
Hari ini Dara dan Bima sudah kembali dari LN, Dara dan Bima pulang dengan membawa kedua orang tua mereka, selain pergi karena urusan bisnis Bima juga sekalian membawa Wenda dan Rendy yang memang selama ini memilih tinggal di LN untuk pulang ke indonesia.
Alasan Rendi dan Wenda memilih tinggal di LN selama ini itu karena untuk menjalankan pengobatan Wenda yang selama ini mengidap penyakit jantung stadiun 4, dari pada harus bolak balik ke indonesia Rendy memilih untuk menetap disana dan Rendy berharap penyakit istrinya itu akan cepat sembuh.
Kebetulan sekali kondisi Wenda sudah cukup membaik jadi suaminya itu berani untuk membawanya pulang ke indonesia, Wenda dan Rendi ingin sekali bertemu dengan cucu menantunya yang katanya cantik dan sholehah
"Mana cucu menantu oma yang katanya cantik itu?" tanya Wenda saat sudah sampai di rumah.
"Iya mana cucu menantu opa" tambah Rendy yang tidak melihat adanya El dan istrinya.
"Bentar ya mah Dara tanyain dulu ke pelayan" jawab Dara yang memang tidak memberitahu terlebih dahulu ke El jika dia akan pulang hari ini bersama oma dan opanya.
"Bik El sama istrinya di rumahkan?" tanya Dara sama salah satu pelayan yang sedang mengelap meja.
"Tidak nyonya tadi Tuan muda El dengan nona Najwa sedang pergi dengan tuan Exel dan nona Zeline" jawab pelayan itu memberitahu sedangkan Dara hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Yah mah, pah El sama Najwanya sedang pergi dengan Exel dan Zeline" ujar Dara yang membuat Wenda dan Rendy sedikit kecewa.
"Ini salah kita sih sayang pulangnya gak bilang bilang" tambah Bima, pasalnya mereka memang tidak bilang dengan El jika hari ini akan pulang karena mereka ingin memberikan surprice kepada El, pasti El akan seneng banget jika tau opa dan omanya pulang ke indonesia.
"Ya udah gak apa nanti juga El pasti akan pulang" ujar Wenda sedangkan Rendy hanya menganggukka kepalanya.
"Ya udah deh mending mamah sama papah istirahat dulu ya dikamar, pasti mamah dan papah capek kan dari perjalanan jauh, apalagi mamah yang kondisinya baru membaik" Bima menyuruh kedua orang tuanya yang sudah tidak muda lagi itu untuk beristirahat, jujur Bima sangat khawatir dengan kondisi mamahnya yang mengidap penyakit jantung.
Baru juga mereka berempat mau memasuki lift untuk naik ke lantai atas tapi mereka mendengar suara deru mesin mobil yang berhenti di halaman rumah.
"Eh itu kayaknya mobilnya El deh Mah" ujar Dara yang menjadikan Wenda dan Rendy serta Bima mengurungkan niatnya untuk pergi ke lantai atas menggunakan lift.
"Iya itu kayaknya El sudah pulang mah, pah" saut Bima ikut menimpali.
Alhirnya mereka memilih untuk pergi kedepan untuk melihat siapa yang datang, sesampainya di depan, dan benar saja ternyata itu El dan istrinya baru pulang dari pantai.
__ADS_1
"Oma, Opa" panggil El ketika melihat Oma dan Opanya ada di rumah.
El segera berlari untuk memeluk Oma dan Opanya, jujur El sangat rindu banget dengan mereka, seingatnya terakhir kali El bertemu itu sebulan yang lalu saat El pergi ke LN untuk menjenguk Oma dan Opanya.
"Cucu oma, oma kangen banget sama kamu El" ujar Wenda dengan membalas pelukan cucunya, begitupun dengan Rendi yang langsung memeluk cucunya.
"Owh iya Zeline sama Exel mana? katanya tadi pergi dengan kamu?" tanya Rendy yang ingin bertemu Zeline dan Exel juga.
"Zeline dan Exel langsung pulang tadi oma gak mampir kesini dulu" jawab El yang membuat Oma dan Opanya kecewa.
"Yah padahal oma juga ingin lo ketemu sama mereka" ujar Wenda sedangkan Najwa bertanya tanya dalam hati siapakah kedua orang yang di peluk oleh suaminya itu.
"Oma dan Opa tenang saja nanti biar Bima yang menyuruh Sena dan anak anaknya untuk datang kemari biar Oma dan Opa gak perlu repot repot untuk datang kesana" ujar Bima yang langsung di setujui oleh kedua orang tuanya soalnya Bima kasian jika kedua orang tuanya yang memang sudah tua itu harus datang ke rumah adiknya.
"Najwa sini" panggil Dara yang melihat Najwa hanya diam saja.
"Iya mom" jawab Najwa dengan mendekati Mamah mertuanya.
"Owh jadi ini cucu menantu omah, cantik banget kamu sayang" ujar Wenda dengan memeluk Najwa. "Kenalin kita ini Oma dan Opanya El"
"Iya Oma, Opa saya Najwa"
"Beruntung sekali El bisa mendapatkanmu nak" ujar Rendy yang merasa bangga karena cucunya bisa mendapatkan jodoh wanita sholehah seperti Najwa, ya walaupun dengan cara yang tidak di sengaja.
"Ah Opa bisa aja" jawab Najwa dengan malu malu karena menjapat pujian dari oma dan opa dari suaminya.
"Ya udah sekarang kita masuk aja yuk kita ngobrol ngibrol di dalam" ujar Bima yang langsung di setujui oleh semuanya.
Mereka lebih memilih berkumpul di ruang keluarga, Najwa nampak langsung bisa menyesuaikan diri dengan keluarganya El, Najwa menceritakan asal usulnya kepada keluarga El, Wenda dan Rendy juga nampak menceritakan masa kecil El yang lucu sewaktu masih duduk di sekolah dasar pasalnya El itu sedari kecil sudah menjadi idola para kaum hawa, meraka saling bercanda dan tertawa bersama seperti keluarga besar yang sangat rukun dan harmonis cuma sayang kurang adanya Sena sekeluarga yang gak ikut berkumpul
Walaupun El masih marah dengan Najwa tapi El gak mau menunjukkannya di depan keluarganya, El lebih memilih menutupinya dengan berpura pura bersikap romantis di depan semuanya, seperti saat ini saat oma dan opanya menyinggung tentang bulan madu.
__ADS_1
"El kamu itukan pengantin baru memangnya kamu gak ingin pergi bulan madu gitu? tanya omanya yang sudah ingin mempunyai cicit.
"Besok juga El pergi bulan madu ke bali iya kan sayang" jawab El dengan memanggil istrinya sayang.
"Hufftt sekarang aja udah panggil sayang sayang padahal tadi ngambek sama Najwa, bahkan sepanjang jalan saja mas El diem saja" gumam Najwa dalam hati yang marasa aneh dengan sikap suaminya yang cepat berubah ubah.
"Lho kok cuma ke bali sih sayang, memangnya kamu gak ingin mengajak Najwa ke paris atau ke maldives gitu misalnya " ujar Dara, pasalnya dulu Dara dan Bima waktu pertamakali bulan madu ya ke bali eh anaknya malah mau ke bali juga.
Sebenernya sih El ke bali bukan untuk bulan madu tapi untuk sebuah pekerjaan,El sengaja bilang begitu biar keluarganya gak bawel suruh ini suruh itulah padahal kerjaan kantor menumpuk.
"Yah kejauhan Mom lagian El gak bisa ninggalin kantor lama lama" jawab El yang malas jika pulang pulang dari honeymoon kerjaan jadi menggunung, sedangkan Najwa sudah bersorak kenengan jika suaminya itu akan mengajaknya bulan madu ke paris atau maldives beneran, Owh menurut Najwa kedua mertuanya itu memang mertua idaman para menantu di luaran sana.
Jujur Najwa tidak menyesal batal menikah dengan gus Ikhsan dan malah di nikahi oleh El, Najwa malah bersyukur mungkin Author memang sudah mngaturnya begitu 😀🤩.
"Kamu tenang saja kan ada Daddy yang akan menghandlenya" ujar Bima yang langsung di setujui oleh semuanya.
"Iya itu bener El kan ada Daddymu jadi kamu tenang saja gak usah mikirin kerjaan kantor saat bulan madu" sahut opanya ikut menimpali.
"Bener tu El jangan hanya ke bali doang" tambah omanya.
"Halah kamu besok mau ke bali juga bukan mau honeymoon orang kamu ada proyek kan disana" seloroh Bima sedangkan El hanya menyengir kuda.
"Heehehe Daddy kok tau sih" ujar El dengan cengengesan.
"Memangnya apa yang Daddy gak tau" jawab Bima.
"Ya gak apalah Daddy sekalian bulan madu disana" ujar El.
"Ya udah nanti aja setelah dari bali kalian bisa honeymon ke paris atau maldives mungkin" Dara ingin putranya itu mengajak honeymoon istrinya karena Dara sudah ingin punya cucu juga.
"Iya itu sih gampang mom bisa di atur" jawab Bima yang membuat Najwa punya harapan di ajal honeymoon kesana.
__ADS_1
BERSAMBUNG