku tadi aku di mobil dengan mas El, kok mas El gak ada kemana yah?" gumam Najwa karena bangun bangun tidak menemukan suaminya. "Pasti tadi aku ketiduran dimobil deh, terus yang gendong aku kesini siapa ya? apa mas El?" ujar Najwa bertanya tanya dalam hati.
Akhirnya Najwa memilih keluar dari kamar untuk mencari suaminya, tapi saat Najwa baru keluar dari kamar Najwa tidak sengaja berpapasan dengan gus Ikhsan, gus Ikhsan yang melihat Najwa langsung segera menyapanya.
"Najwa" panggil gus Ikhsan, sedangkan Najwa yang mendengar namanya di panggil lantas menoleh.
"Gus Ikhsan" ujar Najwa yang melihat gus ikhsan.
"Najwa bisa kita bicara sebentar"
"Maaf gus aku gak bisa lagian gak baik juga jika berbicara hanya berdua terlebih lagi aku sudah bersuami" tolak Najwa.
"Tapi di sini kan tempat umum Najwa jadi gak bisa di katakan berduaan, aku hnya ingin bicara sebentar saja" ujar Gus Ikhsan yang ingin berbicara sesuatu dengan Najwa, sebenernya Gus Ikhsan merasa sakit sekali mengingat kini Najwa sudah menjadi milik orang lain, tapi mau gak mau gus Ikhsan berusaha untuk mengikhlaskan Najwa mungkin memang benar jika Najwa itu bukan jodohnya.
Setelah Najwa fikir fikir akhirnya Najwa mau juga berbicara dengan gus ikhsan lagian mereka kan sedang berada di tempat umum gak berduaan. "Iya udah deh tapi bentar saja ya gus" ujar Najwa.
"Najwa jujur aku masih sangat mengharapkanmu, aku tau aku salah tapi perasaan ini tidak bisa di bohongi" ujar Gus Ikhsan mengungkapkan perasaanya yang merasa tersakiti.
"Maaf gus jika kamu hanya mau bicara tentang itu aku gak bisa, lagian aku sudah mengikhlaskannya mungkin kita memang tidak berjodoh" balas Najwa.
"Aku juga berusaha mengikhkaskanmu Najwa tapi itu sulit bagiku, apa suami kamu kasar?" tanya Gus Ikhsan yang merasa khawatir dengan kehidupan baru Najwa pasalnya El terlihat sangat arogan, dingin, dan cuek gus Ikhsan takutnya jika El akan menyakiti Najwa.
"Kamu gak usah khawatir mas El itu sebenernya baik kok dan aku akan berusaha mempertahankan rumah tanggaku apapun yang terjadi" ujar Najwa dan gus Ikhsan hanya mengganggukkan kepalanya.
"Ya sudah Najwa jika itu pilihanmu aku berharap kamu selalu bahagia dan aku akan berusaha mengikhlaskanmu"
Di saat Najwa berbicara berdua dengan Gus Ikhsan ternyata El melihatnya, karena tadi El memang berniat mengajak Najwa ke kantor, eh El malah melihat Najwa yang berduaan dengan gus Ikhsan.
El mengepalkan tangannya kuat melihat pemandangan itu dan sorot matanya sudah memancarkan amarah, El bener tidak suka jika Najwa dekat dekat dengan laki laki lain apalagi dengan gus Ikhsan orang yang pernah di ta'arufkan dengan Najwa.
__ADS_1
BERSAMBUNG
AYO MANA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE YA