
Hari ini sebelum El pergi ke bali El ingin ke markas terlebih dahulu untuk bertemu dengan Bryan, El ingin membebaskan Bryan karena menurut El Bryan sudah terlalu lama di sekap, bagi El sudah cukuplah ngasih Bryan pelajaran toh berkasnya udah di balikin juga.
"Najwa aku pergi dulu ya" pamit El yang sudah siap ingin pergi.
"loh mas El mau kemana bukannya kita akan ke bali?" tanya Najwa.
"Aku ada urusan sebentar di luar, gak lama nanti juga udah balik, kamu bersiap aja dulu nanti kalau aku pulang jadi pas tinggal berangkat" jawab El sedangkan Najwa hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya udah mas, Najwa antar sampai ke depan yuk"
Najwa mengizinkan suaminya untuk pergi terbih dahulu sebelum ke bali karena suaminya bilang ada urusan penting jadi Najwa mengizinkannya, Najwa mengantarkan Suaminya sampai ke depan rumah.
"Lho sayang kalian mau kemana?" tanya Wenda yang melihat El dan Najwa sedang menuruni tangga.
"El mau pergi sebentar oma ada urusan penting" jawab El dengan mencium punggung tangan omanya.
"Katanya hari ini mau ke bali"
"Iya oma nanti setelah ini" jawab El .
"Ya udah kamu hati hati ya El"
Setelah itu Najwa mengantar suaminya sampai ke depan. "Mas El hati hati di jalan ya" ujar Najwa dengan mencium punggung tangan suaminya sebagai baktinya sorang istri kepada suaminya.
"Iya sayang" jawab El dengan membalas mencium kening istrinya, setelah itu barulah El mamesuki mobilnya dan tanpa menunggu lama El langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata tara menuju ke markasnya yang terletak di tengah tengah hutan, sedangkan Najwa langsung masuk ke dalam rumah untuk mempersiapkan semua kebutuhannya dan suaminya selama dua hari di bali.
Sesampainya di markas El langsung turun dan masuk, walaupun semua anak buahnya menyapanya dengan membungkukkan setengah badannya El hanya membalasnya dengan deheman saja.
"Selamat pagi tuan muda El" ujar anak buahnya bersamaan.
"Hemmm"
El langsung masuk ke ruang penyakapan dimana Bryan berada.
"El lepasin aku El, aku kan sudah memberikan yang kamu mau lantas kenapa kamu masih menahanku disini" ujar Bryan kala melihat El datang.
"Okey kali ini aku lepasin, tapi inget kalau sampai kamu katahuan mencari gara gara denganku lagi habis kamu" jawab El dengan jari telunjuk yang di torehkan ke lehernya.
"Iya El aku janji"
Sekarang El sudah tau kenapa Bryan sampai melakukan itu padanya, itu semua Bryan lakukan karena Bryan telah di butakan cintanya kepada Nesya, hanya karena ambisinya yang ingin mendapatkan Nesya Bryan jadi berbuat hal gila padanya.
El di buat geleng geleng kepala sampai segitunya Bryan ingin memiliki teman sedari kecilnya itu, tapi El sudah memaklumi dan mengikhlaskan itu semua dan El bisa berfikir begitu itu semua karena nasehat dari istrinya yang menyuruhnya untuk ikhlas, kalau bukan karena nasehat dari Najwa mungkin El udah berbuat hal yang lebih dari itu.
"Ya udah bebaskan dia" titah El yang langsung di laksanakan oleh para anak buahnya.
__ADS_1
"Baik tuan muda"
Anak buah El dengan sigap langsung melepaskan Bryan. "Makasih El sudah melepaskanku" ujar El kala anak buah El sudah melepaskan ikatan di tangan dan kaki Bryan.
"Kamu boleh saja suka sama Nesya tapi ingat jangan pernah kamu menyakitinya, awas saja kamu kalau sampai berani menyakiti Nesya kamu akan berhadapan denganku lagi" peringat El dengan ancaman.
"Apa kamu juga menyukai Nesya?" Tanya Bryan yang Mengira El juga menyukai Nesya.
"Dasar bodoh, apa aku harus menyukai Nesya dulu untuk menghawatirkannya? Nesya itu temanku sedari kecil bahkan aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri, jelas aku akan marah jika kamu menyakitinya" jelas El yang membuat Bryan mengerti sekarang.
"Aku sangat mencintai Nesya jadi tidak mungkin jika aku menyakitinya"
"Jangan menjadikan rasa cintamu itu menjadi sebuah obsesi" ujar El.
"Okey aku pergi dulu" jawab Bryan yang sekalian ingin pergi dari tempat itu.
"Kamu tidak bisa dengan mudahnya pergi begitu saja dari sini" ujar El dengan memberikan sebuah kode kepada anak buahnya dan anak langsung mengerti dengan apa yang di maksud dengan tuannya.
Anak buah El dengan gerakan cepat langsung membius Bryan hingga membuat Bryan tidak sadarkan diri.
"Kembalikan dia ke tempat asalnya sana" titah Bima yang langsung di angguki oleh anak buahnya.
Sengaja El berbuat begitu, itu semua El lakukan biar tidak ada orang yang tau dimana markasnya berada termasuk Bryan, El akan menyuruh anak buahnya untuk membebaskan Bryan tapi tidak dengan pulang sendiri dari markasnya melainkan di antar oleh anak buahnya dalam keadaan tidak sadarkan diri, kalau Bryan pulang sendiri otomatis Bryan akan tau dimana markasnya berada.
Setelah Bryan di bawa sama anak buahnya El langsung pulang karena dirinya harus segera terbang ke bali, sesampainya El di rumah ternyata sudah ada Sena, Rey dan anak anaknya.
Saat El memasuki rumah ternyata rumanya ramai sekali, El melihat ada Zeline, Exel, Najwa yang sedang asyik bercanda dengan oma dan opanya, selain itu disana juga ada kedua orang tuanya yang sedang asyik ngobrol dengan tante Sena dan om Rey.
"Wah ramai banget ini lagi ada apaan kok El gak di ajak sendiri sih" seloroh El sedangkan semua orang yang ada disana langsung menoleh ke sumber asal suara.
"Kak El" panggil Zeline yang melihat El pulang, Zeline ingin segera menghampiri El dan memeluknya tapi dengan sigap Exel langsung mencekal tangannya.
"Eitts mau kemana kamu?" Tanya Exel.
"Mau nyamperin kak El" jawab Zeline dengan polosnya.
"Gak usah, gak perlu, inget ya pesan kakak, kak El itu udah punya istri jadi jangan asal peluk peluk aja" ujar Exel dengan berbisik sedangkan zeline hanya menyengir kuda.
"Heheh iya Zeline lupa" jawab Zeline dengan cengengesan.
Sedangkan Najwa yang tau suaminya sudah pulang dengan cepat langsung menghampirinya, Najwa langsung mengambil tangan suaminya lalu menciumnya sedangkan semua orang yang melihat itu hatinya menjadi adem.
"kak El katanya mau ke bali ya?" Tanya Zeline saat El duduk di sebelah kanannya sedangkan Najwa duduk di sebelah kirinya.
"Iya memangnya kenapa kamu mau ikut" jawab El dengan bercanda lagian gak mungkin juga Zeline ikut karena dia kan harus sekolah.
__ADS_1
"Ih mana bisa Zeline kan harus sekolah, Zeline mau di beliin oleh oleh ya, owh iya satu lagi Zeline mau di beliin kado juga karena Zeline mau ulang tahun" ujar Zeline dengan tersenyum ceria.
"Uh maunya, lagian kamu tenang saja kakak gak lupa kok dengan ulang tahunmu" jawab El dengan mengelus rambut adik sepupunya itu.
"Yes pokoknya kak El sama kak Najwa harus dateng di pesta ulang tahunku nanti, karena Zeline akan meminta kepada papah supaya acara ulangbtahunku yang ke 17 di rayakan dengan cara yang megah" ujar Zeline dengan lucunya sehingga membuat semua orang yang ada di situ ingin ketawa.
"Iya ya nanti papah janji akan merayakan ulang tahun putri kesayangan papah ini dengan megah" jawab Rey yang menimpali ucapan dari putri kesayangannya sedangkan Zeline yang mendengar itu jadi kegirangan.
Zeline langsung menghampiri papahnya yang duduk di sampaing mamahnya. "Terimakasih papahku tersayang" ujar Zeline yang langsung memeluk papahnya.
"Dasar manja" celetuk Sena dengan geleng geleng kepala melihat tingkah manja Putrinya, pasalnya hampir semua orang manjain Zelin ntah itu kakaknya, El , oma dan opanya termasuk dengan Rey juga yang selalu manjain Putrinya.
Wenda da Rendy yang melihat keluarga besarnya saling rukun dan hidup bahagia jadi seneng banget melihatnya.
"Ya udah deh El mau ke berangkat sekarang aja, lagian sudah dintungguin sama sekertarisku di bandara" ujar El yang baru saja membuka pesan di ponselnya, barusan Rania memang mengirimnya pesan singkat ke El yang isinya mengatakan bahwa Rania sudah sampai di bandara.
"Sayang kita berangkat sekarang yuk , udah kamu siapin semua kan?" tanya El.
"Udah kok mas kopernya juga udah Najwa bawa turun itu" jawab Najwa dengan menunjuk satu koper yang besar yang terletar dipojok ruangan.
"El ingat ya sekarang kamu itu sudah punya istri jangan lagi pergi berduaan hanya dengan sekertaris perempuanmu itu dan Kamu Najwa jangan pernah kamu izinin suami kamu ini pergi ke luar kota hanya berdua dengan sekertaris centilnya itu, jujur saja oma tidak suka" ujar Wenda yang memperingat kan El dan Najwa.
"Iya oma"jawab El dengan mencium punggung tangan omanya sedangkan Omanya langsung menjewer telinga cucunya yang bandel itu.
"Auhhh oma sakit tau" keluh El dengan mengelus telinganya yang di jewer oleh omanya, sedangkan semua orang yang menyaksikan itu langsung ketawa.
"Hahahahah"
"Makannya jangan cuma iya iya aja, jagain tuh istrinya, ntar nyesel lagi kalau di ambil orang" tambah Rendy ikut menimpal, Rendi berbicara begitu supaya El itu bisa menjaga perasaan istrinya pasalnya Rendy tau bahwa banyak wanita diluaran sana yang menyukai cucunya.
"iya Opa" jawab El dengan mencium punggung tangan Opanya.
"Huhuuuu makannya jangan sok kegantengan" seloroh Exel dengan melempar bantal sofa ke arah El sedangakn El dengan sigap langsung menangkapnya.
"Eh kodok Kan emang gue itu ganteng sirik aja lo" balas El yang tak mau kalah, sedangkan Najwa yang melihat interaksi suaminya dengan semua keluarganya entah kenapa jadi seneng banget pasalnya keluarga dari suaminya itu orangnya baik semua dan lucu.
Setelah berpamitan dengan oma dan opanya tak lupa El dan Najwa juga berpamitan dengan Dara dan Bima setelah itu mereka juga berpamitan dengan Sena dan Rey, tak lupa Zeline juga memeluk kakak sepupunya itu sebelum pergi.
"Inget ya sekolah yang pinter jangan aneh aneh" ujar El dengan mengacak rambut Zeline karena gemes sedangakn Exel gak suka jika adik kesayangannya itu memeluk El.
"Ya udah semuanya El dan Najwa berangkat dulu ya"
"Iya El hati hatinya" ujar Bima memperingatkan. sedangkan El hanya mengannggukkan kepalanya.
Setelah itu El dan Najwa langsung memasuki mobil dengan supir yang siap mengantarnya ke bandara.
__ADS_1
BERSAMBUNG