
Setelah dua hari di rumah mertuanya kini El memutuskan untuk pulang karena El gak bisa meninggalkan kerjaan kantornya lama lama.
"Abah, umi El dan Najwa pamit pulang dulu ya nanti jika ada waktu kami akan sempatkan untuk main kesini lagi" ujar El dengan bersalaman dan mencium punggung tangan kyai Hasan.
"Iya abah, Umi Najwa pulang dulu ya, umi dan Abah disini sehat sehat" tambah Najwa dengan memeluk uminya.
"Iya Najwa dan Nak El hati hati ya di jalan, abah titip putri abah" jawab Kyai Hasan.
"Iya kalian hati hati nanti misalnya dapat kabar baik segera kasih tau umi" tambah Umi Aisyah dan Najwa hanya tersenyun, sedangkan kyai Hasan dan El gak tau maksud perkataan dari umi Aisyah.
Akhirnya hari itu El dan Najwa pulang ke ibu kota dengan menggunakan pesawat pribadi milik El, Selama Najwa dan El berada di sana El dan Najwa tidak bertemu dengan gus Rizky karena beliau sedang dalam perjalanan ke kota malang untuk menghadiri suatu acara pengajian besar, kebetulan dirinya yang di suruh untuk mengisi tausiyah.
"Sayang tadi maksud perkataan umi yang bilang kalau dapat baik itu apa sih? aku kok gak faham ya?" tanya El, saat ini mereka berdua sudah berada di dalam pesat yang sedang mengudara.
"Ada deh mau tau aja tau mau tau banget" jawab Najwa dengan bercanda sehingga membuat El jadi gemes.
Tanpa aba aba El langsung menyerang bibir merah merona milik istrinya sehingga membuat Najwa langsung bungkam.
"Emmmmm"
"Kamu di tanyain serius malah bercanda, sekarang jawab atau aku akan berbuat lebih" ujar El setelah El melepaskan tau tan Bibirnya, tangan nakal El itu sudah ingin menyentuh kedua aset milik Najwa yang sangat El sukai tapi dengan cepat Najwa langsung mencegahnya.
"Mas El stop, jangan lagian malu tau lakuin ditempat sembarangan nanti kalau tiba tiba ada mbak mbak pramugari datang gimana" balas Najwa dengan memegang tangan suaminya yang nakal itu.
__ADS_1
"Iya makannya jawab jangan bercanda" ujar El yang penasaran, kabar baik apa sih kira kira yang di maksud oleh ibu mertuanya itu.
"Maksud umi tadi itu kalau ada kabar baik dari kita umi ingin tau, maksudnya umi itu menyuruh kita untuk sering dering memberinya kabar, ya ntah apalah itu jadi Najwa jawab iya ajah" jelas Najwa yang gak bisa menyampaikan dugaannya yang menebak bahwa dirinya hamil, najwa belum sempat membeli alat tes kehamilan untuk mengetesnya, Najwa fikir akan mengetesnya nanti setelah pulang ke rumah.
Sewaktu berada di rumahnya Najwa gak sempat pergi kemana mana karena dirinya banyak keluhan akhir akhir ini, pusinglah, muallah, pemalaslah inginnya rebahan terus, jadi suaminya serta kedua orang tuanya selalu menyuruhnya untuk beristirahat, selain itu juga Najwa ingin menghabiskan waktunya dengan uminya mengingat dirinya gak bisa lama lama di sana karena suaminya harus segera pulang karena pekerjaan sudah menantinya.
"Owh gitu, sayang nanti aku ingin membawamu ke doktet saja, aku khawatir dengan kesehatan kamu, mumpung belum terlanjur mending langsung di periksain kedokter saja" ujar El yang merasa khawatir jika istrinya kenapa kenapa.
"ya udah terserah mas El saja, Najwa rasanya ngantuk dan ingin tidur" jawab Nesya dengan menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Tidur lah sayang nanti kalau mau sampai aku bangunin" balas El dengan mengelus kepala istrinya dengan sayang.
Baru juga nempel Najwa udah tidur saja, akhir akhir ini Najwa merasa malas ngapa ngapain malahan Najwa lebih banyak tidur, seperti saat ini baru juga kepalanya di senderin udah langsung tidur aja sehingga membuat El geleng geleng kepala.
***
"Ya ampun ini kenapa kamar aku jadi kaya gini, ini pasti kerjaan mamah nih" ujar Nesya dengan kesalnya karena melihat kamarnya yang banyak lilin dan kelopak bunga mawar, sedangkan gus Ikhsan gak mau ambil pusing dirinya langsung mendudukkan bokongnya di atas sofa panjang yang terletak di kamarnya Nesya.
"Ya udah di bersihin aja terus lampunya di nyalain bereskan" balas Gus Ikhsan yang membuat Nesya tambah kesal.
"kok jadi aku sih yang di suruh bersihin, kamu aja yang bersihin lagian aku mau mandi udah gerah" ujar Nesya yang langsung masuk ke dalam kamar mandi begitu saja sedangkan gus Ikhsan mau gak mau membersihkan kelopak bunga mawar yang bertebaran di atas ranjang, gus Ikhsan juga memberesi lilin lilin yang menyala.
Sedangkan Nesya di dalam kamar mandi sedang merendam tubuhnya di dalam bathub dengan air hangat supaya badannya yang terasa pegal pegal itu hilang.
__ADS_1
Setelah acara mandinya selesai Nesya keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan selembar handuk, sudah kebiasaan Nesya setiap harinya begitu, Nesya lupa jika di dalam kamarnya ada seorang laki laki yang beberapa jam yang lalu sudah resmi menjadi suaminya.
Gus Ikhsan menelan salivanya dengan susah payah kerena melihat pemandangan indah yang tersaji di depan matanya, sebagai seorang laki laki normal jelas Gus Ikhsan tertarik bahkan pedang pusakanya sudah mulai beraksi melihat wanita yang beberapa jam lalu sudah resmi menjadi istrinya dalam keadaan hanya memakai selembar handuk, apalagi wanita itu sudah khalal baginya tapi Gus Ikhsan gak mau langsung meminta haknya mengingat pernikahannya yang mendadak itu lagian Istrinya seperti kurang menyukainya, Gus Ikhsan akan meminta haknya secara pelan pelan dan Gus Ikhsan juga akan merubah Istrinya itu dengan kesabarannya.
"Eh ngapain kamu nglihatin aku kaya gitu, dasar mesum" ujar Nesya yang langsung masuk ke dalam walk in closet sedangkan gus Ikhsan hanya menggelengkan Kepalanya melihat tingkah istrinya.
"Istrimu Gus cantiknya" gumam Gus Ikhsan yang mengagumi kecantikan Nesya.
Gus Ikhsan memutuskan untuk Mandi mengingat sudah memasuki waktu Isya', setelah selesai dengan acara mandinya Gus Ikhsan langsung mengbil wudlu untuk menunaikan sholat isya'.
"Nesya kamu gak sholat?" tanya Gus Ikhsan yang melihat Nesya sedang duduk diatas ranjang dengan memainkan ponsel di tangannya.
"Enggak, aku gak pernah sholat jadi kamu aja yang sholat" jawab Nesya dengan masih fokus ke arah ponselnya.
Gus Ikhsan memutuskan untuk sholat sendiri karena Gus Ikhsan gak mau terlalu memaksa Nesya, gus Ikhsan akan mengajari Nesya Sholat secara pelan pelan.
Setelah selesai Sholat Gus Ikhsan memilih membaca ayat ayat suci alqur'an sehingga membuat Nesya yang mendengarnya terasa adem.
"Duh suaranya bagus banget, kok aku jadi adem ya mendengarnya mengaji, sudah lama aku gak pernah mengerjakan sholat dan mengaji" gumam Nesya dalam hati yang mengagumi suara Gus Ikhsan saat sedang mengaji.
Gak lama Nesya malah ketiduran karena mendengarkan Gus Ikhsan yang melantunkan ayat ayat suci alqur'an, menurut Nesya suara Gus Ikhsan begitu Indah dan merdu saat menyapa gendang telinganya.
setelah Gus Ikhsan selesai membaca ayat ayat suci alqur'an gus Ikhsan melihat Nesya yang tertidur dengan posisi duduk dengan ponsel yang sudah terjatuh di atas ranjang, di saat itu Nesya menggunakan gaun tidur yang cukup sexy, memang begitulah gaya berpakaian Nesya semuanya serba sexy.
__ADS_1
Melihat itu gus Ikhsan langsung membenarkan posisi tidur Nesya dengan terlentang supaya lebih nyaman, gus Ikhsan segera menyelimuti tubuh Nesya yang sexy itu dengan selimut sampai ke leher karena jujur saja gus Ikhsan takut khilaf, setelah itu gus Ikhsan langsung naik ke atas ranjang di sebelah Nesya, gus Ikhsan tidur di sebelah Nesya.
BERSAMBUNG