
SELAMAT MEMBACA
*******
Di kota Solo Rahma merengek kepada kedua orang tuanya supaya di ta'arufkan dengan gus Ikhsan.
"Ibu, bapak, gus ikhsan kan gak jadi tuh menikah dengan Najwa kenapa gak Rahma ibu ta'arufkan dengan gus Ikhsan aja sih" ujar Rahma ketika Rahma baru aja pulang mengajar dari pondoknya kiyai Hasan.
Rahma itu dari keluarga yang biasa, kedua orang tuanya bekerja hanya sebagai buruh tani , kedua orang tua Rahma menaruh Rahma di pondoknya kiyai Hasan sejak lulus dari sekolah menengah atas sehingga kini Rahma bisa mengajar di sana, tujuan orang tua Rahma menaruh Rahma di pondok karena Rahma itu orang yang bandel dan susah di atur, orang tua Rahma tidak mau jika Rahma jadi anak brandalan karena biasanya Rahma selalu bikin ulah di sekolah entah itu tawuran lah berantemlah, pulang sekolah gak langsung pulang malah pergi kluyuran dengan teman temannya yang entah kemana.
Kedua orang tua Rahma tidak mau kalau nantinya Rahma akan jadi wanita tidak benar, jadi kedua orang tua Rahma memutuskan untuk menaruh Rahma dipondok pesantren.
Kini orang tua Rahma merasa senang karena melihat Rahma yang menjadi gadis yang santun, Ramah, lembut dan berpakaian tertutup, kedua orang tua Rahma merasa tidak sia sia menaruh Rahma di pondok pesantren.
"Apa keluarga kita ini pantas berbesan dengan kiyai Rahma, kita kan hanya orang biasa" jawab bapaknya.
"Iya Rahma lagian masak keluarga dari pihak perempuan dulu yang meminta kan gak pantes" tambah ibunya.
"Memangnya bapak dan ibu gak mau mempunyai menantu seperti gus Ikhsan dan mempunyai besan seperti kiyai Ansory" ujar Rahma yang membujuk kedua orang tuanya supaya mau mena'arufkannya dengan gus Ikhsan.
"Iya kita sih mau banget Rahma cuma masalahnya merekakan dari keluarga terpandang sedangkan kita hanya orang biasa tidak sedrajat nak" jawab bapaknya sedangkan ibunya hanya menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan suaminya, rasanya terlalu malu jika keluarga perempuan yang harus mendatangi keluarga dari pihak laki laki apalagi gus Ikhsan anak dari seorang kiyai dan gus Ikhsan sendiri sering di undang untuk mengisi ceramah di berbagai acara pengajian bahkan gus Ikhsan itu mengisi ceramahnya sudah sampai di berbagai kota, sedangkan Keluarga Rahma hanya orang biasa yang bahkan perkerjaannya hanya sebagai seorang buruh tani.
"Tapi Rahma sudah sejak lama suka dengan gus Ikhsan, mungkin aja kan gus Ikhsan itu jodohnya Rahma buktinya gus Ikhsan gak jadi tuh menikah dengan Najwa, lagian jodoh itu gak memandang drajat seseorang" kata Rahma sedangkan kedua orang tuanya membenarkan perkataan anaknya.
"Iya sih Rahma jodoh itu memang tidak memandang drajat seseorang" jawab ibunya sedangkan bapaknya hanya menganggukkan kepalanya.
Rahma tidak menceritakan secara jelas kenapa gus Ikhsan tidak jadi menikah dengan Najwa kepada kedua orang tuanya karena sebelumnya kiyai Hasan sudah berpesan kepada orang orang yang mengetahui aib putrinya supaya untuk tidak menyebar luaskannya dan Rahma memilih untuk tidak menceritakan aib itu kepada orang orang.
"Makannya buk, pak coba deh kita kerumah kiyai Ansory untuk membicarakan masalah Rahma yang ingin ta'aruf dengan gus Ikhsan, siapa tau ajakan kita jodoh" ujar Rahma lagi yang berusaha membujuk kedua orang tuanya.
"Ya udah Nanti deh coba kita kesana" jawab Bapaknya yang langsung membuat Rahma jadi girang.
"Beneran pak?" tanya Rahma memastikan.
__ADS_1
"Iya Rahma" jawab bapaknya yang membuat senyum Rahma merekah, sedangkan ibunya menurut aja dengan keputusan dari suaminya.
******
malam harinya Najwa dan El baru aja pulang dari kantor, Najwa segera menyiapkan air untuk suaminya mandi dan setelah itu dengan cekatan Najwa mengambilkan baju ganti juga untuk suaminya.
Sehabis suaminya membersihkan diri gantian Najwa yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, mereka berdua pulang dari kantor jam setengah tujuh malam dan Najwa udah melaksanakan sholat magrib di kantornya El.
Sehabis Mandi Najwa langsung mengambil wudlu untuk melaksanakan sholat isya' karena memang sudah memasuki waktunya untuk sholat isya'.
"Mas El kita sholat isya' dulu yuk" ajak Najwa ketika melihat El duduk di atas sofa dengan memainkan ponselnya.
"Gak ah kamu aja yang sholat" jawab El dengan masih fokus melihat layar ponselnya entah apa yang di lakukan El dengan ponselnya itu.
Kini Najwa mau gak mau harus turun tangan intuk merayu suaminya supaya mau melaksanakan sholat, pasalnya El sudah melewatkan sholat magrib tadi dengan alasan harus menyelesaikan pekerjaan kantor, dan sekarang Najwa gak mau jika suaminya harus melewatkan sholat lagi.
"Mas ayo dong tadi kan mas El sudah melewatkan sholat magrib masak sekarang gak sholat lagi sih" ujar Najwa dengan duduk di samping suaminya tapi sayangnya El masih tidak bergeming, dengan nakalnya Najwa duduk diatas pangkuan suaminya. "Mas El ayo dong kita sholat bareng ya" ujar Najwa lagi dengan suara yang lembut.
Jujur El sangat terkejut dengan Aksi Najwa yang secara tiba tiba duduk di atas pangkuannya dan lebih terkejutnya lagi kini Najwa malah mengecup pipinya.
"Najwa kamu mau menggodaku ya"
Kini El sudah menaruh ponselnya dia atas sofa, El langsung memeluk pingang Najwa dengan Erat lalu El ingi mendaratkan bibirnya di bibir merah merona milik istrinya, tapi dengan sigap Najwa langsung mencegahnya.
"Stop mas" Najwa mengahalangi bibirnya dengan tanganya supaya suaminya tidak bisa menciumnya.
"Tadi kamu yang godain aku pokoknya kamu harus tanggung jawab"
"Iya tapi nanti setelah kita sholat isya', aku janji nanti Najwa mau dan terserah mas El nanti mau berbuat apa" ujar Najwa sedangkan El menghembuskan nafasnya kasar.
"Hufftt, iya deh iya " jawab El yang akhirnya mau juga untuk sholat isya' sedangkan Najwa tersenyum senang karena usahanya berhasil, saat ini Najwa belum tau jika El sudah menyiap kan semua keperluannya dari baju hingga make up karena tadi Najwa buru buru mau sholat isyak, belum lagi harus merayu suaminya supaya mau ikut sholat takutnya waktunya terbuang banyak.
El mulai mengambil air wudlu begitupun juga Najwa yang terpaksa harus wudlu lagi karena tadi wudlunya sudah batal gara gara merayu suaminya, setelah selesai mengambil wudlu Najwa segera mengambilkan sarung, baju koko, serta peci untuk suaminya sholat.
__ADS_1
Sungguh Suaminya itu terlihat berkali kali lipat lebih tampan jika mengenakan pakaian muslim seperti itu membuat hati Najwa jadi adem melihatnya.
Setelah melaksanakan sholat kini Njawa ingin mengambil pakaian tidurnya tapi Najwa malah dikejutkan dengan adanya banyak pakaian muslim yang masih ada bandrol harganya sudah Najwa pastikan jika semua baju baju itu masih baru gak hanya baju muslim saja di sana juga ada banyak pakaian tidur dari lingerie celana pendek bahkan di sana juga ada pakaian sexy.
"Wah harganya mahal banget, satu baju aja harga nya sampai jutaan" gumam Najwa ketika melihat bandrol harga yang tertera di setiap baju.
Najwa semakin di buat menganga karena ternyata gak hanya baju bahkan di lemari sebelahnya ada banyak sepatu dan tas cantik yang berjejer rapi, dan di sebelahnya lagi ada banyak asesoris wanita yang terlihat cantik cantik di mata Najwa.
"Wawww subhanallah udah kaya mau buka toko aja semuanya lengkap" gumam Najwa lagi yang merasa takjub, pertanyaannya sejak kapan semuanya ada di walk in closet karena seingat Najwa tadi pagi belum ada.
Di lemari sebelah kanan Najwa juga melihat banyak mukena dan sajadah yang sudah tersusun rapi.
"Wawww cantik cantik banget mukenanya, ini semua punya siapa ya?" ujar Najwa yang bertanya tanya dalam hati.
Karena penasaran Najwa memilih keluar dari walk in closet untuk bertanya kepada suaminya yang mungkin saat ini sedang nonton bola di kamar. "Mas El itu kok ada baju banyak baget ya di lemari yang sebelah kiri padahal seingat Najwa tadi pagi belum ada deh?" tanya Najwa yang penasaran.
"Iya itu sengaja aku yang beliin buat kamu, karena aku lihat kamu kan gak ada baju ganti" jawab El yang membuat senyum merekah di bibir merah alami milik Najwa.
"Buat aku semua, ya ampun mas El ternyata perhatian banget sih" Gumam Najwa dalam hati, dan seketika Najwa punya ide Najwa ingin berdandan dengan menggunakan baju sexy untuk menyenangkan suaminya, karena kata suaminya itu suka dengan wanita yang berpakaian sexy.
Tiba tiba aja Najwa keinget dengan wanita yang bernama Nesya yang berpakaian sexy, waktu itu Najwa pernah nanya sama suaminya apa suaminya suka dengan wanita yang berpenampilan begitu dan pada saat itu El berkata iya, padahal Najwa gak tau aja jika El hanya asal ngejawab aja.
Najwa masuk lagi ke dalam walk in closet untuk berdandan, sengaja Najwa menggelung rambut panjangnya ke atas sehingga menampakkan leher jenjangnya yang putih dan mulus, setelah itu Najwa memakai rangkaian skincare yang sudah di siapkan suaminya di atas meja rias, setelah selesai memakai skincare Najwa memilih memakai lingerie sexy berwarna merah menyala sehingga membuat kulit putihnya bersinar.
Setelah selesai berdandan Najwa bercermin di kaca besar yang ada di dalam walk in closet itu, Najwa memutar badanya ke kiri dan ke kanan untuk menilai penampilannya, Sungguh Najwa bener bener terlihat cantik dan sexy megenakan lingerie berbahan satin yang tembus pandang itu.
BERSAMBUNG
MANA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
TERIMAKASIH