Menikah Karena Dijebak

Menikah Karena Dijebak
Kedatangan keluarga Rahma


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


*******


Saat ini keluarga dari Rahma berkunjung ke rumah kiyai Ansori untuk membicarakan masalah anaknya yang ingin di ta'arufkan dengan gus Ikhsan.


"Assalamualaikum" ujar keluarga Rahma ketika sudah sampai di rumahnya kiyai Ansori.


"Waalaikumsalam" jawab ustazah Azizah istrinya kiyai Ansori. "Mari silahkan masuk ibu, bapak dan nak siapa ini namanya umi lupa, kalau tidak salah kamu salah satu santri di pondoknya kiyai Hasan kan nak?" tanya umi Azizah yang seperti mengenal Rahma pasalnya jika ada acara pengajian akbar di pondoknya kiyai Hasan Rahma selalu menjadi panitia jadi umi Azizah tidak asing dengan wajahnya Rahma, jika di pondoknya kiyai Hasan ada acara pengajian akbar pastilah keluarga kiyai Ansori turut hadir di sana dan gak hanya kiyai Ansori saja yang hadir bahkan para kiyai kiyai dari antar pondok juga di undang.


"Iya ustazah saya Rahma salah satu santri di pondoknya kiyai Hasan" jawab Rahma dengan mencium punggung tangan ustazah Azizah.


"Ayo silahkan duduk ibu, bapak dan nak Rahma" ujar ustazah Azizah dengan ramah.


"Iya terimakasih ustazah, owh iya kiyai Ansorinya ada?" tanya bapaknya Rahma.


"Iya ada sebentar ya saya panggilkan"


Ustazah Azizah segera masuk ke dalam rumah untuk memberitahu suaminya jika ada tamu yang mencarinya. "Abah di depan ada tamu yang mencari abah" ujar umi Azizah memberitahu.


"Siapa umi?" tanya kiyai Ansori.


"Keluarganya Rahma Abah, itu salah satu santri di pondoknya kiyai Hasan " jawab istrinya.


"Iya umi biar abah temui di depan"


Kiyai Ansori segera menemui keluarga Rahma di depan sedangkan Umi Azizah pergi kedapur untuk membuatkan minum untuk tamunya.


Bapaknya Rahma segera berdiri dan langsung menyalami kiyai Ansori ketika Bapaknya Rahma melihat Kiyai Ansori keluar dari dalam rumah.


"Assalamualaikum kiyai" ujar bapaknya Rahma.


"Wa'alaikumsalam ayo silahkan duduk pak" jawab kiyai Ansori dengan mempersilahkan bapaknya Rahma untuk duduk kembali.


"Begini kiyai, maksud dari saya dan keluarga datang kemari itu untuk mena'arufkan Rahma dan gus Ikhsan karena kami denger denger gus Ikhsan itu gak jadi ya menikah dengan Najwa anak dari kiyai Hasan" ujar Bapaknya Rahma yang langsung menyampaikan maksud kedatangannya sedangkan Rahma hanya tersenyum malu malu.


"Hufft" kiyai Ansori menghembuskan nafasnya kasar, jujur mengingat anaknya yang tidak jadi menikahi Najwa kiyai Ansory sangat kecewa tapi mau bagaimana lagi jika Najwa malah mengalami hal yang tidak di inginkan, keluarga kiyai Ansori sudah tau tentang kejadian yang menimpa Najwa sungguh kiyai Ansori sangat menyayangkan dengan adanya kejadiaan itu sehingga membuat Najwa di nikahi pemuda jakarta, tapi kiyai Ansori sudah mengikhlaskan itu, kita manusia hanya bisa berencana selebihnya allah lah yang mentukan.


"Mmmm bagaimana ya bapak, gus Ikhsan itu baru saja batal menikah dengan Najwa dan saya selaku abahnya tidak tau apakah gus Ikhsan mau menerimanya atau tidak" jawab kiyai Ansori yang bingung mau menjawab apa.

__ADS_1


sejujunya kiyai Ansori agak terkejut saat bapaknya Rahma membicarakan tentang Rahma yang minta di ta'arufkan dengan putranya pasalnya Rahma itu seorang perempuan dan itu tidaklah pantas bagi keluarga dari pihak perempuan yang datang untuk minta ta'aruf kepada keluarga pihak laki laki.


"Ah iya saya sudah tau tentang itu kiyai makannya kami datang kesini untuk mena'rufkan putra putri kita siapa tau saja berjodoh kiyai, soalnya putri saya ini sudah menyukai gus Ikhsan sejak lama, mungki saja gus Ikhsan tidak berjodoh dengan Najwa tapi siapa tau saja berjodoh dengan putri kamu" ujar bapaknya Rahma sedangkan kiyai Ansori hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


Kiyai Ansori berfikir ada benarnya juga perkataan dari bapaknya Rahma, siapa tau saja Rahma itu jodoh putranya toh tadi katanya Rahma sudah menyukai putranya sejak lama.


"Iya saya selaku abahnya gus Ikhsan akan menyampaikan ini kepadanya tentang menerima dan tidaknya saya serahkan kepada putra saya saja" jawab kiyai Ansori yang akan menyerahkan jawabannya ke putranya saja biarlah putranya yang memutuskan.


pembicaraan mereka terputus dengan datangnya ustazah Azizah dengan membawa minuman di tangannya. "Silahkan di minum" ujar ustazah Azizah dengan meletakkan minuman di atas meja.


"Terimakasih, ustazah seharusnya tidak perlu repot repot begini" jawab ibunya Rahma yang sedari tadi memang diam saja kini mengeluarkan suaranya.


"Tidak repot kok cuma minum saja" balas ustazah Azizah.


Kebetulan sekali Gus Ikhsan baru saja datang dari luar, mungkin gus Ikhsan baru selesai mengajar di pondok abahnya. "Assalamu'alaikum" ujar Gus Ikhsan ketika memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka bersamaan, melihat ada tamu gus Ikhsan segera menyalami bapaknya Rahma, abahnya dan uminya, sedangkan untuk ibunya Rahma dan Rahma gus Ikhsan hanya menyatukan kedua tangannya di depan dada.


"Kebetulan sekali gus kamu sudah pulang, duduk kemarilah di sebelah abah" titah kiyai Ansori kepada putranya dan gus Ikhsan pun segera duduk di sebelah abahnya.


"Begini gus kedatangan keluarga Rahma kemari ingin meminta ta'aruf denganmu" ujar abahnya menyampaikan, sedangkan gus Ikhsan yang mendengar itu merasa terkejut, Rahma meminta ta'aruf dengannya.


"Iya gus Ikhsan putri kami sudah menyukai gus Ikhsan sejak lama" tambah bapaknya Rahma, sedangkan Rahma hanya tersenyum malu malu, Rahma berharap Gus Ikhsan menerimanya.


Sebenernya gus Ikhsan juga bingung mau menjawab apa mau menolak tapi rasanya kok gak pantas, Gus Ikhsan berfikir pasti Rahma akan malu banget jika dirinya menolaknya, akhirnya gus Ikhsan mencoba menerima Rahma siapa tau aja Rahma itu memang jodohnya, lagian Rahma juga gadis yang baik dia kan santri dari dari pondoknya kiyai Hasan jadi gus Ikhsan berfikir gak ada salahnya jika dirinya menerimanya lagian ini baru ta'aruf.


"Emmmm iya saya menerimanya" jawab gus Ikhsan yang membuat Rahma sersenyum kegirangan.


"Akhamdulillah" gumam ibu dan bapaknya Rahma dalam hati ketika gus Ikhsan menerima ta'aruf dari putrinya.


*******


Sedangkan di pantai El emosi karena melihat istrinya sedang bersama laki laki lain, Tanpa menunggu lama El langsung mengahampiri Istrinya yang terlihat sedang berbincang dengan Ares yang merupakan rekan bisnisnya.


"Sayang kamu ngapain sama dia?" tanya El yang sudah memancarkan aura kemarahanya.


"Eh mas El ini tadi gak sengaja ada tuan Ares disini dia cuma menyapa Najwa aja kok mas" jawab Najwa yang langsung berdiri ketika suaminya datang menghampirinya.


"Apa kabar tuan El yang terhormat, makannya kalau punya istri cantik itu jangan di tinggalin sendirian untung gak aku culik" ujar Ares yang melihat El sudah terbakar amarah.

__ADS_1


El ingin menonjok Ares karena El merasa kesal dengan ucapan Ares barusan, berani beraninya rekan bisnisnya itu mau menculik istrinya.


"Mas udah jangan bikin keributan disini, malu di lihatin banyak orang" cegah Najwa dengan menarik lengan El ketika suaminya itu mau menonjok Ares sedangkan Ares sudah membuat ancang ancang untuk menghadapi El.


"Tuan Ares lebih baik anda pergi saja dari sini, jangan memancing keributan" ujar Najwa yang tidak ingin ada keributan.


"Baiklah nona cantik lagian Aku tidak membuat keributan tapi dianya aja yang emosian, ini kan tempat umum jadi bebas saja dong jika aku mau berkunjung kesini" balas Ares dengan senyum mengejek ke arah El sedangkan tangan El udah gatel banget ingin melayangkan tinju ke wajah menyebalkan Ares.


"Baiklah silahkan anda cari meja lain karena meja ini sudah kita duluan yang menempatinya, anda tidak bisa senaknya duduk disini" ujar Najwa lagi yang melihat situasinya semakin memanas.


"Okey baiklah" jawab Ares dengan mengangkat tangannya ke atas, Ares lebih memilih pergi dari pada adu jotos dengan El di tempat umum. "Aku pergi dulu ya cantik lain kali kalau kita bertemu lagi berarti kita jodoh" ujar Ares dengan memberikan ciuman jarak jauh dan itu sukses membuat darah El mendidih.


Najwa melirik ke arah suaminya yang wajahnya sudah merah padam karena amarah entah itu cemburu atau hanya sekedar gak rela saja istrinya di dekati laki laki lain, apa mungkim El belum menyadarinya jika dia sedang cemburu. "Udah lah mas gak usah marah marah gitu tadi tuan Ares cuma menyapa Najwa saja mungkin dia fikir merasa kenal jadi tidak ada salahnya kan menyapa orang yang kita kenal jika tidak sengaja melihatnya di tempat umum" jelas Najwa yang tidak ingin suaminya salah faham.


"Owh jadi kamu belain dia begitu"


Astagfirullah padahal tadinya Najwa hanya berusaha menjelaskan ke suaminya biar gak salah faham tapi suaminya itu malah mengira dirinya membela Ares.


"Bukan begitu mas siapa yang belain dia sih, ya udah sekarang mas El duduk aja ya jangan mudah marah ntar cepat tua loh"


"Bilang saja kamu seneng banget kan di godain sama dia" ujar El yang membuat Najwa mlotot apa tadi katanya seneng malahan Najwa merasa risih ketika Ares datang menyapanya untung saja suaminya itu cepet datengnya.


Ketika Najwa ingin menjawab perkataan suaminya tiba tiba Zeline dan Exel datang.


"Hay kak mana nih pesanannya sudah dateng belom?" tanya Zeline dengan duduk di kursi.


"Belum" jawab El dengan nada cuek, fix kalau sudah begini Zeline tau banget jika kakak sepupunya itu sedang kesal dan Zeline lebih memilih diam jika kakak sepupunya sedang kesal, Zeline fikir mungkin kakak sepupunya itu sedang ada masalah dengan istrinya.


"Ya udah kalau pesanannya belum dateng kita balik ke pantai saja yu dek nanti kakak bikinin istana pasir yang bagus buat kamu" ajak Exel yang sengaja mengajak adiknya untuk pergi karena sepertinya suasananya sedang tidak mendukung"


"Boleh ayo kak" jawab Zeline dengan antusias, Zeline pergi dengan Exel kembali ke tepi pantai meninggalkan pasangan suami istri yang sedang saling kesal antara satu dan yang lainnya.


BERSAMBUNG


MANA SAWERANNYA BUAT AUTHOR JANGAN LUPA


LIKE


MOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2