
Malam ini gus Ikhsan baru saja pulang dari mengajar di pondok.
"Baru pulang gus?" Tanya umi Azizah yang kebetulan baru selesai mengambil air minum di meja makan.
"Iya umi, Nesya udah tidur umi?" Jawab gus Ikhsan denga balik bertanya seraya menuangkan air minum ke dalam gelas, setelah itu Gus Ikhsan meminumnya hingga tandas.
"Kayaknya sih iya Gus, ya udah umi mau ke kamar dulu" ujar umi Azizah yang langsung pergi ke dalam kamarnya sementara Gus ikhsan juga memilih untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
Gus ikhsan di buat menganga ketika baru saja memasuki kamarnya pasalnya Gus Ikhsan melihat Nesya yang sedang berhias dengan menggunakan gaun tidur yang sangat Sexy, begitulah Nesya jika hendak tidur, Nesya selalu memakai rangkaian skincarenya terlebih dahulu dan Nesya juga terbiasa tidur dengan menggunakan gaun tidur yang sexy.
Gus Ikhsan menelan salivanya dengan susah payah kala melihat istrinya memakai gaun tidurnya.
"Udah pulang gus?" Tanya Nesya kala melihat Gus Iksan memasuk ke dalam kamarnya lalu malah bengong.
"Eh i ...... iya" jawab gus Ikhsan dengan gugup.
Setelah Nesya selesai dengan rutinitasnya Nesya langsung naik ke atas ranjang bersiap untuk tidur, sementara gus Ikhsan juga segera menyusul Nesya untuk tidur.
Gak butuh waktu lama Nesya sudah menyelami ke alam mimpinya sementara Gus Ikhsan belum bisa tidur karena memendam gairahnya melihat penampilan Nesya yang sangat cantik dan mempesona.
"Kalau gini lama lama mana tahan akunya, aku kan laki laki normal sedangkan dia wanita yang sudah khalal untuk aku sentuh dan tidak dosa" gumam Gus Ikhsan dalam hati.
Gus Ikhsan mengamati wajah Nesya yang sedang tertidur pulas, wajah itu terlihat damai, teduh, cantik, imut dan gak ngebosenin di pandang mata.
"Masya allah sungguh indah ciptaanmu" ujar gus Ikhsan yang mengagumi kecantikan istrinya, perlahan Gus Ikhdan memberanikan diri untuk mengecup bibir merah merona alami milik Nesya.
Gus Ikhsan hanya sebatas mengecupnya saja tidak berani berbuat lebih karena gus Ikhsan takut jika nanti istrinya itu akan terbangun.
"Hemmm ... manis"
Setelah itu Gus Ikhsan mencoba untuk memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Nesya, gus ikhsan menghirup aroma tubuh Nesya dalam dalam.
__ADS_1
"Hemmm wangi banget" ujar Gus Ikhsan dalam hati dan gak lama Gus Ikhsan juga menyusul Nesya menuju ke alam mimpi.
Di sepertiga malam gus Ikhsan terbangun, seperti biasa Gus Ikhsan selalu melaksanakan sholat tahajud, Gus Ikhsan segera turun dari ranjang untuk mengambil wudlu setelah itu barulah Gus Ikhsan melaksanakan sholat tahajud.
Sementara Nesya juga terbangun dari tidurnya, dari pembaringannya Nesya memperhatikan gus Ikhsan yang sedang melaksanakan sholat.
"Ini jam berapa sih kok perasaan dia itu sholat mulu, Eh tapi Dia ganteng juga ya jika di perhatiin terus" gumam Nesya dengan memperhatikan gerik gerik Suaminya yang sedang sholat.
Nesya langsung memejamkan matanya lagi ketika Nesya melihat suaminya sudah selesai dengan sholatnya.
Setelah selesai Sholat gus Ikhsan memutuskan tidur kembali di samping Nesya, dengan enaknya Gus Ikhsan memeluk tubuh Nesya, sementara Nesya yang pura pura tidur jadi merasa terkejut kala suaminya memeluknya.
Darah Nesya terasa berdesir kala hembusan nafas gus Ikhsan mengenai kulit lehernya, tubuh Nesya juga terasa meremang kala tubuhnya berada di pelukan suaminya.
Rasa tenang dan nyaman itulah yang Nesya rasakan, tadinya Nesya ingin protes tapi tidak jadi karena takut ketauan hanya pura pura tidur lagian Nesya juga merasa nyaman saat di peluk oleh gus Ikhsan dan gak lama Nesya sudah kembali tertidur.
Di saat azan subuh berkumandang gus Ikhsan bangun lagi untuk melaksanakan sholat subuh, kali ini Gus Ikhsan membangun kan Nesya untuk mengajak istrinya itu sholat subuh.
"Hemmm" Nesya malah hanya berdehem saja dan gak ada pergerakan dari tubuh Nesya sehingga membuat Gus Ikhsan geleng geleng kepala.
"Kamu kalau tidur udah kaya kebo aja sih dek susah banget di banguninya" ujar Gus Ikhsan dengan menggoyangkan tubuh Nesya lebih kencang lagi.
"Hemmm apa sih gus aku masih ngantuk" saut Nesya dengan suara serak khas bangun tidurnya.
Tiba tiba tatapan matapan mata Gus Ikhsan tertuju ke arah bibir merah merona mikik Nezya yang tanpak sangat menggoda, ingin sekali Gus Ikhsan merasakan bibir Nesya lagi seperti semalam walaupun hanya mengecupnya.
"Dek ayo bangun kita sholat bareng , kalau dek Nesya gak mau bangun aku cium nih" acam gus Ikhsan karena Nesya tak kunjung bangun.
"Lakukan saja jika berani" balas Nesya dengan mata masih terpejam.
Dengan senang hati Gus Ikhsan langsung menempelkan bibir hangatnya ke bibir merah merona milik Nesya dan seketika Nesya langsung membuka matanya karena terkejut.
__ADS_1
"Mmmm " gumam Nesya kala bibirnya si bungkam oleh bibir hangat milik gus Ikhsan.
Gus Ikhsan tidak menyia nyiakan kesempatan gus Ikhsan semakin memperdalam ciumanya Mengikuti naluri kelelakiannya, Gus ikhsan memangut, membelit dan sesekali menghisap bibir Nesya yang terasa sangat manis.
Setelah di rasa Nesya sudah kehabisan nafas barulah Gus Ikhsan melepaskan tautan bibirnya.
"Gus kamu ingin membunuhku ya" ujar Nesya dengan menghirup udara sebanyak banyaknya.
Hah ..... hah ..... hah ...
"Kan tadi dek Nesya sendiri yang menyuruhku untuk mencium dek Nesya" balas Gus Ikhsan dengan membela diri.
"Padahal itu ciuman pertamaku tau" ujar Nesya, sementara gus Ikhsan yang mendengarnya malah merasa seneng gus Ikhsan gak menyangka jika dirinya yang yang pertama, padahal jika di lihat Nesya seperti wanita yang berpengalaman jika di lihat dari lenampilanya tapi ternyata hanya penampilanya Nesya aja yang sok soakan ternyata oranganya masih polos.
Jadi orang itu tidak bisa di nilai dari penampilan luarnya ya gaes.
"Udah ayo bangun, ambil wudlu terus kita sholat bersama" titah Gus Ikhsan.
"Tapi Gus Aku masih ngantuk"
"Owh jadi mau aku cium lagi nih" ancam gus Ikhsan yang berhasil membuat Nesya langsung menutup mulutnya.
"Iya, iya ih" Nesya segera turu lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil Wudlu sementara Gua Ikhsan malah senyum senyum sendiri dapat ciuman pertama dari istrinya.
"Ternyata dia masih polos, penampilannya aja yang sok kekinian" gumam gus Ikhsan dengan menggelengkan kepalanya.
Dulu Gus Ikhsan agak ragu ketika di minta tanggung jawab untuk menikahi Nesya, Gus Ikhsan kira Nesya itu wanita bebas ternyata dia hanya anak manja, dulu Gus Ikhsan hanya ikhlas jika jodohnya memang Nesya dan Gus Ikhsan hanya bisa berusaha untuk merubah Nesya supaya bisa menjadi wanita yang sholehah tapi sampai ke sini kayaknya Gus Ikhsa sudah mulai jatuh hati dengan istrinya.
Setelah Nesya selesai mengambil wudlu kini gantian Gus Ikhsan yang masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudlu lagi karena tadi wudlunya sudah batal sementara Nesya segera memakai mukenanya lalu setelah itu mereka sholat berjama'ah dengan gus Ikhsan yang menjadi imamnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1